
Jacob, mengobrak-abrik kamar mandi dan seisi ruang istirahat Jacqueline. Akan tetapi,dia tidak menemukan keberadaannya.
"Benarkan,jika Jacqueline tidak ada di sini". Ucap Melda, berharap Jacob secepatnya pergi.
"Aku tahu,jika Jacqueline masih di sini". Jacob,terus berusaha untuk mencari Jacqueline. Matanya, tertuju pada tirai.
"Tuan Jacob, bisakah anda pergi dan mencari ke tempat lainnya". Melda,menghalang Jacob. Jangan sampai dia, menyentuh tirai tersebut.
"Minggir, aku tahu? Dimana,kamu Jacqueline". Senyum smrik Jacob,dia langsung membuka tirai dan melihat sesosok yang di carinya.
Jacqueline, bersembunyi di balkon terbilang sangat sempit. Jacqueline, merasakan ketakutan dan matanya melotot sempurna.
"Aku mendapatkan, dirimu nona". Jacob, mencekram lengan Jacqueline.
"Jacob,aku bisa menjelaskan semuanya". Jacqueline, mengundurkan langkahnya dan mentok pada pagar balkon. Memang di bawah, sudah banyak wartawan meliput kebersamaannya dengan Jacob.
Ada seringai tajam,di wajah Jacob dan semakin menghimpit tubuh Jacqueline.
"Jacob, bisakah kamu menjauhkan diri dari tubuhku. Lihatlah, mereka tengah meliput kita". Jacqueline, memalingkan wajahnya karena hanya berapa inci saja dengan wajah Jacob.
Tangannya, menahan dada bidang kokoh Jacob. Aroma maskulin, tercium oleh Jacqueline.
"Waahhhhh... lihatlah,momen langka".
"Benar sekali, bukankah dia Jacqueline Fernandez. Seorang model terkenal,bersama tuan Jacob seorang artis".
"Sangat serasi,jika mereka sepasang kekasih".
"Cium... cium....cium...".
Orang-orang yang di bawah,meminta mereka berciuman dan banyak merestui hubungan mereka.
Para wartawan berlomba-lomba, mengambil momen langka ini.
"Kau dengar Jacqueline, mereka meminta kita berciuman". Kekehnya Jacob, mengigit bibir bawahnya.
"Jangan gila,kamu Jacob. Aku tidak ingin, mendapatkan masalah apapun dengan mu". Jacqueline, membantah perkataan Jacob.
"Oh, benarkah? Lihatlah,dirimu hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Bibirmu, sangat manis". Tanpa memperdulikan teriakkan orang-orang sekitar, Jacob langsung ******* bibir Jacqueline.
"Wahahahahhaha...... mereka berciuman,".
Prokk... prokkk.... Prokkk...
__ADS_1
Orang-orang sekitar tercengang dan nampak senang,karena melihat adegan berciuman mereka.
Jacqueline,syok dan terdiam mematung. Saat benda kenyal, menyentuh bibirnya. Terasa hangat, apa lagi lidah Jacob ingin masuk kedalam mulutnya.
Akan tetapi, Jacqueline berusaha untuk membungkam mulutnya.
Saat Jacob, memutuskan mengakhiri ciumannya. Dia, mengusap bibir Jacqueline. "Manis, itulah hukum untuk mu". Senyum smrik Jacob,dia langsung meninggal Jacqueline.
Jacqueline, merosot ke bawah dan menyentuh bibirnya. Ada tatapan mata tajam, amarahnya sudah menggebu-gebu. "Brengseeekk.....". Teriak Jacqueline, mengepalkan kedua tangannya
**********
Dua hari sudah, Jacqueline mengurungkan dirinya di dalam kamar hotel.
Tak berani keluar,karena beritanya tersebar luas. Bahkan, mereka menduga jika Jacqueline memiliki hubungan spesial dengan Jacob seorang artis terkenal.
"Sampai kapan, kamu terus mengurung diri". Kekehnya Melda, mengacak-acak rambut Jacqueline.
"Aku malu,sumpah...!! Semua sosial media dan siaran televisi, selalu membicarakan tentang aku dan Jacob. Bahkan,papah dan mamah juga ikut-ikutan mengompori ku". Decak Jacqueline,terus menolak job pekerjaan.
Akan tetapi Melda,memang licik dan ingin mengerjai Jacqueline. "Aku sudah menandatangani kontrak kerjasama, dengan perusahaan RK. Kamu harus,mau".
"Apa...?? Melda,kamu apa-apa sih. Main tandatangani kontrak segala,tanpa setahu aku". Jacqueline, langsung menggeleng kepalanya.
"Fiiiuuhhh... baguslah, sesekali refreshing ke tengah laut". Jacqueline, tersenyum manis.
"Hemmm...karena aku, selalu memahami sahabat ku ini". Melda, memeluk erat tubuh sahabatnya. Hahahahha, kamu akan terkejut dengan kejutan ku Jacqueline. Aduhh...aku tidak sabar, menunggu besok.
"Jacqueline, bagaimana rasanya di cium oleh seorang artis". Bisik Melda, terkekeh.
"Meldaaaaaaa.... berhentiiii... mengejekkuuu....". Teriak Jacqueline, melemparkan satu bantal ke arah Melda yang tertawa lepas.
****************
"Aaaaaaaaaaaaah..... senangnya, bekerja di atas kapal pesiar ini" Jacqueline, loncat-loncat kegirangan melihat ke tengah laut. Angin sepoi-sepoi menikmati, suasana laut yang indah. Saat ini, Jacqueline hanya menggunakan bikini berwarna kuning dan pinggangnya di lilit selendang panjang.
"Huuuuff...seger banget, udaranya". Melda, ikut-ikutan merentang tangannya. Begitu Jacqueline, langsung di hadapan Melda. seakan-akan, mereka seperti adegan Titanic.
Mereka tertawa lepas, bersama dan tanpa di hiraukan seseorang di belakang. menatap ke arah mereka,dari tadi.
Prokkk... Prokkk...
"Nona Jacqueline, senang melihat anda menyukai tema pemotretan kita sekarang". Ucap seorang pria, mendekati mereka.
__ADS_1
"Terimakasih,pak Rain. Senang berkerjasama, dengan anda. Suasana saat ini, sungguh aku inginkan". Jawan Jacqueline, sambil bersalaman dengan pak Rain.
"Baiklah, Nona Jacqueline. Sebenarnya,ada seseorang untuk menjadi partner nona". Ucap pak Rain, membuat Jacqueline kebingungan dan menatap Melda.
Melda,hanya mengangkat kedua bahunya dan bertanda tidak tahu. "Oh,siapa dia pak? Berharap, dia bisa bekerjasama dengan ku". Tanya Jacqueline, penasaran siapa partner kerjanya.
Seorang pria, muncul di balik pintu dan nampak gagah dan kekar. Siapa lagi, Jacob tengah tersenyum kecil dan menghampiri mereka.
Jacqueline,nampak syok melihat siapa yang akan jadi partner kerjanya. "Kamu....". Jacqueline, menunjukkan jarinya ke arah Jacob. Beberapa detik, Jacqueline tak sadarkan diri.
"Jacqueline...". Jacob dan Melda, terkejut melihat Jacqueline tak sadarkan diri. Dengan sigap, Jacob mengangkat tubuh Jacqueline dan membawanya ke dalam kamar
Apakah Jacqueline, sanggup menahan dirinya. Selama tiga hari, bersama Jacob. Akankah,dia membalas perbuatan Jacob atau malah sebaliknya.
***********
Di mansion Fernandez,V tengah menikmati sarapan siangnya dan bersama kedua orangtuanya.
Hanya ada suara lantunan sendok,yang perpaduan dengan garpu.
"Seminggu lagi,aku akan melamar Laura Kiehl". V,membuka suara.
Irfan dan Sarah,terdiam dan menatap ke arah anaknya. "Apa kamu, serius dengan perkataan mu". Tanya Irfan, langsung.
"V, menjalin hubungan dengan serius. Bukan,hal main-main". Sahut Sarah, membuat hatinya sakit. Impian kecilnya, untuk menyatukan antara V dan Jacqueline pupus.
Memang akhir-akhir ini,V mulai dekat dengan Laura Kiehl. Seorang artis terkenal,anak pembisnis ternama juga.
"Aku serius,Papah dan mamah. Setelah melamar,satu bulan. Aku akan menikah, dengannya. Aku harap, tidak ada membantah keinginan dan perkataan ku". Ucap V, dengan tegas.
Saat Sarah, ingin berbicara. Akan tetapi, Irfan menahan istrinya. Hingga V, menghilang dari pandangannya. "kenapa,aku di tahan. Aku...". Sarah, menatap ke arah Suaminya.
"Jangan di paksakan,jika memang berjodoh akan bersatu sayang. Ini soal perasaan,bukan keinginan kita". Irfan, menghapus air mata istrinya.
"Aku tidak sanggup, berkata apa-apa lagi dengan Jacqueline. Hatinya semakin sakit, mendengar kabar ini". Isak tangisnya Sarah. Maafkan mamah,nak. Maaf, tidak bisa membantu dalam percintaan mu. Mamah, berharap kamu mendapatkan pria jauh lebih baik lagi.
"Jacqueline, anak yang kuat. Dia, sangat paham apa yang di lakukan". Irfan, mencoba menenangkan hati istrinya.
Sarah,mulai cukup tenang dan dia menyusul anaknya. V,tengah berdiri di teras mansion.
"jika,mamah menanyakan tentang gosip Jacqueline. Maaf,aku tidak ingin membahasnya. bukankan,dia sudah besar dan dewasa. Aku, tidak akan mengusik dan mengurusi dia lagi". Tegas V, tanpa menoleh ke arah ibunya.
Sarah, kebingungan karena memikirkan keadaan ini. Mampukah, Sarah meluluhkan hati anaknya.
__ADS_1