BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Sarapan Pagi,Yang Terlewatkan


__ADS_3

"Hemmm...Enaknya, aku sangat lapar dan tenaga terkuras habis". Decak Jacqueline, sangat menikmati sarapan siangnya.


Mereka berdua, melewati sarapan pagi. Karena terbuai suasana, pengantin baru. Sehingga, melupakan mengisi perut mereka.


V,hanya cengengesan melihat istrinya tengah lahap menyantap makanan. Mereka,makan di dalam kamar.


Enggan untuk keluar dari kamar,apa lagi Jacqueline masih tak nyaman jika melangkahkan kakinya.


"Pelan-pelan,sayang. Tidak ada,yang merebuti makanan mu". V, mengusap bibir menggunakan tisu.


"Aku, sangat lapar. Karena dirimu, ingin memakan ku terus ". Sahut Jacqueline, tersenyum. Dia, benar-benar sangat bahagia.


"Bukankah, kamu Menikmatinya sayang". Kedip mata V, membuat Jacqueline malu-malu kucing.


Ting....


Sebuah pesan masuk, di ponselnya Jacqueline. V, langsung mengambilnya dan ingin tahu.


[Minggu depan,aku akan menikah Jacqueline. Aku, benar-benar malu kepadamu]. Garrix.


"Baguslah,kalau mereka menikah". Kata Jacqueline,yang sudah selesai makannya.


"Terpaksa, mungkin". Sahut V, langsung.


Jacqueline, langsung membalas pesan dari Garrix. Tentu saja, membuat V cemburu buta.


"Cukup! Jangan hubungi,pria manapun". V, Langsung ingin menyantap bibir Jacqueline.


"Stop,aku mau ke kamar mandi dulu". Cegah Jacqueline, langsung ke kamar mandi.


V,hanya terkekeh geli melihat Jacqueline berjalan sedikit kesusahan. Sudah pasti,di sebabkan di nya sendiri.


Selesai dari kamar mandi, Jacqueline menuju meja rias untuk berdandan. Jejak-jejak di leher Jacqueline, terlihat jelas. Siapa lagi,kalau bukan V pelakunya.


V,masih mengotak-atik laptopnya. Melihat sang istri, berbaring di atas ranjang. Dia, langsung meletakkan laptopnya dan menghampiri Jacqueline.


Tentu saja, ingin bermanja-manja dengan istrinya. "Eee...kalau, sibuk gak papa. Sana,aku mau istirahat. Biasa,masih ngantuk".


"Kau,yang lebih penting sayang". V, langsung menjalankan aksinya dengan lembut.


Jacqueline,hanya pasrah menerima perlakuan dari V. Impiannya yang di nantinya, akhirnya tercapai memiliki V seutuhnya.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sama-sama polos.


Jacqueline,masih malu-malu kucing. Di saat V,mulai menciumi seluruh lekukan tubuhnya.


Sampai di tempat pribadinya,V memainkan lidahnya. Sang empunya,hanya merem melek dan tubuhnya meliuk-liuk ke sana kemari.

__ADS_1


"Aaahhh....Aahhh...Aahh" suara desa-han, Jacqueline. Apa lagi,V memainkan jarinya keluar masuk.


Miliknya, sudah siap meluncur ke tempatnya. Akan tetapi,di tahan V sementara. Biarlah,sang istri menik-matinya dulu.


"Ayo, mende-sah lah sayang. Aku, sangat menyukainya". Kata V, memandang wajah Jacqueline yang mende-sah.


"Ak-aku....Aaaaahhh...". Eran-gan kenik-matan panjang, Jacqueline tubuhnya melemas seketika. Hanya menggunakan jari V,dan dua gundukannya di remas-remas. Dia, mendapatkan pelep-asan pertamanya.


V, membalikkan badan Jacqueline posisi menungging. Terlihat jelas,milik Jacqueline dari belakang. V, tersenyum dan memainkan jarinya dulu. Setelah puas, barulah menusuk Jacqueline dari belakang.


Jacqueline,sempat ternganga lebar dan memejamkan matanya. Kenikmatan yang luar biasa,apa lagi V memulai permainannya.


Plok...plok...plok...


Suara perpaduan antara kulit,V semakin cepat menghu-jam tu-buh istrinya.


Belum sampai,V sudah menggantikan posisi mereka.


Jacqueline,hanya pasrah dan mengikuti apapun gaya yang di mau oleh suaminya itu. Meskipun,dia sudah sangat lelah. Tetapi,tubuhnya berkata lain.


*************


Besok paginya, barulah Jacqueline keluar dari kamar. Terlihat, sangat berbeda. Wajahnya, berseri-seri kebahagiaan yang tiada duanya.


"Ciyeehh.... pengantin baru, sudah turun ke bawah". Goda Melda, tersenyum. "Astaga, lehermu banyak sekali jejak-jejak dari V".


"Eeee... menantu mamah, turun". Sarah, menghampiri mereka berdua tengah berdiri di dapur.


"Mamah,". Jacqueline, tersipu malu-malu. Duhh...aku, benar-benar malu sekali.


"Sok, malu-malu.biasanya, malu-maluin". Kekehnya Melda, cengengesan tertawa. Apa aku bakalan, seperti ini. Jika menjadi pengantin baru, malu-malu kucing.


"Ada apa,hemmm...kalau ada apa-apa, kenapa gak bilang? Gak perlu repot-repot ke bawah". Sarah, mengelus lembut rambut Jacqueline.


"Mah,aku bete juga di kamar terus. Mau, jalan-jalan keliling mansion. V,masih tertidur pulas kok". Kekehnya Jacqueline,kalau tetap di kamar. Bisa jadi, dirinya akan di hajar habis-habisan oleh V.


"Sebentar,mamah ada jamu. Cocok, untuk pengantin baru". Sarah, mengeluarkan jamu di dalam kulkas.


"Iiiihhhh...gak enak, pastinya". Cicit Jacqueline, berwajah masam.


Melda,hanya calingukan melihat jamu di tangan Sarah.


"Namanya juga,jamu. Pastilah,gak enak. Tapi,pas untuk mu. Mamah yakin,badanmu pegal-pegal kan". Kata Sarah,yang langsung di angguki Jacqueline.


"Mah, punyaku ada gak". Rengeknya Melda, ingin minum jamu juga.


"Astaga, nanti mamah bikinkan. Tapi, nunggu kamu nikah". Jawab Sarah, tersenyum. Sarah, sudah menganggap Melda seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


Sarah, memperlakukan Jacqueline dan Melda dengan adil. Dia, menumpahkan kasih sayang seorang ibu.


Melda, bersyukur memiliki kasih sayang dari Sarah. Selama ini,di anggap sebagai ibu kandungnya sendiri.


"makanya,nikah sana". Suruh Jacqueline, sedikit demi sedikit mencicipi jamu yang di berikan Sarah.


"Tau, bagaimana dengan Frans? Pasti, cocok dengan mu. Kalau, Huda gak mau nikah sama kamu. Kalian, lumayan lama pacaran. Kenapa, Huda gak ada kepastian? Kamu, sudah membicarakan tentang ini kan". Tanya Sarah, membuat Melda salah tingkah.


Kenapa,jadi Frans? Apa,mamah Sarah ingin aku dan Frans bersatu. Aku sih,mau aja. Tapi, Frans sepertinya tidak.batin Melda,yang bimbang. "sudah,mah. Tapi,katanya nanti". Jawab Melda, tersenyum. Benar sekali,hari ini aku dan Frans ada janji.


"Nyonya,ada tamu sedang mencari nyonya". Ucap seorang pelayan. Sehingga, menghentikan pembicaraan mereka. Melda, merasa lega karena lepas dari pertanyaan Sarah.


"Tamu? Aku, tidak ada janjian dengan siapapun". kata Sarah, kebingungan.


"Gak salahnya,kita sana". Sahut Melda, langsung. Yang di angguki oleh, Jacqueline.


Sarah, Jacqueline dan Melda. Mereka, langsung ke ruang tamu. Entah,siapa? Tamu, sepagi ini.


Tiba di ruang tamu, mansion. Mata Jacqueline dan Melda, melebar sempurna.


Karena tamunya, begitu sangat spesial.


"Jacqueline....! Mamah,kangen sama kamu". Seorang ibu-ibu, langsung berlarian ke arah Jacqueline dan memeluk erat.


"Lepassss...!!". Jacqueline, langsung mendorong tubuh wanita itu.


"Jacqueline, maafkan mamah nak. Mamah,salah. Tolong, maafkan mamah". Wandari,ibu tiri Jacqueline tiba-tiba datang.


Begitu juga ada Nita dan Angel, mereka benar-benar nekat keluar negeri. Hanya untuk menemui Jacqueline, rupanya mereka ingin membuat onar.


Wandari, memberikan kode terhadap anaknya. Agar Jacqueline, luluh terhadap mereka.


"Jacqueline, maafkan kami". Nita dan Angel, langsung bersimpuh di hadapan Jacqueline. Derai air mata, membasahi wajah mereka.


Jacqueline, benar-benar muak dengan pemandangan di hadapannya. Sarah,hanya menghela nafas panjang. rupanya, Sarah tahu siapa mereka.


"Nak,kami menyesali atas perbuatan kami. maafkan kami,". Wandari, terus-menerus memohon kepada Jacqueline.


"Aiisss.... ngapain sih, mereka tiba-tiba datang". Gerutu Jacqueline, dengan kesal.


"Kemungkinan, mereka ingin menghancurkan kehidupan mu dan mengusik keluarga Fernandez". Sahut Melda, mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Jacqueline, maafkan kami. Kami, sudah mendapatkan karmanya. Lihatlah, kepada kami sekarang. Semua harta kekayaan,yang ditinggal ayah kita. Semuanya,hilang tanpa tersisa. Jacqueline, maafkan kami". Nita,memang mendalami perannya.


"Jacqueline,kami sangat menyesali. Apa lagi, musibah yang kami alami. sangat menyakitkan dan menyedihkan. Sekarang,aku paham bagaimana perasaan mu dulu". Isak tangisnya Angel,dia benar-benar jago aktingnya.


Jacqueline,masih menatap lekat ke wajah mereka satu persatu. Dia, menyunggingkan senyumnya. Sepertinya,dia mengetahui sesuatu niat kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2