BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Perusahaan Indramayu


__ADS_3

Para wartawan,tengah sibuk mengambil momen langka. Dimana Jacqueline,datang du perusahaan Indramayu.


Romi,sudah mengadakan acara penyambutan Jacqueline.


Jacqueline, turun dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan Indramayu. Beberapa bodyguard,yang melindungi Jacqueline.


Wartawan juga pada, ricuh karena kedatangan seorang model terkenal dan terpopuler.


Romi, langsung mengulurkan tangannya dan Jacqueline menyambut dengan hangat.


Sempat-sempatnya Romi, mengecup punggung tangan Jacqueline. Sedangkan empunya,hanya diam dan tersenyum. Akan tetapi di dalam hati, begitu menjijikkan baginya.


"Selamat datang,nona Jacqueline Fernandez. Senang sekali, melihat nona ke perusahaan Indramayu". Ucap Romi, tersenyum sumringah.


"Tentu,Pak Romi. Dengan senang hati,bisa bekerjasama dengan anda". Jawab Jacqueline, tersenyum manis.


"Ayo, kita masuk ke dalam". Romi, langsung membawa Jacqueline ke ruang kerjanya.


Tentu saja Jacqueline dan Melda, mengikuti Romi. Namun di sayangkan,para bodyguard tidak di perbolehkan untuk masuk kedalam.


Sesampai di ruang kerja, Jacqueline dan Melda duduk di sofa panjang.


Seorang Romi, terkenal playboy. Dia, sangat mengagumi kecantikan Jacqueline. Apa lagi, Jacqueline memakai baju ketat dan terbuka. Belahan dadanya, sangat menggoda. Romi, hampir tak henti-hentinya menatap ke arah Jacqueline.


"Pak Romi,bisa kita lanjutkan". Melda, membuyarkan lamunannya.


"Eehh...tentu,tentu. Ini adalah kesepakatan kita,baca dulu". Romi, langsung mengulurkan satu maps kepada Melda.

__ADS_1


Akan tetapi Romi, sempat-sempatnya mengedipkan mata sebelahnya ke arah Jacqueline. Tentu saja Jacqueline, tersenyum manis


"Pak Romi,apa tidak keberatan jika saya menjadi model iklan parfum Anda? apa lagi,anda juga memiliki istri seorang model. Apa istri anda, tidak marah? takutnya, malah jadi salah paham. apa lagi saya,dari keluarga besar Fernandez". kata Jacqueline, mencari-cari informasi tentang kakak tirinya itu.


"Nona Jacqueline, masalah itu. tidak perlu di khawatirkan,saya akan membicarakan tentang ini kepada istri saya. mana mungkin, dia akan menjadi model iklan parfum saya. dia habis operasi sesar, jahitannya masih nampak di perut. apa lagi, postur tubuhnya sangat tidak bagus. tidak seperti dulu, masalahnya istri saya tidak menarik lagi". Romi,malah menjelekan istrinya, sehingga Jacqueline tersenyum puas.


"Oh, pantesan saja. Anda, jauh-jauh mengontrak nona Jacqueline dan membayar mahal". sahut Melda,juga.


"Padahal,saya banyak sekali job di sana. karen bayaran begitu,mahal. dengan rendah hati,saya menerima dengan ikhlas". kata Jacqueline, tersenyum kecil di sudut bibirnya.


"Saya benar-benar, sangat berterimakasih. berkat anda, kemungkinan parfum terbaru ini. pasti akan laku habis terjual,saya akan memberikan bonus tambahan untuk anda". Romi, tersenyum manis. tak henti-hentinya, mengalihkan pandangannya. "Nona, apakah ada waktu untuk makan bersama. anggap saja, untuk merayakan kerjasama kita". pak Romi,tak segan-segan menyentuh punggung tangan Jacqueline.


"Baiklah, sekertaris saya akan mengatur jadwal untuk makan malam kita". Jacqueline,malah mengelus-elus punggung tangan Romi.


Melda, syok melihatnya. selama ini Jacqueline, tidak pernah seperti ini. astagfirullah, apakah Jacqueline akan menjadi seorang pelakor.


Cukup lama mereka membicarakan kerja sama dan akhirnya Jacqueline, meninggalkan perusahaan Indramayu.


"Hahahaha...kau lucu sekali, Melda. Aku akan sedikit,menggoda Romi saja. Kau tahu, pasti istrinya akan marah besar. Bagaimana mungkin, istrinya seorang model. Akan tetapi, sang suami malah menggantikan posisi nya dengan diriku. Hanya sedikit, menggoyahkan rumah tangganya saja". Jawab Jacqueline, tersenyum smrik.


"Astaga, Jacqueline. Kau tahu,apa yang terjadi nantinya. Apa lagi kakakmu, mengetahui akal bulusmu. Bisa-bisa dia,akan menyeret mu pulang". Melda, mengkhawatirkan Jacqueline.


"Hussssttttt....tidak akan,aku mainnya dengan cara mulus. Apa kamu sudah, menerima kerjasama pemilik hotel Berlian. Aku tidak sabar, menemui pria itu. Kekasih kakak tiri keduaku, siap-siap dia akan kehilangan kekasihnya". Jacqueline, menyunggingkan senyum liciknya.


"Jacqueline,ini sangat bahaya dengan karir mu. Apa kata orang dan wartawan nanti,apa kamu tahu? Apa konsekuensi dari, perbuatan mu". Melda,yang baru tahu. Apa rencana Jacqueline, untuk balas dendam kepada mereka.


"Ini hanya permulaan, Melda. Sekedar memancing mereka,biar tahu bagaimana rasanya sakit hati. Aku masih belum tenang,jika dendamku belum terbalaskan dengan tunai". Decak Jacqueline, membuang muka ke jendela mobil."aku tidak sabar, menghancurkan mereka seperti debu".

__ADS_1


"Masalah itu, gampang. Kenapa tidak meminta bantuan, dengan keluarga Fernandez". Melda, bingung dengan jalan pikiran sahabatnya itu.


"Melda,ku sayang. Aku ingin menghancurkan kehidupan mereka dengan tangan ku sendiri. Apa lagi, dengan status ku yang tinggi dan mereka tidak tahu siapa aku? Maka, dengan mudahnya menghancurkan mereka. Jika aku, meminta bantuan dengan keluarga Fernandez. Aku tidak puas, Melda". Jawab Jacqueline, dengan nada sedikit tinggi. "Mau membantu ku tidak? Kalau tidak, pulanglah ".


"Eeeeehh...tentu akh membantu mu,mana mungkin aku meninggalkan sahabat ku berjuang keras di sini. Kalau sampai aku pulang, mungkin saja kepalaku akan di penggal". Kekehnya Melda, memukul lengan sahabatnya.


"Gitu dong,jadi semangat untuk mengatur rencana lainnya". Jacqueline, langsung memeluk Melda dengan erat.


*************


Di belahan bumi, tepatnya di mansion Fernandez.


V, tengah gelisah karena adiknya menemui Romi. Apa lagi, menggunakan pakaian ketat. memperlihatkan lekuk tubuh, belahan dada,dan paha mulus.


"Ck,kenapa kalian hanya santai-santai saja. Saat Jacqueline, menggunakan pakaian kurang bahan ini". V, menunjukkan gambar Jacqueline di perusahaan Indramayu.


Berita tersebar luas, oleh awak media lainnya. "Loh,kenapa kamu baru saja sadar? Bukankah, Jacqueline sering menggunakan pakaian seperti itu. Tumben-tumbenan,kamu malah marah-marah gak jelas". Kata Sarah,kepada anaknya. Tapi dia senang, melihat V tiba-tiba posesif terhadap adiknya itu.


"Frans, tunjukkan yang lainnya". Kata Irfan, tersenyum kecil.


Frans, menyerahkan beberapa lembar gambar Jacqueline. Dimana dia berpose, sangat seksi dengan pakaian dan mengenakan lingerie. V, melihat semua gambar Jacqueline. Hanya menelan ludahnya, pelan-pelan dia mengelus lembut gambar di tangannya.


"Apa-apaan ini,sejak kapan adikku seorang model seksi dan mempromosikan baju saringan ini". V, hanya mengusap wajahnya dengan kasar.


"Jacqueline, seorang model terkenal. Dia hanya bekerja,tidak lebih. Gambarnya, masih wajar dan menggunakan pakaian. Ingatlah,mana ada pria lain menyentuh tubuh adikmu itu. Setiap detik, selalu di awasi bodyguard kepercayaan papah". Irfan,membela anak angkatnya itu.


"Mulai detik ini,aku yang mengawasi gerak-gerik Jacqueline. apa lagi, membuat iklan menggunakan baju saringan ini. aku yang membatalkan dan memberikan pelajaran kepada orang itu. emangnya dia siapa, ingin memperlihatkan lekukan tubuh adikku. Frans,kamu harus memberitahu kepada ku. tentang pekerjaan Jacqueline,". perintah V, langsung di angguki oleh Frans.

__ADS_1


"Cukup V, sehari paham dengan Jacqueline. hatinya sakit, setiap kamu tekan dan di awasi. biarkanlah,dia bebas seperti burung-burung berterbangan di udara. mamah, mempercayai Jacqueline. dia bukan perempuan, sembarangan. Mamah, ingin menanyakan langsung kepada mu. kenapa kamu, tiba-tiba berubah seperti ini? apa kamu menyukai Jacqueline, begitu posesif terhadap adikmu". Sarah, langsung menanyakan langsung dan tatapan tajam ke arah V.


V,hanya diam dan menatap ke arah lain. dia bingung,apa yang di jawabnya? dia juga bingung,kenapa dengan dirinya. Tidak seperti biasanya,yang biasa-biasa saja apa yang di lakukan Jacqueline.


__ADS_2