BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Menetap


__ADS_3

Jacqueline, menatap dua penculik itu secara bergantian.


"Kalian tidak,tahu? Siapa aku,ha". Tanya Jacqueline, sambil menunjuk ke arahnya. Dua penculik itu,hanya geleng-geleng kepala. "Astaga,sama sekali tidak tahu? Namaku Jacqueline Fernandez, seorang model terkenal dan keturunan keluarga Fernandez. Jika, kalian menculikku sudah pastilah uang tembusannya sangat banyak. Berapapun,yang kalian pinta". Jacqueline,tak segan-segan memberitahu siapa dia.


Namun Jacqueline,hanya menganga lebar. Dua penculik itu, benar-benar tidak tahu sama sekali. "Astaga,kalian memang penculik bodoh. Berikan,aku ponsel kalian. Akan aku tunjukkan,yang sebenarnya".


Penculik itu, langsung memberikan ponselnya. Seakan-akan, menuruti perintah Jacqueline. "Baguslah, menuruti perkataan ku. Ngomong-ngomong, siapa namamu? Lalu,kenapa kamu di culik". Tanya Jacqueline, penasaran.


"Namanya Tiara,dia lari dari juragan sapi. Kami adalah anak buah,sang juragan Tarjo. Ayahnya, memiliki hutang dan tak mampu membayarnya. Terpaksa,dia harus menikah dengan juragan Tarjo dan menjadi istri keduanya". Ucap sang penculik,yang memiliki kumis tebal.


"Apakah,yang mereka katakan benar". Tanya Jacqueline, penasaran dengan ucapan penculik ini.


"Benar,". Jawab Tiara, mengangguk kepalanya.


"Berapa hutangnya, beritahu aku. Akan aku lunasi, semuanya". Tegas Jacqueline,tak luput memberikan tatapan tajam.


"Ck,sok belagu segala. Jangan aneh-aneh Nona,apa mau menjadi istri juragan Tarjo yang ketiga". Delik mata,sang penculik itu.


"Kau, menantang ku ha? Baiklah, temukan aku dengan juragan mu itu". Jacqueline,malah menantang mereka.


"Baiklah.....


Braakkkk.....


"Aaakkhh....". Jacqueline dan Tiara, terkejut saat mobil yang di tumpangi mereka. Ada sesuatu,yang menabrak.


Dua penculik dan satu sopir, langsung keluar dari mobil.


Anak buah V, langsung menangkap para penculik itu. Sangat mudah, untuk di lumpuhkan.


" Jacqueline,". Ucap V, saat melihat adik angkatnya keluar dari mobil.


"Kau tidak apa-apa? Kami, sangat mengkhawatirkan keadaan mu". Melda, langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.


"Lebay, banget sih..! Aku gak papa,kali". Jacqueline, melerai pelukan dari Melda.

__ADS_1


"Terimakasih, Nona. Sudah, membantuku". Tiara, tersenyum manis.


"Tiara, berapa hutang orangtuamu. Katakan, aku akan membayarnya". Jacqueline, merasa iba kepada Tiara.


"Lima puluh juta, nona. Aku hanya sebatang kara, tidak ada orangtua lagi". Wajah cantik Tiara, memperlihatkan kesedihan yang di alaminya.


Jacqueline, sepakat untuk membayar hutang-hutangnya Tiara.


Look


Tiara, sungguh senang hati atas bantuannya. Dia,juga di bawa V untuk bekerja di tempatnya.


Entah kenapa,V langsung mengajak Tiara bekerja bersamanya. Jacqueline,hanya menyunggingkan senyumnya.


Apa benar,kak V tidak mencintaiku? Buktinya saja,dia tidak mengkhawatirkan keadaan ku saat ini. Apa kak V,masih marah kepadaku. Sudahlah, jangan membahas tentang ini lagi. Sama saja, membuatku semakin bodoh dalam cinta. Batin Jacqueline,masuk kedalam mobil yang berbeda dengan V.


*********


Besok harinya,V tak segan-segan mengajak Tiara untuk pulang ke luar negeri.


Kakak angkatnya, tiba-tiba pulang tanpa memberitahu kepadanya. Ada hantaman batu,di hatinya. Tiara, bagaikan penghalang antara dirinya dan V.


Siang dan malam, pikiran Jacqueline tak karuan saja. Setiap,dia mengingat V dan Tiara.


Bahkan,dia tidak bersemangat untuk balas dendam lagi. "Tidak,aku tidak boleh lemah seperti ini. Jacqueline,kamu harus bisa. Itu harus, lupakan semuanya". Gumam Jacqueline, menghapus air matanya dengan kasar.


"Jacqueline, maksud kamu apa? Kenapa, tiba-tiba berubah seperti ini". Melda, terkejut mendengar ucapan Jacqueline.


"Apa yang aku, ucapan benar. Aku tidak akan,pulang ke mansion itu lagi. Aku ingin tinggal di sini,di sini adalah tempat kelahiran ku Mel. Aku akan, mengembangkan karirku di sini. Jika kamu, tidak mau? Silahkan, pulang saja. Aku tidak masalah,kamu tinggalkan. Secepatnya,aku bisa mendapatkan pengganti mu". Jacqueline, merasa tidak nyaman. Jika terus-terusan, berlindung di balik keluarga Fernandez.


"Aku sahabatmu, tanpamu tidak apa-apa. Kau benar Jacqueline, seharusnya kamu lakukan dari dulu. Jangan satu atap, dengan orang yang kita cintai. Itu, sangat sulit untuk melupakan. Tenanglah,aku akan selalu bersama mu. Kau yakin, mengubah semaunya". Melda, selalu mendukung apa yang di pilihan Jacqueline.


"Terimakasih,kamu selalu mendukungku". Jacqueline, menangis dan memeluk sahabatnya.


"Tapi, bagaimana papah Irfan dan mamah Sarah". Tanya Melda, sudah pasti mereka tidak mengizinkan Jacqueline. Untuk tetap, tinggal di sini dan meninggalkan marga Fernandez.

__ADS_1


"Kau salah, Melda. Aku sudah bilang,dari awal dengan merek. Mereka, membebaskan diri ku. Akan tetapi, mereka semakin ketat menjaga ku. Walaupun, dari kejauhan". Jacqueline, sudah mendapatkan izin dari orangtua angkatnya.


"Berarti, semua job ini kita terima". Tanya Melda, dengan senyuman sumringah. Langsung saja, Jacqueline mengangguk kepala. "Baiklah, waktunya kita bekerja dan balas dendam". Ucap mereka bersamaan, seakan-akan tidak terbebani oleh apapun.


************


Di belahan bumi lainnya, tepat di mansion Fernandez.


Irfan dan Sarah, menahan tawanya karena sang anak tak bisa membawa pulang Jacqueline.


"Bukankah,kamu ingin membawa Jacqueline pulang? Tapi,kenapa membawa wanita lain ke mansion ini". Tanya Sarah, tersenyum smrik.


"Mah,aku merasa tidak perlu lagi. Untuk terus, mengikat Jacqueline. Aku membebaskan dirinya, asalkan dia tidak melewati batas. Kenalkan,dia Tiara akan bekerja di mansion ini". Ucap V, dengan ekspresi wajah dingin.


"pelayan, tolong bawa dia kebelakang". Pinta Irfan, dan Tiara mengikuti langkah pelayan itu.


"V,satu hal yang ingin beritahu kepadamu. Sebenernya....". Ucapan Sarah, secepatnya di hentikan oleh suaminya. "Kenapa,mas? V,harus tau".


Irfan, langsung menggeleng pelan. "jangan,V belum saatnya tahu" bisik Irfan, membuat V semakin besar penasaran dan kecurigaan terhadap kedua orangtuanya.


"Jangan-jangan,kalian ingin menjodohkan Jacqueline". V, langsung menebak pikiran kedua orangtuanya. Membuat Irfan dan Sarah,merasa lega dengan tebakan anaknya.


"Iya, sebenarnya itu yang ingin mamah katakan. Tapi, papahmu tidak setuju dengan mengatakannya sekarang kepadamu". Alibi Sarah, langsung tersenyum kecil.


"Kenapa,papah mamah selalu menginginkan Jacqueline menikah? Umurnya terbilang sangat muda,mah,pah. Tidak perlu, secepat itu menikahkan Jacques". V, bingung dengan jalan pikiran orangtuanya.


"Bukan mamah dan papah,yang ingin Jacqueline menikah cepat. Tetapi, permintaan Jacqueline sendiri. Kemungkinan,dia tak ingin membebani pikiran kami. Kalau dia menikah, otomatis suaminya yang bertanggung jawab. Kami,lepas dari tanggung jawabnya". Jawab Sarah, langsung.


"Apa...?? Jacqueline, sendiri yang minta". V, langsung terkejut mendengar ucapan ibunya. V,malah mengusap wajahnya dengan kasar. "Ck,bilang saja sudah tidak tahan". Gerutu V, menggeleng kepalanya.


"Jacqueline, ingin memberikan kami cucu imut-imut. Yakan,mah". Kekehnya Irfan, tersenyum kecil.


"Hahaha..benar sekali,pah. Gak sabar,nimang cucu ". Sarah,nampak senang hati. "Sudah pasti, mansion ini akan rame dengan keberadaan anak-anak Jacqueline".


Membuat V, semakin terdiam membisu. Otaknya terpengaruh, dengan ciuman mereka di kolam renang. Seakan-akan, tidak bisa hilang dari ingatannya. Hatinya, semakin gelisah saat Jacqueline meng-upload sebuah gambar. Terbilang sangat terbuka, pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2