BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Hasil Yang Berbeda


__ADS_3

"Bagaimana,dok? Apa, benar cucu saya berjenis kelamin laki-laki". Tanya Sarah, menemani Jacqueline USG. Kehamilannya, sudah beranjak sembilan bulan. Sudah waktunya, menunggu kelahiran.


" Laki-laki nyonya.". Jawab dokter, tersenyum manis. Huuff, bagaimana ini? kenapa, tiba-tiba berubah jenis kelaminnya. Astaga,apa lagi tatapan mata Nyonya Sarah.


"Laki-laki? Apa,gak salah dok. Bulan kemarin, perempuan katanya. Lalu,mana yang benar? Lihat sekali lagi,masa sudah lima kali di cek. Tetap sama, jenis kelaminnya laki-laki. Aduhhh...". Sarah, nampak kesal kepada sang dokter. Yang benar saja,kenapa tiba-tiba berubah.


"Mah, sudahlah. Tidak apa-apa,jenis kelaminnya laki-laki. Kita,bisa membeli perlengkapan bayi lagi". Jacqueline,merasa kasian dengan tatapan sang dokter.


"Tidak bisa, siapa tahu salah? Bulan kemarin-kemarinnya,masih sama jenis kelaminnya perempuan. Kenapa, detik-detik lahiran berubah jadi laki-laki". Sarah, terheran-heran dengan hasil USG. "Apa, alatnya rusak dok". Tanya Sarah, langsung.


"Mah, kita sudah tiga kali lo. Ganti rumah sakit, hasilnya tetap sama kan. Jadi, alatnya tidak rusak". Jacqueline, kebingungan mencari alasan. Agar ibu angkatnya, tidak menanyakan terus kepada dokter.


Jacqueline, tersenyum sumringah. Saat melihat di layar monitor, anaknya sangat aktif. Dia, tidak sabar menggendong anaknya.


"Nyonya, lihatlah". Dokter, langsung memperlihatkan layar di monitor. "Ini,ada buntutnya. Jadi, cucu Nyonya berjenis kelamin laki-laki".


"Eee..Benar sekali,ada buntutnya". Kekehnya Sarah, tersenyum manis. "Baiklah,kita belanja lagi. Mana mungkin,cucuku laki-laki. Malah mengenakan,serba pink". Sarah, sekarang percaya jika cucunya berjenis kelamin laki-laki.


"Makasih,dok". Kata Jacqueline, tersenyum dan dia bangkit dari ranjang pasien.


"Nyonya,tolong ibu hamilnya di jaga. Apa lagi, detik-detik menunggu kelahirannya". Pinta sang dokter.


Sarah dan Jacqueline,keluar dari ruangan. Keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil.


"Jacqueline,Mamah masih bingung. kenapa, tiba-tiba berubah hasilnya". Sarah, masih kepikiran jenis kelamin cucunya.


"Yah... kemungkinan,doa kaka V terkabulkan. Dia, menginginkan seorang anak laki-laki. Hanya mamah dan Melda, ingin anakku berjenis kelamin perempuan. Jadi,doa mamah dan Melda tidak terkabulkan". Kekehnya Jacqueline, tersenyum manis. Tak memperdulikan tatapan,ibu mertuanya itu.


"Iiissshhh.... menyebalkan sekali,". Gerutu Sarah, menantunya malah cekikikan tertawa.


Jacqueline,suka sekali membuat ibu mertuanya jengkel. Sesekali, Sarah mencubit pipi menantunya itu.


*************


"Ada kabar, mengejutkan untuk kalian". Kata Sarah, yang baru datang.


Jacqueline, tersenyum dan duduk di samping suaminya.


Mendengar ucapan Sarah, membuat yang lainnya tercengang. "Kabar, mengejutkan? Apakah,itu sangat bahaya". Tanya V,mendelik ke arah istrinya.

__ADS_1


"Lebih,dari bahaya". Jawab Jacqueline, manggut-manggut.


"Huuff.... pekerjaan tambahan,lagi". Gumam Frans,dia sudah gelisah gusar.


"Aku,siap membantumu". Kedip mata Melda, menggodanya.


"Katakan,sayang. Jangan, setengah-setengah. Membuat kami, khawatir dan ketakutan". Ucap Irfan, menarik hidung istrinya.


"Hehehehe, maaf. Mamah, sengaja membuat kalian tegang". Kekehnya Sarah, berusaha tersenyum semanis mungkin.


"Alahhhh...Bilang saja, mamah ingin mengerjai kita". Gerutu V, tangannya tak henti-hentinya mengelus perut besar Jacqueline.


"Aku dan Jacqueline, pergi ke beberapa rumah sakit. Lalu, beberapa kali USG dengan sangat teliti. Hasilnya, tetap sama dan tidak ada perubahan sama sekali. Jenis kelamin yang didalam kandungan, Jacqueline. Yah...berjenis kelamin laki-laki". Ucap Sarah, dengan santainya.


Tentu saja, mereka hanya terkekeh geli mendengar ucapan Sarah. Mana mungkin, mereka mempercayainya.


"Hahahaha.... Ayolah, jangan bercandaan". Kata V, menggeleng kepalanya.


Para pelayan mansion, tengah menguping pembicaraan mereka. Ini adalah,momen langka.


"Yes...Yes,cucuku berjenis kelamin laki-laki. Hahahaha..... Sayangku,kalah". Ejek Irfan, berjoget-joget.


"Iya, bukankah berjenis kelamin perempuan. Setiap bulannya,di USG dan Hasil sama. Masa, USG kali ini. Tiba-tiba, berubah jadi laki-laki". Melda, terheran-heran.


"Sayang, memang benar. Anak kita, berjenis kelamin laki-laki. Ada buntutnya,mamah liat kok". Ucap Jacqueline, tersenyum.


"Seriusan, Hahahaha..... anakku, laki-laki. Mamah,kalah... uhuuyyy....". Kini V dan ayahnya berjoget-joget gembira.


"keponakan ku, berjenis kelamin laki-laki. Kamu,kalah". Frans, menunjukkan jarinya ke arah Melda.


Memang benar, mereka sudah melakukan taruhan. Sarah dan Melda, langsung kesal dengan kekalahannya.


"Servis,full yah". Irfan, mencolek dagu istrinya. "Siap-siap,barang antik mu untuk ku sayang". Kedip mata Irfan, menyombongkan dirinya atas kemenangan.


"Iiissshhh.... Menyebalkan sekali". Gerutu Sarah ,kepada suaminya. Astaga,barang antik aku beralih ke tangan suamiku sendiri.


Melda,hanya menepuk kening. Dia,main taruhan kepada Frans. Jika kalah,akan melakukan apapun terhadap sang pemenang.


"Maaf, Melda ". Jacqueline,merasa iba melihat dua wanita yang di sayanginya.

__ADS_1


Frans, tersenyum merekah saat memandang wajah Melda. Bersiap-siap, menuruti kemauannya.


"Ayo,mana barang antiknya sayang". Irfan, tak sabar lagi memiliki barang antik milik istrinya itu.


Dengan langkah gontai,sarah melangkah kakinya. Untuk mengambil,batang antik di sebuah ruangan.


"Uuumaaah.... Uuumaaah...". V,mencium perut Jacqueline. "Tidak apa,anak laki-laki. Nanti adiknya, perempuan".


"Iya,papah". Sahut Jacqueline,bersuara anak kecil. Lalu,dia tertawa renyah.


"Mel,gak papa kan". Tanya Jacqueline, tersenyum.


"Bagimu,gak papa. Aku, Aaaaakkkkhh..... Keenakan Frans,dia bakalan menyiksaku dengan pekerjaan Jacqueline". Melda, mengusap rambutnya ke belakang.


"Gimana, lagi. Sudah takdir, makanya jangan mengejek-ejek yang belum pasti. Kena batunya,kan". Jacqueline, mengelus lembut pundak sahabatnya itu.


"Jacqueline,gak terbayangkan. Kalau, Frans orangnya seperti apa? Dia, benar-benar menyiksa ku. Hiks....Hikss...Huaaaa...Huaaa...". Melda, meraung keras karena kekalahannya.


" Mampus,kau". Ejek V, tersenyum smrik.


"Kak V,setega itu dengan ku. Huaaa.....". Melda,tak terima dengan kekalahannya. "Berharap,lahiran nanti berubah lagi jenis kelaminnya". Pinta Melda, kemungkinan tidak akan pernah terjadi.


"Alahhh... Menikah lah,biar kamu melahirkan anak perempuan". Sahut V, langsung.


"Iya,masih ad kesempatan satu kali. Siapa tahu, saat lahiran nanti memang benar perempuan. Kalian berdua,mati di tangan kami". Kata Sarah, membuat Irfan dan Frans hanya menelan ludahnya.


"Jacqueline,akan bantu doa yah". Kekehnya Jacqueline,kini dua wanita itu mulai tersenyum lagi.


"Wahhhh...Bahaya, Tuan. Bagaimana,ini? sudah waktunya,kita memesan tiket pesawat dan kabur". Frans, sudah merancang idenya.


"Benar sekali,aku setuju itu". Jawab Irfan,tak sanggup mengahadapi hukuman dari istrinya.


"Ckckck.... Kalian berdua, tidak akan bisa kabur. Sampai manapun,aku akan mengejarnya". Sarah, menyeringai tajam.


"Hemmm...Aku,juga akan mengejar tanpa memperdulikan apapun". Sahut Melda, menatap sinis terhadap pria yang berdiri tegap.


"Tenang saja,aku siap membantu". Kekehnya V, senyumannya tersimpan ide licik untuk ayah dan sekertaris pribadinya itu.


V, sangat menyukai jika dua Pria ini. Akan di siksa, oleh ibunya. kemungkinan,dia tertawa terbahak-bahak di atas siksaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2