
"Nona Jacqueline, kenapa buru-buru sekali? Kita, bisa melakukan hal apapun. Seperti,makan bersama dan kencan". Ucap Rivaldo, sepagi ini.
Jacqueline,hanya menghela nafas kesalnya. Moodnya sudah hancur,karena kedatangan Rivaldo. "Tuan Rivaldo, apakah anda tidak melihat? Jika aku, ingin pergi dan pulang ke luar negeri".
"Benarkah? Aku,mengira jika nona hanya ingin berlibur. Apa....?? Pu-pulang ke luar negeri". Rivaldo,baru sadar jika Jacqueline akan pergi.
"Hemmm.... baru sadar,dia". Gumam Melda, menggeleng kepalanya.
"Ck,". Jacqueline, menepis tangan Rivaldo.
"Nona,jangan pergiiiiii.... bagaimana, hubungan antara kita? Setega itukah,kamu meninggalkan ku nona". Rivaldo,nampak gelisah kehilangan Jacqueline.
"Minggiiiirrr....aku,mau masuk dan bay....". Jacqueline, mendorong tubuh Rivaldo.
Rivaldo, langsung mencekal lengan Jacqueline. "Aku mohon, jawablah pertanyaan ku. Jacqueline,maukah kamu menikah dengan ku".
Jacqueline, terkejut mendengar ucapan Rivaldo. Bahkan, Melda menahan tawanya.
"Haa...?? Tuan Rivaldo, jangan aneh-aneh. Sudahlah,jangan terlalu berharap banyak kepada ku". Jacqueline, langsung melepaskan cekalan tangannya.
"Apa..?? Nona Jacqueline, inikah balasan mu ha... Aku sudah meninggal tunangan,demi dirimu nona". Rivaldo, memasang wajah sedih.
"Tuan Rivaldo,aku tidak meminta anda. Untuk meninggalkan Angel, bukankah itu kemauan kalian. Permisi,". Jacqueline, tersenyum smrik dan menutup pintu mobil.
Rivaldo, mengepalkan kedua tangannya dan menatap kepergian Jacqueline. "Aku berjanji kepada diriku sendiri,aku bisa mendapatkan mu Jacqui. tak akan aku, lepaskan".
"Hahahahaha....aku tidak percaya, tuan Rivaldo mengatakan cintanya kepada mu dan mengajak menikah. Ayolah,terima sajalah. Hahahaha....". Melda, selalu mengejek-ejek Jacqueline.
"Ck, tidak mau. Bagaimana, jika dirimu sayang". Kini Jacqueline, memberikan tawaran untuk Melda.
"Gak, walaupun dia seorang CEO dan cukup kaya raya". Melda, langsung menolaknya.
"Terserah...". Decak Jacqueline, tersenyum.
****************
Sudah beberapa jam, kemudian. Jacqueline, menginjakan kakinya di mansion Fernandez.
"Fiiiuuhhh.... akhirnya, kita sampai". Gumam Jacqueline,membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Aaaaaa.... Jacqueline, akhirnya sampai juga. Maafkan,mamah tidak bisa menjemput mu di bandara. Karena,mamah sangat sibuk sekali". Sarah, memeluk dan mencium Jacqueline.
"Selamat datang,sayang". Irfan, mencium kening anak angkatnya itu.
"Terimakasih,papah dan mamah. Aku tahu, jika kalian sangat sibuk dengan urusan masing-masing". Kata Jacqueline, tersenyum sumringah.
"Ayo,masuklah... Melda,apa kabar sayang". Sarah, merangkul pundak Melda.
"Aku baik,mah". Jawab Melda, merasakan hangatnya pelukan Sarah.
"Melda, terimakasih sudah menjaga Jacqueline". Irfan,juga mengelus lembut rambut Melda.
"Hemmm... sama-sama,pah". Jawab Melda, tibalah mereka di ruang tamu.
Di ruang tamu,ada V dan Frans tengah duduk. "Ck, pulang juga kalian berdua". Decak V, tersenyum smrik.
"Aku akan pulang,jika itu mau ku". Jawab Jacqueline, duduk di sebelah Sarah.
"Minumlah,sayang. Pasti sangat lelah,di perjalanan". Sarah, memberikan segelas jus jeruk kepada Jacqueline.
"Terimakasih, hanya mamah yang selalu mengerti keadaan ku". Kekehnya Jacqueline,ia sedikit melirik ke arah kakaknya itu. Rasa rindu,yang begitu besar kepadanya.
"Eeee...kami,hanya rekan kerja papah. Tidak perlu,di khawatirkan". Kekehnya Jacqueline, tersenyum kecil.
"Memiliki hubungan,atau tidak. Itu semua urusan mu,sayang". Sahut Sarah, langsung. "Kami, selalu mendukung apa pilihan mu sendiri"
"Mah, terimakasih atas semuanya. Selalu, menuruti kemauan ku". Jacqueline, memeluk erat tubuh Sarah.
Cukup lama mereka, berbincang hangat dan akhirnya. Jacqueline,pamit ke dalam kamar.
"Astaga,aku benar-benar merindukan suasana kamar ini". Gumam Jacqueline, merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Matanya,mulai terpejam dan tertidur pulas.
*************
Malam harinya, selesai makan malam bersama.
Jacqueline, menyelonong masuk ke dalam kamar V. Betapa terkejutnya,V melihat Jacqueline duduk di tepi ranjang hanya menggunakan piyama tidurnya.
"Ngapain, kamu ke sini". Tanya V, selesai dari kamar mandi.
__ADS_1
"Iiissshhh....aku kangen, sama kak V. Maksudnya,kangen kekasih ku". Jawab Jacqueline, tersenyum manis.
"Ck,pergi sana. Aku yakin,ada seseorang yang tengah berdiri di balik pintu itu". Delik mata V,ke arah pintu kamarnya.
"Kakak,apa kamu tidak merindukan ku. Hemm.... segitunya, tidak peduli dengan ku". Jacqueline, memasang wajah sedih.
"Aku tahu,jika kamu dan Jacob menjalin hubungan kan. Tidak perlu, berbohong kepadaku. Walaupun,kau berbohong dengan lainnya". Senyum smrik V.
"Hahahaha...yayah,aku memang memiliki hubungan dengan Jacob. Lantas, bagaimana dengan kakak? Kita berciuman di kolam dan memiliki hubungan gelap. Astaga,aku memang rakus". Jacqueline, menutup mulutnya dengan tangan. "Apa lagi,kak V. Sudah berbohong kepada, calon kakak ipar. Kenapa,mau mengelak. Bukankah, kakak bilang jika kita ber....".
Belum sempat melanjutkan ucapannya,V sudah membungkam mulut Jacqueline. "Hussssttttt.... jangan membasah itu,lagi". Bentak V, dengan kesal.
"Maaf,aku menduakan hubungan kita. Padahal,kakak juga menduakan cinta ku". Ucap Jacqueline, dengan santainya.
"Ckckck...sejak kapan,kita menjalani hubungan ha? Aku,hanya menganggap dirimu sebagai adikku tidak leb....".
Belum sempat selesai, berbicara. Jacqueline,menarik kerah baju V dan berjinjit agar sampai mencium bibir kakak angkatnya itu.
Jacqueline,tak berani membuka matanya. Sedangkan V,syok dan membulatkan matanya saat benda kenyal menyentuh bibirnya. Apa yang aku lakukan,kenapa aku senekat ini? Kalau sudah kecebur,mau gimana lagi? Lanjutkan saja,gak peduli apa yang terjadi nantinya. Batin Jacqueline, sebenarnya dia sangat ketakutan. Jantungnya berdegup kencang, seakan-akan ingin copot.
Tidak ada respon,dari V. Hingga Jacqueline,berani mengecup dan bermain-main di bibir V. Hingga mereka berdua,saling bertukar saliva. V,terbawa suasana dan menarik tengkuk leher Jacqueline. Untuk memperdalam ciumannya, begitu Jacqueline meremas lengan kekar V.
Cukup lama mereka berciuman, saling menumpahkan rasa rindu. Jacqueline, tersenyum di dalam hatinya dan melepaskan ciumannya.
"Terimakasih, kekasih gelap ku". Kekehnya Jacqueline,tak lupa mencium pipi V dan pergi meninggalkan kamar kakak angkatnya itu. Tentu saja, dengan berlarian. Karena takut, berhadapan dengan V.
V,masih menegang dan sorotan mata tajam. "Jacqueline.... kau, benar-benar siaaaaalaaaan....". Teriak V,dan mengobrak-abrik tempat tidurnya. "Siaaaal....siaaaall....kau berani-beraninya, menganggap diriku kekasih gelapmu ha". Dadanya naik turun, mengontrol emosinya.
Sedangkan Jacqueline, loncat-loncat kegirangan dan merasakan sangat bahagia. Bagaimana, mungkin dia bisa mencium bibir kakaknya. Yang selama ini,di rindukannya. "yaaaahhhh....gagal move on,". Gumam Jacqueline, membenamkan wajahnya di bantal.
****************
Di meja makan, mereka menikmati sarapan paginya. Jacqueline, masih tidak berani menatap ke arah V.
Karena sedari tadi,V menatap tajam ke arah Jacqueline. Membuat Sarah, mencurigai keduanya ini. "E'ehmmm...malam ini, jadikan melamar Laura di depan orangtuanya". Sarah, berharap jika anaknya berubah pikiran.
"Hemmm... tentu saja jadi,mana mungkin tidak. Aku tidak sabar, melihat pernikahan kak V. Apa lagi, memiliki anak dan aku menjadi seorang aunty". Sahut Jacqueline, tersenyum manis.
"Kau ini,yang ingin menikah siapa? Yang tidak sabar, siapa". Sarah, mengelus rambut Jacqueline.
__ADS_1
Jacqueline,tak sengaja melihat ke arah V. Memang benar,jika kakak angkatnya itu. ingin memakannya,secara hidup-hidup. Dia,hanya cengengesan. Berharap V, memaafkan keberaniannya malam tadi.