
"Nona,tolong lepaskan pelukkannya. Tidak enak,kalau ada yang melihat kita. Apa lagi,nona seorang model terkenal". Frans, seakan-akan tertekan saat ini.
Dengan langkah hati-hati, takutnya ada seseorang yang melihat mereka.
"Fiuuhhh... syukurlah, kalau tidak ada melihatnya. Akhirnya,aman". Frans,bisa merasakan lega Karena sudah sampai di ruang kerjanya.
Jacqueline, tetap saja memeluk erat tubuh Frans. Dia,masih menangis kesegukan.
"Nona, bisakah kamu melepaskan pelukannya? Ada telpon,nona. Kemungkinan dari bos,atau karyawan kantoran". Frans, berusaha melepaskan pelukan Jacqueline.
"Frans, diamlah. Aku,butuh pelukkan. Kalau bisa, ciuman juga". Rengek Jacqueline,memang suka menjahilinya.
Frans, hanya menggeleng kepalanya. "Nona, jangan bercanda dengan ku. Aku, sedang banyak pikiran dan pekerjaan".
Jacqueline, tersenyum dan hatinya mulai tenang. Saat mendengar,rengekan Frans. "Tidak mau, cium aku dulu. Baru aku, lepaskan". Senyum manis, Jacqueline.
Bagi Frans, senyuman manis Jacqueline adalah senyuman mematikan. "Tidak, jangan seperti ini nona. Ayolah,jangan sampai ketahuan bos".
Frans, berusaha melepaskan diri dari pelukkan Jacqueline. Bukan hanya pertama,di perlakukan Jacqueline seperti ini. Memang sudah sering,di kala suasana hati Jacqueline buruk.
Frans,hanya pasrah menerima dan mendapatkan getahnya juga. Apa lagi,bogem mentah mendarat di wajahnya.
Frans, mengangkat tubuh Jacqueline dan terduduk di meja kerjanya. Berharap,bisa lepas dari pelukkan Jacqueline.
Akan tetapi, posisi mereka sangat intim. Saat Jacqueline,menarik dasi dan malah menindih tubuh Jacqueline.
Sontak membuat Frans, gemeteran sudah. Apa lagi, menatap wajah cantik Jacqueline. Sekuat tenaga, untuk mengontrol dirinya.
Jacqueline,malah menantang dan mengelus-elus punggung Frans. Tangannya, sudah melingkar di leher Frans.
Dress selutut Jacqueline, terangkat karena pergerakan Frans.
Karena tubuh Frans,di himpit kedua kaki Jacqueline. Kini Frans, benar-benar terkunci dan mulai menenangkan perasaannya.
"Nona, jangan seperti ini. Takutnya,ada seseorang yang melihat dan salah paham". Frans, merasa gugup dan jantungnya berdegup kencang.
__ADS_1
"Frans,kalau mereka mengira melakukan hubungan itu. Gak masalah,aku menikah dengan mu. Kamu, sangat tampan, memiliki tubuh kekar dan Kaya raya. Aku tahu,kamu sudah lama mengabdi kepada keluarga Fernandez. Ayolah, jangan memikirkan hal lainnya... ingin sekali,aku memakan mu". Kata Jacqueline, nampak gemes melihat Frans tekanan batin karena dirinya.
Frans, seakan-akan seperti perempuan polos yang ingin di makan habis-habisan.
"Aku, tidak menyangka jika kamu benar-benar polos Frans. Pantesan saja,kamu tidak pernah dekat dengan seorang perempuan. Baru seperti ini, tanganmu sudah gemetaran". Kekehnya Jacqueline, mendekati dada Frans. "Astaga,jantung mu berdegup kencang. Hahahahha.... Astaga, Frans...kau,jangan bilang masih perjaka....kau,imut sekali di saat malu".
Jacqueline, mendorong tubuh Frans dan tak lagi menghimpitnya. "Nona,jangan memancing reaksi ku". Geram Frans,terus mendengar gelak tawa Jacqueline.
Karena gelak tawa, Jacqueline. Seseorang,di balik pintu menjadi penasaran dan membukanya.
"Apa,yang kalian lakukan ha". Tanya V, yang masih di ambang pintu.
Jacqueline,terperanjat melihat kedatangan V dan memundurkan langkahnya. Akan tetapi,kakinya mengenai sofa dan menarik dasi Frans.
Dan terjadilah, Frans jatuh di atas tubuh Jacqueline. Untuk saja, Jacqueline jatuh di atas sofa.
Mata V, membulat sempurna melihat adegan Frans dan Jacqueline.
"Fraaanssss... menjauhlah, dari tubuh adikku". Teriak V, dengan suara menggelegar seisi ruangan.
"Tidak apa,aku malah senang. Terimakasih, atas semuanya. Aku,merasa lebih baik". Jacqueline, tersenyum manis.
"Kalian, ngapain berduaan ha? Kamu, kenapa tidak pulang". Bentak V, menarik lengan Jacqueline agar lebih dekat dengannya.
"Apaan,sih? Gak usah, pegang-pegang". Jacqueline, menghempaskan tangan V dan mendekati Frans.
"Jangan mendekati, Frans. Dia,pria cabul. Aku tadi, menyuruh mu pulang Jacqueline. bisakah,kamu menuruti perkataan ku". V, menarik lengan Jacqueline.
"Gak usah tarik-menarik,segala. Lepaskan,kak. Terserah aku,mau pulang kapan". Jawabnya, Jacqueline. Pandangannya, beralih ke arah lainnya.
"Maaf,aku membuatmu kecewa". Lirih V, memeluk Jacqueline dari belakang. Akan tetapi,V mencium aroma parfum seorang pria. Parfum? Aku yakin, ibu parfum seorang pria. tapi,baunya sangat familiar dengan ku. Jangan-jangan, parfum.
Benar saja,V mendekati tubuh Frans. Bau parfumnya,sama di tubuh Jacqueline.
"kenapa,ha? Memang benar,aku dan Frans berpelukan dengan mesra". Jacqueline,malah mengompori V.
__ADS_1
Sudah pasti, Frans langsung ketakutan dengan tatapan tajam dari V. "Bos,nona yang memelukku".
"Kak, ceritakan semuanya kepadaku. Apa,yang di rahasiakan dan dalam balas dendam kepada mereka. Apa sih, motifnya kak. Kakak, ceritakan kepadaku" rengeknya Jacqueline, bergelut manja di lengan V.
"Cium dulu,aku akan menceritakan semuanya". V, meminta Jacqueline mencium pipinya.
Jacqueline, tersenyum dan mendekati pipi V. Akan tetapi,malah pipi Frans yang di ciumannya. Saat Frans,duduk di seberang mereka.
Sontak membuat tubuh Frans, menegang seketika. Begitu juga V, melotot ke arah Jacqueline dan Frans.
"Haiii..kenapa, mencium Frans? Aku, meminta kamu menciumku". Kini V, memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi Jacqueline.
Jacqueline,hanya terkekeh dan mencoba menghindarinya.
Sial,pipiku ternoda oleh nona Jacqueline. Batin Frans, kedua pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Kenapa, senyum-senyum ha? Senang, adikku menciumi pipimu ha. Cepat, ceritakan semuanya kepada Jacqueline". Perintah V, kepada Frans.
Frans,hanya menghela nafas panjangnya. "Aku,juga kena percikan apinya". Gerutu Frans, dengan wajah datar.
"Kami,mencari bukti tentang kematian Kiara Yu Shin". Ucap Frans, langsung membuat Jacqueline mengerutkan keningnya.
"Kiara Yu Shin? Memangnya,dia siapa? Eeeee...baru dengar". Kata Jacqueline, menoleh ke arah V dan Frans secara bergantian.
"Dia, seorang artis pendatang baru. sekaligus,teman sekolah kami. Kematiannya,satu tahun silam karena bunuh diri. Tetapi,ada beberapa kejanggalan dalam kematiannya". Jawab V, dan Jacqueline manggut-manggut mendengarnya.
"Lalu,kami menyelidiki kasus ini. Ternyata, Yoshi dan Laura terkait dengan kematian Kiara". Sambung Frans, dengan wajah muram.
"Makanya,dari itu kami ingin menekan Yoshi. Tetapi, mereka sepertinya memiliki rencana dan mengetahui segalanya. Mereka, mencurigai dengan penyelidikan kasus kematian Kiara. Terpaksa,aku menjalin kerjasama dengan Sunita". Kata V, masalahnya semakin rumit.
"Oh...tapi, aku bisa membantu balas dendam ini. sepertinya, mereka juga akan membalas dendam kepada kak V dan Sunita. Karena, reputasi mereka hancur. Bahkan, orangtuanya Laura. Mereka, juga tidak se akrab dulu dengan orang tua kita". Ucap, Jacqueline dengan santainya. Apa,iya? Mereka berdua ini, benar-benar balas dendam. Aku,akan menyelidiki siapa Kiara Yu Shin? Satu,yang harus dilakukan dengan cara menemui tuan Yoshi. Tapi, sangat bahagia sekali kalau sekarang.
"Tidak,jangan ikut campur dalam urusan ini. Terlalu bahaya, karena Yoshi membunuh Kiara ada motif penting. sepertinya, Kiara menyimpan sesuatu". V, langsung membantah perkataan Jacqueline. Saat dia, ingin membantu kakaknya balas dendam.
karena kekepoannya, sudah meronta-ronta. Tentu saja, Jacqueline akan menyelidikinya. Sudah pasti, Melda tempat pelariannya.
__ADS_1