
Hari demi hari berlalu,tinggal dua hari lagi pernikahan V dan Laura.
Jacqueline, nampak galau dan duduk di balkon kamarnya.
Persiapan pernikahan mereka, sudah selesai. Tentu saja,dua keluarga besar tengah berbahagia dengan acara pernikahan V dan Laura.
Sudah beberapa hari ini, Jacqueline mulai menjauhkan diri dari V. Entah, perasaannya campur aduk.
Tepat malam ini, keluarga Fernandez tengah mengadakan pesta besar-besaran di mansion.
Jacqueline,tampak cantik menggunakan gaun pesta berwarna navy. Dia, seperti putri yang menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.
Tentu saja,tamu yang hadir dalam pesta ini. Tak sembarang orang,banyak rekan bisnis dan para artis terkenal juga. Banyak lagi,orang penting lainnya.
"Maukah berdansa dengan ku". Ucap dua pria, bersamaan dan mengulurkan tangannya. Untuk mengajak Jacqueline, berdansa.
Sontak membuat Jacqueline,jadi serba salah. Karena Jacob dan Yoshi,secara bersamaan mengajaknya berdansa. "Bagaimana,ini? Masa iya,aku berdansa dengan mereka.
"Tuan Yoshi,". Jacob,juga tak kalah kagetnya. Karena Yoshi, seorang sutradara. Malah,mengajak kekasihnya berdansa.
"Jacob, kau...". Yoshi, terkejut melihat sesosok pria tengah mengajak Jacqueline berdansa. Yoshi, sangat mengagumi akting Jacob tak bisa di ragukan lagi. Apa,benar? Mereka memiliki hubungan, secara diam-diam. Batin Yoshi,dia menaruh rasa curiga.
"Apa kalian, memiliki hubungan lainnya". Tanya Yoshi, tatapannya tak teralihkan dari Jacob.
Begitu Jacob, menaruh rasa benci dengan Yoshi. "Kalau iya,kenapa? Bukan, urusan anda kan".
Dari kejauhan V, ingin menghampiri mereka. Akan tetapi, Irfan langsung menghentikan anaknya. "Jangan ke sana,aku tahu. Jika kamu, ingin merusak pesta ini. Diamlah,jangan ikut campur dalam urusan Jacqueline".
V,nampak geram dengan dua pria itu. Mereka, saling merebut Jacqueline di tempat umum. Orang-orang sekitar, tercengang melihat kejadian tersebut.
Sudah pasti, para tamu berbisik-bisik.
"Hehehehe... permisi, Jacqueline akan berdansa dengan ku". Melda, tiba-tiba menerobos diantara dan menarik lengan Jacqueline.
"Eeeeeh... Melda,kamu...". Jacqueline, terkejut karena Melda mengajaknya berdansa.
Jacob dan Yoshi, terdiam dan langsung menjauhkan diri masing-masing.
Huda, langsung memberikan kode kepada Jacob. Agar mereka, bisa berdansa dengan pasangan masing-masing.
__ADS_1
Jacob, tersenyum dan mengangguk. Benar saja,Huda menarik tangan Melda dan berdansa.
Sedangkan Jacob,menarik tangan Jacqueline. Mereka, berdansa dengan alunan musik romantis.
Sarah dan Irfan, nampak bahagia melihat mereka. v dan Frans, nampak berwajah masam sekali. Tepuk tangan,dari para tamu undangan.
Karena mereka berdua, tengah di awasi oleh Sarah dan Irfan. Sehingga, tak bisa berbuat apa-apa.
Jacqueline dan Melda,bersama pasangan masing-masing. Terlihat, sangat romantis setiap gerakan dansanya.
V,hanya berdecak kesal dan mengepalkan kedua tangannya. Tangannya,tak sabar menghajar pria itu.
"Bolehkah,malam ini temani aku. Besok,aku akan pulang". Bisik Jacob,yang memeluk erat Jacqueline.
Saat ini mereka,tengah di balkon kamar Jacqueline. Mereka, meninggalkan pesta di bawah. Sesekali, Jacob mencium jenjang leher Jacqueline.
"Tidak bisa,nanti kita mendapatkan skandal buruk". Jacqueline, membalikkan badannya dan berhadapan dengan Jacob.
Cup...
Jacob, mengecup bibir Jacqueline. Walaupun,hanya sekilas saja. "Aku ingin, menikahi mu. Tapi, untuk sekarang tidak bisa". Ucap Jacob, wajahnya terlihat sedih.
"Hemmm...aku akan, selalu berdoa agar kekasihku. Selalu bahagia,bersama suaminya". Jacob, tersenyum kecil.
"Benarkah,apa hatimu ikhlas.hemmm...saat aku, menikah dengan pria lain". Tanya Jacqueline, melingkarkan tangannya di leher Jacob.
"Yah... aku akan ikhlas,tapi...jika suamimu, menyakiti dirimu. Aku akan, sigap menerimamu sayang". Jacob, tersenyum lalu menyambar bibir Jacqueline.
Jacob, memang sangat mencintai Jacqueline. Akan tetapi,demi kebahagiaannya. Dia,rela berpisah dengan sang kekasih.
Di sudut lainnya, seseorang tengah mengintip kemesraan mereka berdua. Ada sorotan mata tajam,menaruh rasa amat benci.
***********
[Jacqueline, bisakah kamu datang. Ly, tidak mau makan denganku. Dia, ingin sekali disuapi olehmu. Bisakah, kamu membantuku. Ly, tengah sakit dan badannya sangat panas] Tuan Yoshi.
Jacqueline, langsung bergegas turun ke bawah. Karena dia, ingin pergi kediaman Yoshi.
Di mansion,nampak sangat ramai sekali. Saat melewati Sarah, Jacqueline menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Mah,aku mau pergi. Ly,tidak mau makan. Kalau,bukan aku yang menyuapinya. Melda,juga pergi bersama kak Huda. Aku berangkat,bersama sopir saja. Kalau, Melda sudah datang. Beritahu dia, secepatnya menyusul ke sana". Pinta Jacqueline,kepada Sarah.
"Baiklah, hati-hati di jalan. Mamah,akan menyampaikan kepada Melda". Sarah, tersenyum.
Barulah Jacqueline, pergi dan melambaikan tangannya ke arah Sarah.
Ciiiiiiiiitttttt....
Di pertengahan jalan, Jacqueline di hadang oleh seorang wanita cantik.
"Nona,jangan...". Sang sopir, menghentikan langkah Jacqueline keluar.
"Tidak apa,aku akan menghampirinya sebentar". Jacqueline,keluar dari mobil dan menghampiri wanita tersebut.
"Maaf,aku mencegah mu. Sebenarnya,ada sesuatu yang harus aku lakukan. Bolehkah,kita duduk di sana". Wanita itu, menunjukkan tempat duduk. Sebuah bangku kayu, lumayan panjang.
Jacqueline,hanya mengangguk dan mengekor dari belakang.
"Maaf,namamu Sunita Williams kan. Ibu kandungnya, Lyodra Yin". Tanya Jacqueline,dia sedikit mirip dengan Ly.
"Tepat sekali,aku ibunya. Kau tahu,apa yang terjadi antara aku dan Yoshi. Sehingga,kami bercerai". Wanita itu, tersenyum kecil.
"Aku tidak tahu,tidak pernah bertanya-tanya mengapa kalian bercerai". Jacqueline,tak ingin ikut campur dalam urusan orang lain.
"Yoshi,pria yang baik. Sangat baik,tapi temperamental sangat bahaya. Dulu,aku sering di pukulnya. Membuatku,tak sanggup bertahan. Kemungkinan,ada masalah dalam pekerjaannya. Dia,sering meluapkan emosi kepada ku. Setelah,puas menghajarku habis-habisan. Dia,dia meminta maaf dan menjadi suami yang baik. Aku tahu,kamu dekat dengannya kan. Bukan maksudku, untuk menjauhkan diri mu. Tetapi,aku hanya memberitahu saja. Terserah,kamu saja". Sunita, tersenyum manis. "Terimakasih, mencintai anakku dengan sepenuh hati mu".
"Sama-sama, anakmu sangat imut dan cantik". Jacqueline,hanya bimbang saat mendengar ucapan Sunita.
"Aku permisi, dulu. Maaf,menganggu ketenangan mu". Sunita, pergi meninggalkan Jacqueline. Ada senyum kecil, di sudut bibirnya.
Jacqueline, dengan langkah pelan. Tapi, niatnya untuk kediaman Yoshi di urungkannya. "Pulang saja,pak". Perintah Jacqueline,sang sopir langsung putar balik.
[Tuan Yoshi,maaf aku tidak bisa datang. Di mansion, sangat ramai berdatangan keluarga. Aku, sedang sibuk menyiapkan segalanya].
Jacqueline, langsung mengirim pesan kepada Yoshi. karena dia, tidak jadi kediamannya.
Ting....
[Jacqueline,kenapa seperti ini? Anakku, sedari tadi mengharapkan kedatangan mu. Ayolah,hanya sebentar saja. Mereka,pasti memaklumi mu].
__ADS_1
Jacqueline, mengerutkan keningnya saat membaca pesan. Apa benar,tuan Yoshi temperamental? Sepertinya,memang benar. Batin Jacqueline,dia tidak berniat untuk membalas pesan dari Yoshi.