
"Selamat datang,pak Irfan". Ayah Laura dan ibunya, menyambut kedatangan keluarga Fernandez.
"Selamat datang,jeng Sarah". Sisca, menyambut kedatangan calon besannya.
"Terimakasih,jeng Sisca". Kata Sarah, mereka langsung cipika-cipiki.
Di belakang Irfan dan Sarah. Ada V dan Jacqueline, sambil menikmati suasana pertemuan mereka.
"Astaga, aku tidak percaya dengan siapa aku bertemu? Bolehkah, aku berfoto bersama mu". Sisca, terkejut melihat sesosok Jacqueline.
"Hehehe...boleh banget,tante". Jacqueline, langsung membalas pelukkan Sisca.
"Biar aku foto,kalian berdua". Sarah, langsung memotret mereka berdua.
V,hanya menghela nafas beratnya. Bukan hanya Sisca,yang berfoto bersama Jacqueline. Akan tetapi, Haidar ayah kandungnya Laura. Dia,juga ikut berfoto bersama Jacqueline.
Setelahnya, barulah tuan rumah mengajak tamunya bersantai di ruang tamu.
Acara lamaran, tertutup dan hanya kerabat dekat saja yang ada.
Orangtuanya Laura, sangat merestui hubungan antara Laura dan V. Apa lagi V, keturunan keluarga Fernandez.
Laura, nampak sangat cantik malam ini. Dia,duduk di sebelah ibunya. Jacqueline, menatap intens dengan calon kakak iparnya.
Ck, cantikan aku. Batin Jacqueline,nampak santai dan menikmati perbincangan mereka.
"Cincin mana?". V, mengulurkan tangannya ke arah Jacqueline.
Jacqueline, menggogoh tasnya dan memberikan kotak perhiasan. Tentu saja,di dalamnya sepasang cincin berlian yang sangat mahal.
"Kakak,yakin". Bisik Jacqueline,dan matanya berkedip sebelah.
Hembusan nafas Jacqueline,terasa di telinga V. Hatinya terasa berdesir, seperti ada sesuatu yang lain. Dengan ekspresi dingin,V membuka cincin dan memasang ke jari manisnya Laura.
Jacqueline, memalingkan wajahnya ke arah lain. Cemburu itulah yang di rasakannya,sakit hati sudah pasti. Saat melihat orang yang di sayang, bertunangan dengan perempuan lain.
Sarah,juga tahu. Bahwa anak angkatnya,merasa tak nyaman dengan momen saat ini.
__ADS_1
Apa lagi Laura, terlihat sangat bahagia dan memeluk V langsung. "Terimakasih,atas semuanya". Kata Laura, tersenyum.
"E'ehmmm... nunggu satu bulan lagi,ingat jangan kebablasan". Kekehnya Haidar, Mengingati mereka.
Dua keluarga besar, tertawa terbahak-bahak.
Melihat Laura dan V malu-malu. Jacqueline,hanya cengir kuda menatap ke arah Laura dan V.
"Aku tidak menyangka, jika kita akan bertemu. Akhirnya, aku bisa melihat secara berdekatan dengan seorang model terkenal bernama Jacqueline". Laura, tersenyum manis.
Jacqueline, cengengesan mendengar ucapan Laura. "seharusnya,aku yang tidak menyangka jika bertemu dengan seorang artis terkenal seperti dirimu. Bahkan, menjadi calon kakak iparku. Astaga,aku tidak pernah membayangkan semua ini". Ucap Jacqueline, seakan-akan dia terkejut dengan semuanya.
Orangtua angkat Jacqueline dan orangtuanya Laura,hanya mendengar perbincangan mereka berdua. Tak ingin ikut campur, mereka sama-sama berbakat dan sangat terkenal.
Acara lamaran, berjalan dengan lancar. Saat pulang ke mansion,di perjalanan Jacqueline hanya diam dan memandang ke luar jendela mobil.
V, mengerutkan keningnya saat melihat Jacqueline hanya diam. Tak seperti biasanya, selalu mengajak keributan.
"E'ehmmm... tumben-tumbenan diam,marah". V, menyenggol lengan Jacqueline. Kenapa,aku merasa tidak nyaman? Di saat Jacqueline, mendiamkan diri ku.
"Jangan ganggu". Sinis Jacqueline,tanpa menoleh ke arah V. Kenapa,juga? Main ganggu saja,biasanya ogah-ogahan kalau aku ganggu. Kenapa,gak nyaman aku diamkan. Hahahaha... rasakan,bilang saja kalau kak V sudah mencintaiku.
V, memandang dan melihat penampilan Jacqueline. Paha mulus terlihat, belahan dadanya sedikit terbuka. Rambutnya,di sanggul ke atas. Nampaklah, jenjang putih milik Jacqueline. Lama-kelamaan V, terpesona dengan kecantikan adiknya.
"Shiit....". Gumam V, langsung memalingkan wajahnya. "Bisakah,kamu berpakaian yang tertutup. Tidak seperti ini,". V, menarik dress selutut Jacqueline. perasaan ku, seperti ini. Di saat melihat penampilan Jacqueline, sangat seksi. Apa lagi, pria lain? Pantesan aja, Jacob mengejar-ngejar dirinya. sialnya lagi, Jacob sudah menikmati bibir manisnya Jacqueline.
"Apa-apaan,sih? Main tarik aja,kenapa masih kepanjangan? Gampang,aku potong nantinya". Jawab Jacqueline, menepis tangan V. Bilang saja,bagian tubuhku yang ini. Tak rela,di pandang orang lain. Maunya, di pandang kak V kan.batin Jacqueline, mendengus dingin.
"Aku itu, cuman menasehati dirimu. Karena aku..."
"Yayahh...karena aku seorang kakak,wajar menasehati adik sendiri". Sambung Jacqueline, sambil mengejek V. Dia,juga memotong perkataan kakaknya.
"Sudahlah, jangan mengurusiku. Paham,urus saja calon istri kak V".
Ck,dia tahu apa yang aku pikirkan? Harus,mencari sesuatu untuk mengobati moodnya yang rusak ini. tapi,apa yah? Batin V, mencari-cari akal.
V, menendang kursi sang sopir. Frans,tengah mengemudi dan mendengar perbincangan bos dan adiknya. "Ada apa,tuan". Tanya Frans,saat kursinya di tendang.
__ADS_1
"Belikan Boba, untuk adikku tersayang. Di belokan itu,ada yang jual dan kamu belikan satu untuknya". Perintah V,kepada Frans. Hahahahha...aku tahu? Apa obatnya, Jacqueline memang gampang mengembalikan moodnya.
"Baik,bos". Jawab Frans, tersenyum.
"Dua,gak mau satu". Sahut Jacqueline, langsung.
"Kau, mendengarkannya Frans? Apa kata adikku". Tanya V, langsung di angguki oleh Frans.
Frans, memarkirkan mobilnya dan turun untuk membeli boban.
Di dalam mobil hanya ada V dan Jacqueline, suasana semakin canggung saat ini.
V,merasa kesal karena Jacqueline sibuk dengan ponselnya. Sepertinya, Jacqueline mengirim pesan kepada seseorang. Sesekali, Jacqueline tersenyum sendiri.
"Ck, kirim pesan denger siapa saja? Cengar-cengir,gak karuan". V, membuka suaranya. Jiwa penasarannya, meronta-ronta dan sesekali melirik ke arah ponsel adik angkatnya itu.
"Kepo....!! Sudah pastilah, kirim pesan sama ayang. Gak kaya kakak,". Jawab Jacqueline, tersenyum smrik.
"Ck,lebay...kaya abg,gak jelas". Gerutu V, menggeleng kepalanya.
"Kenapa,kakak cemburu? Yah... sabar, namanya juga kakak itu kekasih simpanan ku. Jadi,sabar dan sabar". Kekehnya Jacqueline, cengengesan.
V,hanya tersenyum kecil. Moodnya sudah kembali,saat mendengar suara candaan adiknya. Membosankan, jika Jacqueline mendiamkannya.
"Buang pikiran mu,itu. Sampai kapan pun,aku tidak akan pernah menganggap dirimu sebagai kekasih". Bantah V, membenarkan posisi duduknya.
"Hemmm... tapi,saat aku mencium bibir kakak. Kenapa,kakak malah membalasnya". Jacqueline,malah berani mendekati V dan mencium lehernya.
Benda kenyal, menyentuh kulit leher V. Membuat bulu halus, seketika meremang berdiri. "Jacqueline,jaga sikapmu". V, menatap tajam ke arah Jacqueline.
Akan tetapi, Jacqueline malah menjulurkan lidahnya. V,malah gemes terhadap adiknya. seketika V,menarik leher Jacqueline ingin mencium bibirnya. Tiba-tiba saja, Jacqueline mendorong tubuh kakaknya. Karena Frans, sudah membuka pintu mobil.
"Hahahhaahaha.....kasian,yang sabar kekasih gelapku". Kedip mata Jacqueline, tersenyum penuh kemenangan.
V, hanya menggerutu dalam hatinya. Malu, itulah yang di rasakan saat ini. Mana mungkin,dia malah tak berpikir jernih dan ingin mencium bibir Jacqueline. Seakan-akan, bibir Jacqueline adalah candunya.
"ini nona, boba kesukaan nona". Frans, memberikan dua boba kepada Jacqueline.
__ADS_1
Jacqueline, tersenyum sumringah dan menyambut bobanya. "makasih, Frans". Senyum manis,di berikan Jacqueline kepada Frans.
Membuat Frans,menjadi canggung. Akan tetapi, mendapatkan tatapan mematikan dari V.