BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Ciuman Pertama


__ADS_3

"Kak V, hentikaaaan.....huuu..... Cukup kak,aku tidak kuat lagi....". Jacqueline,terus memohon-mohon untuk di lepaskan.


Nafasnya sudah ngos-ngosan,tak mampu melawan lagi. "Tidak akan, Jacqueline. Ini adalah hukuman dari ku,di tanya apa? Jawab apa,". V, terus-menerus memberikan hukuman kepada adik angkatnya itu.


"Huuu....huuuu...huu... Kak V, hentikaaaan.....aku tidak kuat lagi, aku mohon.... ampunilah adikmu ini....". Jacqueline,terus menyingkirkan tangan V dari tubuhnya. Tak lupa, mendorong dada bidang kokoh kakaknya itu.


"Kenapa,hemm... rasakan hukuman ku, Jacqueline. Nikmatilah,". V, sungguh bersemangat untuk menghukum adiknya. Rambut Jacqueline, sudah acak-acakan tak karuan.


"Huuu...kakak, hentikaaaan.... hahahahah.... hentikan....geli sekali, hentikan kak". Jacqueline, memberontak terhadap kakaknya. Cukup lama V, menggelitik pinggang Jacqueline.


"Hahahahha... rasakan,enakkan". V,terus melakukannya dan tertawa terbahak-bahak.


"Huuuu....hahahha....huuu.... hahaha... hentikaaaan....aku mohon,kak". Jacqueline,tak sanggup menahan gelinya. Sampai air matanya, mengalir di sudut mata.


Jacqueline, tersenyum smrik dan menatap wajah tampan kakaknya itu. Berada di atas tubuhnya,yang terus-menerus menggelitik dirinya. Jacqueline, menelan ludah, melihat bagian leher jenjang putih milik v dan terlihat jakun sedikit menonjol. Matanya,tak luput dengan bibir V sedikit tebal berwarna merah muda. Seakan-akan Jacqueline, terhipnotis dengan pesona kakaknya.


Dengan keberanian dan keyakinan, Jacqueline malah menempel bibirnya dengan bibir V. Seketika, V terdiam mematung tanpa pergerakan apapun.


Waktu seakan-akan berhenti berputar,satu sama lain. Merasakan benda kenyal, menyentuh bibir masing-masing.


Jacqueline, membulatkan matanya dengan sempurna. Seketika,dia tersadar jika bibirnya menyentuh bibir kakak angkatnya.


Jacqueline, langsung menjauhkan dirinya dan berlarian masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi, dia menetralkan detak jantungnya berdegup kencang. "Astaga, Jacqueline. Kamu,kamu memang mencari mati". Jacqueline, mondar-mandir di dalam.


Tangannya menyentuh bibirnya, kecupan singkat masih terasa hangat di bibirnya. "Astaga,aku benar-benar bahagia. Akhirnya,bisa merasakan bibir kak V. Huuuff...tapi, bagaimana aku keluar. Sial,aku sangat malu. Jangan-jangan kak V, sudah siap membunuh ku". Jacqueline,nampak ketakutan atas keberaniannya tadi.


[22/12 14.49] Erlina: Hampir setengah jam, Jacqueline di dalam kamar mandi. Sambil menggerutu dirinya sendiri, begitu nekat mencium bibir kakak angkatnya.


Tangannya memegang handel pintu dan mengeluarkan kepalanya. Jacqueline, calingukan mencari-cari sesosok pria tengah bersama tadi. "Kemana,kak V? Apa,dia sudah pergi. Baguslah,kalau begitu".


Jacqueline, Berlahan-lahan mendekati pintu kamar hotelnya dan mengunci. Benar saja,V sudah pergi meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


"Apa kak V,marah kepadaku dan pergi begitu saja. Bagaimana ini,". Jacqueline, mengigit jarinya.


Langsung merebahkan diri di atas ranjang, menyelimuti tubuhnya. "Yah...besok pagi, harus pergi dari sini. Melda,kita hubungi Melda dulu".


Jacqueline, meraih ponselnya dan menghubungi Melda. Akan tetapi, sahabatnya tak kunjung mengangkat telpon dan membalas pesannya juga.


Beberapa kali, Jacqueline melakukan panggilan telepon. Tetap saja, Melda tak menjawab telponan nya.


Hingga akhirnya, Jacqueline memutuskan untuk tidur. Malam sudah semakin larut,karena kedatangan V.


Sedangkan di kamar hotel, lainnya.


V, mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Kepalanya masih terngiang-ngiang, dengan ciuman Jacqueline.


Sial,kenap dia berani sekali mencium ku. Bibirnya, begitu kenyal. Batin V, sesekali menampar dinding kamar mandinya.


Pikirannya,tak sejernih seperti biasa. Otaknya terpengaruh oleh, Jacqueline. Apa lagi, di saat Jacqueline menciumnya. Seakan-akan, kejadian itu tak bisa di lupakan V.


"Brengseeekk.....". V, terus menggerutu dirinya sendiri. "Untung saja,dia kabur.kalau tidak, habis di tanganku". V,merasa geram dan gemas terhadap Jacqueline.


"Frans,atur jadwal untuk bertemu dengan pemimpin perusahaan Indramayu dan Rocky". Perintah V, melalui telponnya.


**********


Besok paginya, Jacqueline menggedor-gedor pintu kamar Melda. Sudah beberapa kali,dia memecat bel. Akan tetapi, tak ada jawabannya. "Kemana Melda? Tumben-tumbenan,dia tidak ada di kamar". Gumam Jacqueline, tetapi dia langsung memikirkan sesuatu.


Dengan langkah cepat, kepalanya calingukan takut V mencarinya juga.


Akhirnya Jacqueline, sampai di depan pintu Huda. Hanya dua kali pencet bel, akhirnya pintu terbuka.


"Ngapain kamu di sini? Aku cariin kamu". Jacqueline, terburu-buru masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Jangan bilang,deh. Kalau kamu, tidur di sini". Delik mata Jacqueline, menaruh rasa curiga.


Melda,yang gelabakan karena ketahuan oleh sahabatnya. "Eeee....aku,aku hanya menemani kak Huda. Dia,dia kesakitan karena di tampar kak V". Jawab Melda, tangannya meremas ujung bajunya.


"Kalian habis ngapain,kenapa memakai kemeja kak Huda? Hayooo..... jangan-jangan,kalian.... Opssss... Astaga, Melda... aku tidak percaya,kau ternyata seagresif itu". Jacqueline, nampak terkejut dan menutup mulutnya dengan tangan.


"Jacqueline, kamu salah paham. Aku dan kak Huda, tidak ngapain-ngapain. Bajuku basah,lalu meminjam kemeja kak Huda". Melda, membantah perkataan Jacqueline.


"Masa,sih? Aku mencium-cium,rasa aneh. Ayo....ngaku saja,aku tidak sabar memiliki keponakan perempuan yang sangat lucu. Ayolah,aku tahu apa artinya cinta satu malam". Jacqueline, terus-menerus menggoda Melda.


"Jacque ......".


"Sayang, ini celana dala...". Huda, langsung memotong perkataannya saat memandang ada Jacqueline.


"Astagaaaaaa...nagaaaaa.... Melda kak Hudaaaa...". Jacqueline, langsung tak sadarkan diri. Dia syok, melihat Huda menanting segitiga Bermuda milik Melda.


Melda,hanya menepuk jidatnya karena Huda. "Jacqueline,banguuun... Jacqueline....kakak sih, ngapain juga memegang miliku". Gerutu Melda, dengan wajah Cemberut.


"Maafkan aku, sayang. Aku, tidak tahu? Jika,ada Jacqueline ". Huda,juga merasa malu karena ketahuan Jacqueline.


"Bleeee... bercanda,baru begitu masa aku pingsan". Kekehnya Jacqueline, ternyata pura-pura pingsan.


"Sial,suka ngerjain orang". Huda,malah kesal kepada Jacqueline. Yang hanya cengengesan, sudah berhasil mengerjai mereka.


"Hayooo.... ketahuan kalian,hahahahah... Melda,gimana kak Huda? seperkasa apa dia,hemm... ayolah,aku kepo" Jacqueline, terus-menerus memaksa Melda mengakui sebenarnya.


"Jacqueline,aku dan kak Huda. tidak melakukan apapun,paham. Bajuku basah, makanya aku meminjam kemejanya". Melda,terus membantah tuduhan Jacqueline.


"Alaaahhh...bohongkan, buktinya kak Huda memegang segitiga Bermuda milik mu". kedip mata Jacqueline, senyuman terus mengambang di sudut bibirnya.


"Dia,dia cuman bercanda kok". Alibi Melda, sambil melirik Huda.

__ADS_1


"Jacqueline,aku dan Melda baru jadian. Memang dia, memakai kemeja karena bajunya basah malam tadi. Mau ke kamarnya, tapi malas sudah malam. Otakmu saja, yang traveling kemana-mana. Mana mungkin,kakak Huda mu melakukan hal itu kepada Melda. lebih baik,kakak menikahi Melda baru melakukan itu". Huda, mencoba menjelaskan semuanya kepada Jacqueline.


Akan tetapi Jacqueline,masih tetap tak mempercayai ucapan mereka berdua ini. Apa lagi,ada jejak di leher Melda. Sepertinya, Melda dan Huda sudah lama menjalin hubungan serius dalam diam-diam.


__ADS_2