BALAS DENDAM TAK BERTEPI

BALAS DENDAM TAK BERTEPI
Kurang Se ons


__ADS_3

Pagi harinya,V tergesa-gesa menuruni anak tangga. Calingukan mencari, orang-orang sekitar mansion. Rupanya, mereka tengah Sarapan pagi di meja makan.


"Payah, masalah beginian kamu tidak tahu". Ucap V,yang baru datang. Dia, meletakkan kado ulang tahun di meja makan. kedua orangtuanya dan Melda, menjadi kebingungan. Apa masalahnya,sepagi ini sudah ribut-ribut. Bahkan,di meja makan.


"Lah, beneran tidak tahu. Baru kali itu, melihat benda itu bos". Jawab Frans, dengan santainya. Dia,memang tidak tahu apa-apa.


"Sialan,masa benda ini tidak tahu". V, mengeluarkan benda testpack di dalam kotak. Apa ini,sebuah teka-teki untukku? Sial, kenapa sesusah ini.


Sontak membuat kedua orangtuanya dan Melda,melongo. Dua pria,yang kecerdasannya tidak di ragukan lagi. Akan tetapi, tidak tahu benda tersebut.


"Anakmu,pah. Kurang se ons,katanya pewaris tunggal Fernandez. Nyatanya,bodoh juga". Decak Sarah, menggelengkan kepalanya.


Melda, hanya cengengesan dan menutup mulutnya. Tentu saja, kepalanya menunduk sesekali melirik ke arah Frans.


"Ini juga,foto apa sih? Buram, seperti ini. Siapa, fotografernya. Masa,ngambil foto gak jelas". Gerutu V, meletakkan foto USG di meja makan.


"Yah...sama bos, tidak tahu. Apa maksudnya,foto ini". Kekehnya Frans, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Menyebalkan,aku sudah menebaknya. Jika dua Pria ini,memang tidak tahu? Apa, benda ini dan foto ini". Ucap Jacqueline,yang baru datang.


Kini Irfan dan Sarah, cekikikan tertawa. Tak lupa, Melda ingin sekali tertawa terbahak-bahak.


"Sayang,apa nama benda ini? Biar aku,cari di Mbah google". Tanya V, tentunya dengan wajah sok imut.


"Kami, tidak akan memberitahu. Pergilah, kalian berdua ke rumah sakit. Lalu, tanyakan pada dokter. Biar kalian berdua,paham artinya. Anggap saja,kalian berdua belajar untuk kedepannya nanti". Perintah Sarah, dengan tegas.


"Menyebalkan sekali,". Gerutu V,dia langsung meminum air putih dan langsung pergi. Tak lupa, Frans mengekori bosnya itu.


Selepas kepergian,dua pria tersebut. Barulah, mereka berempat tertawa lepas.


"Astaga,mamah benar-benar tidak percaya! Jika V dan Frans, tidak mengetahui benda itu". Sarah, menggeleng kepalanya.


"Bagaimana,lagi? Mereka,hanya berkerja dan berbisnis saja. Entah, bagaimana Frans nantinya". Sahut Irfan, tersenyum kecil.

__ADS_1


"Sangat, terbebani". Kekehnya Jacqueline, menyenggol lengan Melda. "Pengennya, uwuwuan. Eehh....jadi menyebalkan,mah". Gerutu Jacqueline, berharap ada momen tak terlupakan dari Suaminya. Nyatanya,V malah tidak tahu.


"Mereka berdua, sangat payah dalam urusan wanita". Kata Melda, tersenyum smrik. Benar-benar, menyebalkan sekali. bahkan, Frans tidak tahu benda itu.


" Entahlah, bagaimana mereka di rumah sakit nanti. Apa lagi, menemui Jay sahabat mereka. Mamah, sangat yakin sekali. Mereka berdua,jadi bahan tertawa Jay". Sarah,tak menyangka jika anaknya. Tidak tahu,pasal testpack.


"Biarkan saja,mah. Pasti mereka, sangat malu. Apa lagi,dokter Jay suka mengejek-ejek orang". Sahut Melda, cekikikan tertawa.


"Hemmm... Betapa,kesalnya mereka berdua. Hahahahaha...". Jacqueline,tak sabaran. Bagaimana,reaksi V saat mengetahui yang sebenarnya.


Irfan dan Sarah, sangat bahagia atas kehamilan Jacqueline. Tak sabar, mereka menggendong seorang cucu. Terserah,mau laki-laki atau perempuan. Asalkan, keduanya sehat dan selamat.


**************


Kedatangan V dan Frans, menjadi pusat perhatian rumah sakit.


Mereka berdua, masuk kedalam ruangan seorang dokter bernama Jay Leno. Sahabat mereka, berdua dan tak lupa. V,masih membawa kotak ulangtahunnya.


V dan Frans,duduk bersebelahan. Di hadapannya, sudah ada sahabatnya. Mereka bertiga, saling pandang dan hening seketika.


Plakkkk....


V, langsung memukul tangan Jay. "Main nyosor saja,siapa juga mau ngasih kado? Kami,ada perlu dengan mu".


"Eeeeehh...kirain,". Kekehnya Jau, cekikikan. "Katakan, apa yang harus aku lakukan ? Apa,ada yang sakit atau yang lainnya". Tanya Jay, dengan santai. Aku, mencium bau-bau tidak sedap.


V, mengeluarkan benda testpack dan foto USG dari kotak ulangtahunnya. "Jelaskan,benda ini apa? Lalu,ini foto apa. Gak jelas,begini". V, menyodorkan benda itu dan foto USG.


Jay, mengerutkan keningnya saat melihat benda tersebut. "Kalian berdua, tidak tahu? Apa benda,ini". Tanya Jay, mengambil testpack itu.


"Bodoh! Kalau,kami tahu. Mana mungkin, capek-capek ke sini". Sahut V, langsung. Dengan nada,tingginya.


"Hmmpptt....Hmmpptt.... hahahahah..... Hahahaha....kalian, tidak tahu ini? Hahahahaha....jabatan doang, CEO ternyata bodoh juga. Kau, tidak tahu Frans? Astaga,kalian berdua bisa bodoh juga". Jay, terus-terusan mengejek mereka berdua.

__ADS_1


Braakkkk....


Frans, menendang meja kerja Jay. Sontak membuatnya, terkejut. Apa lagi, tatapan dua pria itu sangat mengerikan sekali.


"Wowohhh... Santai,bro. Maaf,aku bercanda. Hanya,bercanda". Kekehnya Jay,dua pria itu siap menerkamnya hidup-hidup. Benar-benar lucu, mereka tidak tahu benda ini.


"Brengseeekk....Malah, mengejek-ejek kami". Gerutu V, dengan kesal. Emosinya menggebu-gebu, ingin sekali menghajar sahabatnya ini. Tetapi,dia menahan dan sabar. Demi kebaikannya,dia ingin tahu apa benda itu? jika gagal,sama saja mencari masalah dengan istrinya.


"Sekali lagi, mengejek kami. Aku,pecat kamu dari kedokteran". Ancam Frans, menatap tajam ke arah Jay.


"Oke,ini namanya tes kehamilan dengan test pack dilakukan untuk mengetahui kehamilan secara cepat dan praktis. Namun, untuk mendapatkan hasil yang akurat, test pack harus digunakan dengan cara yang benar dan dilakukan pada waktu yang tepat.


Test pack adalah alat uji kehamilan yang bekerja dengan cara mendeteksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin) di dalam urine. Paham..!". Jay, menjelaskan kepada V Frans.


Dua pria bertubuh kekar,di hadapan Jay. Hanya manggut-manggut, mendengar penjelasannya. Mereka berdua ini,paham gak sih? Kaya,gak yakin aku. Batin Jay, kebingungan.


"Oh, jadi alat uji kehamilan. Baru tahu,aku". Sahut Frans, cengengesan. Gimana, caranya yah? Kok,aku jadi penasaran dengan benda itu.


"Testpack ini,bukan salah satu dari kalian kan". Tanta Jay, menaruh rasa curiga. Tetapi,dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak.


"Enak saja,kami berdua normal. Gak doyan, jeruk makan jeruk. Emangnya,salah satu dari kami ada pria jadi-jadian ". Jawab V, bergidik geli. Tak lupa,melirik ke arah Frans. Ck, malas sekali aku berurusan dengan dokter ini.


"Oke,yang pasti bukan dari seorang wanita lain. Siapa tahu, Frans menghamili anak orang". Kedip mata Jay,ke arah Frans.


"Gila! Emangnya,aku pria apaan. Main nyosor,duluan. Maaf,aku bukan dia". Frans, melirik ke arah V. Kini V, langsung menyenggol kaki sekertaris pribadinya itu.


"Oh,jadi dari kakak ipar ini". Kekehnya Jay, menggoda V.


"Entah,dia memberikan itu kepada ku. Katanya,kado ulang tahun yang spesial. Nyatanya,aku malah tidak tahu sama sekali. Apa, maksudnya yah? Kamu, tau tidak Jay". Tanya V,masih kebingungan.


Jay,hanya menghembuskan nafas beratnya. Seorang Aarav Fernandez, benar-benar membuatnya kesal. " V, dengarkan aku baik-baik". Pintanya.


"Jay, dari tadi kami mendengarkan kamu baik-baik. Kalau tidak, sudah pergi kami dari sini. Pasti,kamu kesenangan kam! Kami, tiba-tiba datang dan berkunjung". Jawab V,berdecak kesal.

__ADS_1


"Kamu kira,kami tadi tidak mendengarkan penjelasan mu. Begitu,ha". Sahut Frans,yang langsung ngegas.


Jay,hanya mengusap wajahnya dengan kasar. Ternyata,dia salah berbicara seperti itu.


__ADS_2