
Di ruang tamu mansion, Sarah, Jacqueline, Melda dan V. Mereka tengah, memandang beberapa foto-foto wanita cantik. Tentunya,masih single belum pernah menikah.
"Mamah, sudah memilihkan foto-foto wanita cantik. Tentunya, mereka tidak bekerja sebagai artis,model dan di luar di dunia hiburan. Karena mamah,tahu! Kamu tidak menyukai, pekerjaan itu". Sarah, ingin V berkencan buta dengan anak temannya.
"Ck, melihat fotonya saja aku tidak selera". Gerutu V, langsung. Untuk apa lagi,mamah melakukan hal ini. Bisa tidak, jangan menambah pikiran ku lagi. aku benar-benar, membenci apa namanya kencan buta.
"Jacqueline, bagaimana kita kerjain V". Bisik Melda, terkekeh. Aku yakin, Jacqueline tidak akan tinggal diam.
"Iya,dong. Dia, seringkali mengerjaiku dan menghancurkan kencan ku. Mana mungkin,aku membiarkan hal itu". Bisik Jacqueline, tersenyum smrik. waktunya, pembalasan kak V. Hahahaha.... Nikmatilah, permainannya ku.
"Ada lima belas foto dan ada juga kakak beradik. Siapa tahu, pernikahan Jacqueline dan kamu di satukan. Biar gak ribet,". Kata Sarah, membuat V melongo mendengarnya. Jadi beban pikiran ku,akan berkurang karena mereka sudah ada yang menjaga. Mulutku juga, berhenti ngomel-ngomel dan memikirkan saat mereka tengah lepas dari pandangan ku.
"Terus,kami berlomba-lomba untuk memberikan mamah cucu? Begitu Kan, pikiran mamah. Astaga,mamah kira segampang itu membuat cucu? Ck, dikira enak". Decak V, dengan wajah masam. "Tingal ceplak ceplok,jadi begitu". V, hanya menggeleng kepalanya.
"Kak, cobalah dulu berkencan buta dengan wanita-wanita cantik ini. Siapa tahu,ada yang cocok dengan kakak". Kedip mata Jacqueline, cengengesan. Ayolah,mau saja. Aku tidak sabar, untuk mengerjai mu kak.
"Benar, mau jadi perjaka tua kamu". Sungut Sarah, sudah geram terhadap anaknya. Bisakah, menuruti perintah ku ini V. Sumpah,punya anak laki satu susahnya minta ampun. Di suruh cari istri,malah bertele-tele. Di pilih yang sudah ada, alasannya bermacam-macam. giliran di carikan,tidak selera. Maunya apa sih? Astaga,kepalaku sudah nyut-nyutan memikirkan hal ini.
"maaf, emangnya bos masih perjaka". Sahut Frans,baru datang. Sekalian aib bos, bakalan aku ungkapkan. Lumayan lah,membalas saat bos menindas ku. Aku yakin,ada nyonya membelaku.
Mendengar ucapan Frans, semua cekikikan tertawa. Bahkan, pelayan yang datang pun ikut tertawa.
"hahahahaha, hahahahaha".
"Brengseeekk...loe, ada-ada aja". V, melemparkan majalah ke arah Frans. Astaga,apa lagi ini? Punya anak buah,tapi suka sekali menindas bosnya sendiri.
__ADS_1
"Canda,bos. Siapa tahu, pakai sabun". Kata Frans, lagi, membuat Jacqueline dan Melda tertawa lepas. Rasakan itu, nikmatilah ditertawakan oleh kaum hawa.
"Hahahaha....hahahahha"
"Pantesan,sabun di kamar mandi nak V sering habis". Sahut bi Asih, tersenyum.
"Astaga,sabun itu tertumpah bi. dan botolnya pecah,namanya sabun cair kesenggol. Eeee..jatuh dan pecah". V,membela dirinya sendiri.
"Ya sudah,ganti sama sabun batangan saja bos. Biar ada bolong-bolongnya,hihihi...canda bos". Sahut Frans, seketika V berdiri dan menatap tajam ke arah Frans.
"V,duduk". Perintah Sarah,yang membela Fran. Tentu saja, Frans tersenyum merekah.
"Bisa diam,gak..!! Gak usah,banyak bacot". Bentak V,yang sudah geram terhadap sekertaris pribadinya itu.
"Ada-ada saja,kamu mengatai bos seperti itu". Sarah, menggeleng kepalanya. "Lalu,kamu kapan menikah? Usiamu, lebih tua dari V. Mana Wanitanya, kenalin sama ku. Aku,ini adalah pengganti ibumu Frans". Tunjuk Sarah, langsung.
"Huuuuuu.... Sok belagu, ngatain ku tidak perjaka. Bilang saja,milikmu sudah berkarat". V,meledek Frans. rasakan kau,kena getahnya. Mamam tu, ejekkan mamah.
Jacqueline dan Melda, cekikikan tertawa mendengar ucapan dua pria itu.
"Jangan lama-lama,kamu juga memikirkan masa depan dan membangun keluarga Frans. Jangan selalu,mengabdi di keluarga Fernandez. Kami, sudah menganggap mu sebagai anggota keluarga. Kamu paham,kan". Ucap Sarah,yang di angguki oleh Frans.
"Terimakasih, nyonya. Memang untuk saat ini,belum ada wanita yang di dekati". Jawab Frans, tersenyum. Bisakah,jangan membahasa tentang ini. Aku,aku tidak bisa beralasan apapun.
"Ya sudah, lihat-lihat foto ini. Sekaligus,kamu juga berkencan dengan wanita yang ada di foto ini". Sarah, langsung memberikan beberapa foto wanita cantik kepada Frans. Siapa tahu, ada yang cocok dengannya. Kasian, orangtuanya sudah lama mengabdi di keluarga Fernandez. Sekarang, berlanjut dengan anaknya.
__ADS_1
Frans,juga terbilang kaya raya. Walaupun,dia seorang sekretaris pribadinya V dan mengabdi kepada keluarga Fernandez. Dia, memiliki beberapa saham di perusahaan Fernandez.
"Astaga,baru menyentuh foto wanita cantik. Tanganmu, sudah gemeteran Frans. Kamu,normalkan". Tanya V,tanpa ba-bi-bu lagi.
Sontak membuat Frans, nampak berwajah dingin. "Bos,aku normal. Mentang-mentang, tidak pernah melihatku dekat dengan wanita manapun. Ketahuilah, bibirku sudah tidak suci lagi. Ada wanita tidak tahu malu, mengambil ciuman pertama ku". Gerutu Frans,akan tetapi matanya melirik ke arah Melda. Sekaligus, aku akan membuat Melda masuk ke perangkap ku.
"Kamu,kamu serius". Tanya V, tentunya terkejut mendengar perkataan Frans. Siapa wanita,itu? Jangan-jangan Melda,karena dia yang selalu mengerjai Frans.
"Terus,terus...siapa wanita itu, katakan kepadaku". Sahut Sarah,yang penasaran. Nah,nah... keliatan belangnya, Frans.
Akan tetapi Jacqueline,malah menyenggol lengan Melda.dia menaruh rasa curiga,kepada Melda. Hanya Melda,yang seringkali mengerjai Frans.
"Yah... masalahnya, wanita itu. Hemmm... tidak mau, bertanggung jawab nyonya. Jadi, lupakan saja". Jawab Frans, tersenyum kecil.
Sarah,hanya mendengus dingin mendengar jawaban Frans. "Ada-ada saja,kalau dia gak mau bertanggungjawab. Langsung saja,di hamili".
"Hahahhaahaha...benar, Frans. Biar tahu rasa, perutnya bunting besar. Kalau kamu, bertemu dengan wanita itu lagi. Sekaligus saja,tarik di ke atas ranjang dan langsung masukin kecebong import mu. Biar wanita itu, tidak lepas lagi". Tegas V,akan tetapi matanya melirik ke arah Melda. Rasakan kau,kena getahnya.
Melda,hanya membuang muka. Seakan-akan, dia tidak bersalah. Astaga, kenapa aku kena imbasnya? Jangan sampai, Huda mendengar pembicaraan mereka ini.batin Melda, ingin sekali dia menghilang.
"Wahhh... makasih,bos. Sarannya,akan aku lakukan nanti. Biar dia, mendapatkan efek jera". Kekehnya Frans, membuat Melda terkejut mendengarnya. "Gak sabar, memasukkan kecebong import ku".
"Jangan lupa,di nikahin langsung jangan sampai jadi kecebongnya". Sahut Sarah, menggeleng kepalanya.
"Mah,kenapa menyarankan seperti itu. Masa melakukan hubungan itu,belum nikah sih? Jangan ngadi-ngadi,mah. Frans,memang cerdas hal apapun. Masalah begituan,dia bodoh". Kata Jacqueline, terheran mendengar ucapan Sarah.
__ADS_1
"Lah,biar Frans cepat punya keluarga sayang. Kalau tidak seperti itu, sampai kapan". Jawab Sarah, tersenyum. "Tenang saja, Frans seorang pria bertanggung jawab. Mamah, mempercayai dirinya".
Jacqueline,hanya diam dan menatap ke arah Melda. lalu,dia senyum-senyum sendiri. Melda, sudah berwajah masam sekali. Apa lagi Frans, menyunggingkan senyum liciknya.