
Tiga bulan, kemudian.
Jacqueline, tengah tersenyum merekah. Saat matanya, tertuju sebuah benda kecil di tangannya."Ak-aku hamil,". Jacqueline,nampak tak percaya. Hasil testpacknya, garis dua. Bertanda,dia tengah mengandung anaknya dan V.
"Sebentar lagi, ulang tahun V. Aku,akan merahasiakan kehamilan ku. Anggap saja,ini kado ulang tahunnya". Gumam Jacqueline, tersenyum manis. Dia, segera mungkin menyembunyikan hasil testpacknya. Agar tidak,di ketahui oleh siapapun. "Aku yakin, dia sangat bahagia sekali. mengetahui,dia akan menjadi seorang ayah".
Keluar dari kamar mandi, terlihat jelas di wajahnya Jacqueline. Nampak bersinar, penuh kebahagiaan.
"Kenapa, senyum-senyum sendiri. Hemmm...ada sesuatu,kah". V, mengecup bibir Jacqueline sekilas.
"Aku sedang berbahagia,karena setiap pagi hari. Aku, melihat wajah orang yang aku cintai". Jawan Jacqueline, melingkarkan tangannya di leher V.
"Benarkah,". Bisik V, tangannya yang sudah aktif.
"Mandi,gih. Jangan lagi,malam tadi sudah. Aku, juga mau bersiap-siap untuk berangkat kerja. Kasian, Melda menungguku". Jacqueline, melerai pelukannya.
"Berhentilah, bekerja. Aku mohon,sayang". Pinta V, dengan manja.
"Jika kau, berhenti bekerja. Bagaimana, Melda? Dia, bekerja karena aku". Kata Jacqueline, menahan tangan suaminya.
"Jangan memikirkan Melda,dia bisa bekerja di kantor dan menjadi asisten Frans. Siapa, tahu! Mereka,saling dekat dan Frans bisa luluh". Kekehnya V, mencubit pipi istrinya.
"Akan aku, pikirkan tentang ini. Tidak mungkin,aku langsung mengambil keputusan sendiri. Aku,harus membicarakan kepada Melda". Jawab Jacqueline, langsung di angguki V.
"Hemmm.. secepatnya,sayang. Ngomong-ngomong,kamu gemukan sayang. Hemm..tambah seksi,aku suka". Bisik V, sebelum pergi ke kamar mandi.
"Dasar,mesum!". Teriak Jacqueline, tetapi dia senang mendengarnya.
Hemmm... sudah waktunya,aku beristirahat dan fokus kehamilan ku. Aku tidak mau, kenapa-kenapa dengan anakku. Batin Jacqueline, mengelus-elus perutnya yang masih rata.
***********
Siang harinya, Jacqueline dan Melda makan siang. Tempatnya, sangat terpencil dari kota.
"Heran,kenapa kita makan di sini? Kamu, tumben-tumbenan sih. Kaya ngidam aja". Gerutu Melda, dari tadi perutnya sudah mulai keroncong.
Tetapi, Jacqueline selalu menolak di ajak ke restoran terdekat atau rumah makan yang di laluinya.
"Aku,memang hamil". Jawab Jacqueline, dengan santainya.
"Uuhukk.... Uhuukkk...". Melda, terbatuk-batuk saat mendengar ucapan Jacqueline. "Jangan bercanda,kamu membuatku kaget".
"Aku seriusan, Melda. Aku,hamil baru saja tahu". Ucap Jacqueline, dengan tegas.
__ADS_1
Melda, langsung menghentikan acara makannya. Karena syok, mendengar ucapan Jacqueline. "Yes....Yes...Yes,aku punya keponakan. Yeyeyye....". Melda, kegirangan loncat-loncat dan menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.
"Melda, Melda... kamu, apa-apaan sih? Lihatlah,jadi tontonan orang sekitar. Gak malu,apa". Jacqueline, langsung menghentikan aksi Melda dan memukul lengannya.
"Maaf,maaf...aku,aku hanya kesenangan Jacqueline". Melda,hanya cengengesan dan sangat memalukan sekali.
Selesai makan siang, mereka langsung masuk ke dalam mobil.
Melda, sambil menyetir mobilnya dan mendengarkan cerita Jacqueline.
Jacqueline, menceritakan jika kehamilannya di rahasiakan dulu. Hanya Melda,yang pertama tahu. Dia,akan memberitahu kehamilannya saat ulang tahun V. Melda, langsung menyetujui rencananya.
Melda, mengucapkan selamat atas kehamilannya. Dia,juga ikut senang.
"V, memintaku untuk berhenti bekerja". Ucap Jacqueline,sontak membuat Melda terdiam.
Senyumannya, langsung memudar begitu saja. "Lalu,apa jawaban mu".
"Aku, meminta waktu untuk membicarakan tentang ini kepada mu. Mana mungkin,aku mengambil keputusan sendiri". Jawab Jacqueline, sebenarnya dia tahu betul. Jika Melda, bersedih.
"Hemmm...Aku, mendukung kak V. Apa lagi,kamu hamil Jacqueline. Sudah waktunya,kamu fokus dengan kehamilan mu. Jangan sampai, kenapa-kenapa". Melda,hanya menghembuskan nafas beratnya.
"Melda, kamu sedih yah? Tenanglah,kamu akan bekerja di kantor V. Maukan,jadi asisten Frans ". Kata Jacqueline, mengelus lembut pundak sahabatnya itu.
"Kamu, serius Jacqueline". Ada senyuman manis, di sudut bibirnya Melda.
"Oke,aku mau". Tanpa ba-bi-bu lagi, Melda langsung menyetujui Jacqueline.
"Kau tahu, Jacqueline! Aku, sangat sedih karena kamu berhenti jadi seorang model. Tentunya,aku tidak mendapatkan uang sendiri dari hasil kerjaku. Walaupun,aku tidak kekurangan uang pun. Jika, tidak bekerja. Tapi, aku tidak nyaman dengan keluarga Fernandez. Hanya, menumpang hidup. Mendengar ucapan mu, menjadi asisten Frans. Aku,tentu mau". Kekehnya Melda, tersenyum sumringah.
"Dasar,bucin". Gerutu Jacqueline, dengan santainya.
"Biarin lah, ingat keponakan ku harus di jaga baik-baik". Pinta Melda, tersenyum.
"Pasti dong,". Jawab Jacqueline, tertawa renyah.
*********
Malam harinya, Jacqueline tengah bersantai di balkon kamar.
V,juga tengah sibuk dengan laptopnya. Ada sedikit pekerjaan,yang perlu di selesaikan.
"Sayang,ke sini nanti masuk angin". V, meminta Jacqueline masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Gak mau,masuk. Asalkan, bikinin aku cumi asam manis. Tapi, buatan kamu". Pinta Jacqueline, dengan wajah masam.
V, langsung meletakkan laptopnya dan menghampiri istrinya. Dia, langsung melingkar tangannya di perut Jacqueline. "Sayang,aku tidak ahli dalam memasak. Buat nasi goreng,mau yah".
"Gak mau, pokoknya cumi asam manis". Bentak Jacqueline, dengan kesal.
V, hanya menghembuskan nafas beratnya. "Oke,kalau gak enak. Gak papakan, aku sudah usaha dan menuruti kemauan mu". Akhirnya,V pasrah dan mengikuti kemauan istrinya. Daripada,sang istri marah-marah kepadanya. Bisa jadi,dia tidak dapat jatah malam ini.
"Gito,dong. Dari tadi kek". Gerutu Jacqueline, langsung menarik lengan Suaminya. Kemana lagi,kalau bukan ke dapur.
Yang benar saja, malam-malam masak cumi asam manis. Gerutu V, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
V,bersiap dengan alat masakannya. Tanpa memperlihatkan,resep dari YouTube.
"Kak V, tahu resepnya". Tanya Jacqueline,dia kebingungan. Emang,kak V bisa masak? Bahkan,dia tidak mencari resep apapun. "Kak V, bisa tanya ke aku".
"Diamlah, jangan mengganggu ku. Cukup diam dan duduk manis, serahkan semuanya kepada ku. Kamu kira,aku tidak bisa memasak". Kekehnya V, tersenyum.
Jacqueline, tersenyum sumringah. "Makasih, sudah repot-repot memasakkan yang aku inginkan".
"Sama-sama, sudah sewajibnya untuk menyenangkan hati istri". Jawab V,masih fokus dengan memasaknya.
Hemmm... aromanya, sudah tercium. Huuuff... semakin,lapar jadinya. Sabar yah,sayang. Dady mu,lagi memasakkan untuk kita. Jadi,kamu sabar sebentar lagi. Batin Jacqueline, sebenarnya dia tidak sabaran ingin memberitahu tentang kehamilannya.
"Wahhh...pada belum tidur, ngapain sayang". Sarah, langsung menghampiri menantunya. Yang tengah, menonton aksi V memasak.
"Mamah, duduk mah. Biasa,aku pengen kak V masakin buat aku". Jawab Jacqueline, tersenyum.
"Eeee...V,masak? Wahh...mamah, sudah lama tidak mencicipi masakan mu sayang". Ucap Sarah, sedikit keras.
V, hanya menggeleng kepalanya tanpa menoleh ke arah belakang. Dia, tetap fokus dengan masakannya.
"Mah,kak V jago masak yah! Aku,baru tau". Gerutu Jacqueline, dengan wajah muram.
"Sama,mamah juga kaget. Kalau, V bisa masak". Sarah,juga terkejut pertama kali mencicipi masakan anak laki-lakinya.
"Aku,memang sibuk bekerja. Bukan berarti, tidak bisa masak". Sahut V, langsung. "Masa, memasak tidak bisa. Ngomong-ngomong, untuk istriku tercinta. Bisa masak,atau gak". Tanya V, tersenyum smrik.
"Bisalah, rebus air. Hehehhehe....". Jacqueline, cekikikan menahan tawanya.
"Sama,mamah juga bisa masak. Masak apapun, asalkan mie instan. Hahahaha....". Sahut Sarah, mereka berdua sangat kompak.
"Ck,mamahmu mana bisa masak. Dulu,papah sering masakin untuk mamahmu. Saat dia,mengidam". Ucap seseorang ,yang baru datang. Siapa lagi, Irfan.
__ADS_1
"Hehehe... Ketahun,deh. Tunggu dulu,kamu tidak lagi hamil kan". Tanya Sarah, menaruh rasa curiga kepada menantunya.
Sontak membuat Jacqueline, gelabakan karena pertanyaan ibu mertuanya. Ingin berkata jujur,tapi ada V. Ingin berbohong,tapi tak tega melihat wajah sedih ibu mertuanya itu.