
Lima bulan kemudian, semenjak kejadian di gedung bramuja malam itu.
Jacqueline dan lainnya, tidak menemukan siapapun yang mencurigakan. Hingga kini, sang peneror tidak mengusik kehidupan Jacqueline.
Hari ini, Jacqueline memberitahukan kepada yang lainnya. Jika dirinya,di lamar oleh Garrix.
Jacqueline, memilih pria anggota kepolisian itu yang berpangkat Brigadir . Pria,yang malu-malu kucing terhadapnya.
"Apa...!! Menikah,". V, terkejut mendengar ucapan Jacqueline yang tiba-tiba. Ck, berani sekali pria itu langsung mengajak keluarga Fernandez untuk menikah..
"Kau yakin,sayang". Tanya Sarah,kepada Jacqueline. Benarkah,ini! Astaga,aku benar-benar tidak mimpikan
"Pikirkan dulu,jangan gegabah sayang". Sahut Irfan, walaupun dia senang mendengar ucapan Jacqueline. Hehehehe, besanan dengan pak Marseille dong.
"Iya, Jacqueline sudah memikirkan secara matang pah,mah. Sebenarnya, Garrix sudah lama mengajak aku menikah. Aku, meminta waktu lagi dan akhirnya aku setuju". Jawab Jacqueline,tanpa ba-bi-bu lagi. Huuuff.... semoga aku, tidak salah pilih. Cinta? Cinta,bisa datang kapanpun nantinya.
"Lalu,apa keluarga Garrix tahu? Kalau Garrix, mengajak mu menikah". Tanya Sarah,nampak senang hati. Jangan bilang, ini adalah rencana Garrix semata-mata. Tidak ingin, berdiskusi dengan orangtuanya langsung.
"Hmmmm... soal itu, aku tidak tahu. Hehehehe...". Kekehnya Jacqueline, tersenyum manis. Astaga,kenapa aku lupa menanyakan langsung kepada Garrix. Ck,dasar pemalu sekali. Sebenarnya,dia polisi apa bukan sih? Bisa-bisanya,dia malu-malu ngajak aku nikah waktu itu.
"Astaga, pernikahan bukan main-main Jacqueline". V,mengusap rambutnya ke belakang. Dia, benar-benar tak habis pikir dengan pikiran dewasanya Jacqueline. Dasar bocah ingusan, ternyata. Hanya memikirkan diri sendiri, tanpa memikirkan lainnya.
"V,ini kehendak Jacqueline. Kamu,jangan ikut campur. Biar papah dan mamah, mengurus semuanya. Baiklah, masalah ini kami akan membahasnya lebih dulu dengan orangtuanya Garrix. Jacqueline, selamat sayang". Irfan, mengecup kening anak angkatnya itu. Nih,anak. Benar-benar merusak suasana, apa yang di pikirannya saat ini? Apakah,dia ingin menggagalkan pernikahan adiknya. Ho'oh... tidak bisa,V. Aku akan menjaga pernikahan ini, tanpa di ganggu oleh mu.
Jacqueline,hanya terkekeh geli dan merasa senang di perlakukan seperti ratu.
"Jacqueline,mamah sangat senang. Selamat yah,sayang. Semoga lancar,". Sarah,juga memberikan ciuman bertubi-tubi di wajahnya Jacqueline.
"Astaga,mamah. Pasti lipstik mamah,penuh di wajahku". Cicit Jacqueline, berwajah imut.
"Tenang saja, lipstik mamah mahal anti luntur dan lengket. Baiklah, aku serahkan semuanya kepada kamu sayang. Bicaralah,kepada pak Marseille. Bagaimana, kelanjutan hubungan anak kita". Kedip Sarah,yang tak sabaran ingin menimang cucu.
V,hanya menghembuskan nafas beratnya dan beranjak berdiri dan berjalan menaiki anak tangga.
Jacqueline,hanya terdiam karena V nampak tak senang mendapatkan kabar ini.
****************
[Besok kita bertemu,di taman seperti biasanya. Jangan lupa,bawa minuman dan makanan juga].
__ADS_1
Jacqueline, langsung mengirim pesan kepada Garrix karena dia ingin memberitahu tentang ini.
[Oke,jam sepuluh pagi saja. Kalau sore,aku ada urusan penting]. Sang pemalu.
[Baiklah].
Jacqueline, membalas pesan Garrix. Ada senyuman kecil di sudut bibirnya, yang mungil itu.
V, langsung duduk di samping Jacqueline. Saat ini Jacqueline, tengah bersantai di pinggir kolam renang.
Cuekin aja ah,dia di sini. biar tahu rasa, bagaimana rasanya di cuekin. Batin Jacqueline, tersenyum smrik.
"Eeee...kak V, bisa tidak duduk sebelah sana". Pinta Jacqueline, masih fokus dengan ponselnya.
"Bukankah,kamu suka dekat-dekat dengan ku dan selalu menggodaku juga". Kata V, tersenyum smrik. Sok-sokan mengusirku, nyatanya tak bisa jauh dariku.
"Oh,itu dulu kak. Sekarang gak lagi". Jacqueline, mengubah posisi duduknya dan duduk di sebelah. Dia, langsung mengalah dan tak mau berdebat dengan V.
Eeeee...gak salah? Kenapa,dia malah menjauhkan dirinya.gerutu V,di dalam hati.
"Kenapa, menjauh dari ku". Tanya V,nampak tak suka di cueki Jacqueline.
"Apa benar,aku tidak ada lagi di hatimu". Gumam V,nampak sedih.
"Kalau cinta,bilang. Kalau gak, siap-siap kehilangan". Sindir Sarah,dari kejauhan.
"Ck, tidak perlu memojokkan diriku mah". Decak V, perasaan campur aduk.
V, memikirkan sesuatu dan berteriak-teriak memanggil Frans.
"Fransssss.... Fraaanssss....".
Saat tiba, Frans langsung di suruh V untuk membawanya ke suatu tempat. Pasti ada sesuatu,yang mengusik ketenangan bos.batin Frans,yang selalu kena imbasnya.
Tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Ngapain ke sini,bisa gawat kalau ketahuan nona Jacqueline. Bos,memang tidak takut dengan nona.batin Frans, hanya menghela nafas beratnya.
"Bos, ngapain kita ke kantor polisi". Tanya Frans
__ADS_1
"Diam! Dan ikuti saja,apa kataku". Jawan V, dengan tegas. Matanya tertuju pada seorang, pria yang di kenalnya. "Itu,dia". Gumam V, langsung menghampiri pria itu.
Tangan V, langsung menarik kerah baju Garrix dan menyudutkan ke dinding.
Refleks saja Garrix, terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu. Akan tetapi Garrix, berusaha tenang dan melihat seseorang yang dia kenal.
"Tuan V,". Kata Garrix, dengan datar.
"Bos,jangan terbawa emosi". Frans, langsung memisahkan V dan Garrix. "bisa gawat, ketahuan nona Jacqueline". Bisiknya, Frans.
Para polisi lainnya,hanya menatap ke arah mereka tanpa berbicara apapun.
"Kau paham, maksud kedatanganku di sini". Ucap V, dengan tegas.
"Iya,maaf tuan V. Kemungkinan,aku melakukan kesalahan besar dan membuat mu marah". Ucap Garrix, menundukkan kepalanya. Anggap saja, ujian hubungan kami.
"Jauhi adikku dan tarik ucapan mu itu". Perintah V, sebelum pergi meninggalkan Garrix. Ingin sekali aku, menghabisi pria ini. Ck, tinggi juga pangkatnya.
Akan tetapi Garrix,tak menjawab perkataan V yang sudah berlalu pergi.
"Garrix,apa kamu baik-baik saja. Sepertinya,dia tidak setuju dengan kedekatan mu dan adiknya. Kau tahu,V keturunan keluarga Fernandez. Dia, sangat terpengaruh dan berhati-hati lah". Ucap Orion, teman dekat Garrix.
"Apa yang kamu lakukan, terhadap adiknya Gar". Tanya Zeno,juga.
"Aku,aku hanya mengajak adiknya menikah dengan ku". Jawab Garrix, malu-malu.
Membuat orang-orang sekitar tercengang, mendengar jawaban Garrix.
"Apa...!!!kau,mengajak menikah...!!". Teriak mereka,secara bersamaan.
Membuat Garrix,syok dan terkejut. Suara keras mereka, seakan-akan telinganya hampir tuli.
"Kereeeen... aku kira cupu, ternyata suhu". Zeno, bertepuk tangan dan di iringi yang lainnya.
"Sumpah, skill mu sangat hebat. Berani mengajak seorang model terkenal,dan keturunan keluarga Fernandez. Aku akui,nyalimu memang top". Sambung Orion, tersenyum.
"Selamat yah,bro". Ucap Zeno, begitu juga dengan lainnya.
Mereka secara bergantian, mengucapkan selamat atas keberaniannya Garrix. Tentu membuat Garrix, malu dan deg-degan juga.
__ADS_1
Teman-temannya,tak menyangka jika Garrix terbilang pemalu dan pendiam. Akan tetapi, di dalamnya sangatlah tegas.