
Pagi hari yang cerah, menyinari semesta alam.
Jacqueline,tak henti-hentinya memandang wajah tampan Suaminya. Tangannya,yang lentik mengelus-elus wajah tampan yang masih terlelap tidur.
Selamat pagi,sayang. Sebentar lagi,kamu akan menjadi seorang ayah. Batin Jacqueline, tersenyum manis.
"Hemmm...kau, sudah bangun. Tidak lelah kah,malam tadi". Lirih V, masih memejamkan matanya. Tangannya, melingkar di pinggang sang istri.
"Selamat ulangtahun, suamiku tersayang. Mau, hadiah apa dariku? Aku, sempat bingung memilih hadiah yang pas". Kata Jacqueline, mengubah posisinya.
"Hoaaammm...Aku tidak,ingin ada kue dan pesta. Yang aku inginkan, semoga istriku sehat dan tidak meninggalkan ku". Ucap V, tersenyum manis.
"Hehehehe....Jadi ini, alasannya aku berhenti bekerja. Takut,dia culik berondong istrinya". Kekehnya, Jacqueline mencubit pipi suaminya.
"Karena istriku, sangat cantik dan seksi. Tentu saja,aku sangat khawatir kehilangan mu". V, mengecup kening istrinya.
Jacqueline,hanya tersenyum dan tertawa renyah. "Terimakasih,".
"Sial, badanku pegal-pegal sekali. Rasanya,malas untuk bangun tidur. Apa lagi,mandi sepagi ini". Gerutu V, berlahan menuruni ranjang.
"Tumben,malas mandi. Biasanya, suruh-suruh aku untuk cepat-cepat bangun dan mandi" kata Jacqueline, tersenyum.
"Tidak,tahu. Akhir-akhir ini, aku sangat malas-malasan. Bahkan, kemarin sudah membuat harga diriku malu. Apa lagi,di depan kolega rekan bisnis. Waktu itu, seorang mempresentasikan pekerjaan. seakan-akan,melodi yang di putarkan. Eeee... Akunya,malah molor tidur di kursi. Entah, kantukku tiba-tiba datang. Brengseknya lagi, Frans malah membiarkan aku tertidur. sampai orang lain, tidak ada di ruangan itu". V, menceritakan kesialannya. Dia, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Akan tetapi, Jacqueline malah cekikikan tertawa. Akhirnya,Aarav Fernandez melakukan hal memalukan sekali. Tidak memperdulikan,wajah suaminya yang Cemberut.
Braakkkk....
V, langsung menutup pintu kamar mandi. Begitu sangat keras, Jacqueline melonjak terkejut. Karena suaminya, tiba-tiba ngambek.
"Eee...kak V,merajuk kah? Apa, gara-gara aku mentertawakan dirinya. Astaga, dia benar-benar seperti orang hamil. Sangat, sensitif terhadap apapun". Gumam Jacqueline, menggeleng kepalanya.
Jacqueline, merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tangannya, mengotak-atik ponselnya.
Sebuah pesan masuk, menjadi pusat perhatiannya. [Aku Laura, bisakah kita bertemu. Ada sesuatu,yang aku ceritakan tentang Kiara]
Deggg....
[Maaf, aku tidak bisa. Aku, sibuk dengan urusan ku].
Jacqueline, berhati-hati dengan Laura. Selagi,dia bisa menghindari.
__ADS_1
Cukup lama, Jacqueline menunggu balasan dari Laura. Namun, tidak ada balasannya.
Ceklekk....
V, sudah selesai mandinya dan memakai pakaiannya. Setelan pakaian kerjanya, sudah di sediakan Jacqueline.
"Sayang,kamu ngambek". Jacqueline, memeluk V dari belakang.
"Tidak,tertawa lah sepuasnya". Jawab V, dengan dingin. Dia, juga melepaskan pelukan istrinya.
"Hmmmmm... maafkan aku,aku tidak bermaksud apa-apa". Rengeknya, Jacqueline bergelut manja di lengan V.
"Berhentilah, tertawa lah sepuasnya. Jangan,ganggu aku". V, membentak keras kepada istrinya.
Sontak membuat, Jacqueline terkejut dan mulai menjauhkan dirinya. Sekuat tenaga menahan, air matanya jangan jatuh Sekarang.
"Kita pisah, ranjang". Kata Jacqueline, sebelum masuk kedalam kamar mandi.
"Terserah, kekanak-kanakan". Jawab V, dengan keras. Huuuuu.... haruskah,aku melawan perkataannya.
"Oke,awas rengek-rengek minta bukain". Teriak Jacqueline, menantang suaminya. Aku yakin, kamu akan bermohon-mohon kepada ku.
"Ck,tak sudi aku". sahut V, langsung dan keluar dari kamar. Dia, mengira aku tidak berani dengan ancaman mu ha? Lihatlah,siapa yang merengek-rengek.
Sedangkan V, menuruni anak tangga dan menuju meja makan. sepertinya,dia sana ada kedua orangtuanya, Frans dan Melda. Mereka, sarapan pagi bersama.
Mereka berempat, memandang wajah V. Yang nampak kusut dan suram. Dia, menghabiskan secangkir susu dan menggigit buah apel. Setelahnya,baru pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah katapun.
Melihat kelakuan V, membuat yang lainnya. Hanya melongo dan tidak berani bertanya apapun.
"Fraaanssss......". Teriak V, begitu keras.
Frans, langsung tergesa-gesa menghabiskan minumannya dan kabur. Sudah pasti,V marah-marah tidak jelas. Akhir-akhir ini,V sangat sensitif terhadap apapun.
"Eeeee... hati-hati". Kata Melda, melihat Frans hampir tergelincir saat berlarian.
"Sepertinya,V tengah ada masalah dengan Jacqueline". Ucap Sarah,dia mencurigai gerak-gerik anaknya.
"Masalah itu, Melda pamit dulu". Melda,mencium punggung tangan Sarah dan Irfan secara bergantian.
"Berhati-hati". Ucap Sarah, tersenyum.
__ADS_1
"Jangan ngebut-ngebutan,pelan saja". Kata Irfan, memeringati Melda.
"Iya,". Jawab Melda,yang sudah mulai jauh.
*****************
"Bagaimana, kondisi mu". Tanya V,saat ini tengah ada janjian dengan Laura.
Sebenarnya,V ogah untuk menemui Laura di restoran ternama. Demi membuat sang istri cemburu,dia nekat menemui Laura.
Tentu saja,V menyuruh seseorang untuk merekam momen pertemuan mereka. Lalu,di kirimkan ke Jacqueline. Dia, ingin balas dendam dan bagaimana respon istrinya.
"Hampir berbulan-bulan,aku sudah pulih kembali". Jawab Laura, tersenyum kemenangan.
"Maaf, aku terlambat datang. Karena jalanan, sangat macet". V, melonggarkan dasinya.
"Ini adalah, hadiah kecil untukmu. Selamat ulangtahun,V. Jujur,hatiku sangat sakit. Di saat, mengetahui jika kamu menikah dengan Jacqueline. Aku, tidak bisa berbuat apa-apa". Laura, memberikan sebuah kado kecil.
"Terimakasih, sudah menyempatkan waktu untuk mencari kado untukku". Kata V, tersenyum kecil.
"Aku, sangat bersedih atas kematian Yoshi. Apa lagi, semua orang-orang tahu! Bagaimana, kepada ku yang syok berat". Laura, berakting dalam perannya. tentu saja,air mata mengalir deras di pipinya.
V,hanya menghela nafas panjang. Ck,dia mengira aku akan memeluknya dan menghapus air matanya juga. Astaga, wanita ular memang pandai dalam aktingnya. Batin V, dia mengambil menu makanan di meja.
"V,kamu mau mesan makanan? Tapi,di meja ini aku sudah berusaha memesankan untuk mu. Apa,kamu tidak mempercayai aku. Atau,kamu berpikiran bahwa ada racun". Laura, langsung memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya. Sial,air mataku tidak bisa meluluhkan simpatinya. Apa lagi,dia ingin memesan makanan baru.
"Aku, mengubah selera makanan". Jawan V, dengan Singkat. Tentu saja, di memesan makanan yang terbuat dari mie. Minumannya,juga yang aneh-aneh.
Laura, mengerutkan keningnya saat V memesan menu makanan.
"Sejak kapan,kamu menyukai mie". Tanya Laura,yang kebingungan.
"Sudah lama,aku memang mengubah selera makanan ku. Apa lagi,mie Ramyeon sangat menggoda untuk ku". Kedip mata,V.
Wajah Laura, sudah kesal. Gagal, semuanya gagal. Dia, mengepalkan kedua tangannya. "V, coba kamu cicipi salad ini. Bukankah,kamu menyukai salad". Laura, menyodorkan sendok yang berisi salad buah.
"Tidak,lagi. Aku,malah menyukai salad sayur. Kamu, makanlah. Sini,aku suapin". V, langsung mengambil alih salad buahnya dan dia menyodorkan ke arah Laura.
"Eee... Ak-aku, tidak menyukai salad". Tolak Laura, langsung.
"Oh,apa yang ini. pasti enak, sini aku suapin". V, menyodorkan sendok yang berisi pudding cake kepada Laura. Laura,masih menolaknya juga.
__ADS_1
Seseorang tengah merekam, momen mereka. Sudah pasti, membuat Jacqueline terbakar api cemburu. Akankah Jacqueline, berbuat sesuatu atau tidak.