
"Sebenarnya aku kecewa padamu, karena kamu tidak bisa memegang omongan kamu sendiri,"
Dan ucapan Sela benar-benar membuat Risa bingung, kemudian Risa menarik tangan Sela menuju sofa bad yang berada di dalam kamarnya.
"Sela, aku benar-benar tidak tahu dengan apa yang kamu katakan, maksud kamu apa?" tanya Risa yang benar-benar tidak mengerti pada apa yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut.
"Kamu bilang padaku, jika kamu tidak ingin menjalin hubungan dengan siap pun, karena kamu ingin fokus pada Nana,"
"Iya itu benar," sambung Risa, membuat Sela langsung menatap intens wajah Risa yang duduk di sampingnya
"Jika benar, kenapa kamu berkencan dengan David sahabat suamiku, dan melukai hati sahabat suamiku yang lain. Kamu tahu Bima sangat mencintaimu, kamu membohongi dia, jika kamu akan fokus pada Nana dan tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa pun, tapi nyatanya kamu malah menjalin hubungan dengan David, dan melukai hati Bima, pria yang menolong mu saat kamu terpuruk,"
Risa hanya tersenyum mendengar perkataan sahabat nya tersebut yang bagaikan kereta api tidak ada putusnya.
"Kenapa kamu malah tersenyum?"
"Baiklah aku akan tertawa," jawab Risa yang langsung tertawa.
"Risa ini tidak lucu!"
"Iya maaf, sekarang aku tanya, kamu dapat informasi dari mana, jika aku menjalin hubungan dengan David,"
__ADS_1
"Jelas saja dari Bima, kamu ini benar-benar tidak tahu berterimakasih kasih aku kecewa padamu,"
"Jangan begitu dong, itu bibir tambah tebal saja, sekuat apa hisapan suamimu?"
"Masa sih?" tanya Sela sambil memegangi bibirnya, lalu menatap kesal ke arah Risa yang sedang tersenyum. "Jangan mengalihkan pembicaraan,"
"Iya maaf, kamu tahu cinta tidak bisa di paksakan, aku juga sudah bicara baik-baik pada Bima, saat dia menyatakan cintanya padaku, jika aku hanya menganggapnya sebagai kakak dan juga sahabat yang baik untukku, dan aku tidak ingin merusak itu, dan dia paham,"
"Terus dengan David?" tanya Sela penasaran.
"Aku dan David tidak menjalin hubungan seperti apa yang kamu katakan, kami hanya berteman biasa, apa kamu tidak menanyakan pada suamimu jika David sudah bertunangan?"
"Apa!"
"Tapi kenapa Bima mengatakan kamu–
"Mungkin tempo hari, saat Bima mengajakku makan siang dan aku menolaknya, karena aku sudah ada janji dengan David, dari situ mungkin dia salah sangka, tapi baguslah. Jadi dia tidak akan mengejar ku lagi, dia lebih pantas mencari wanita yang lebih baik dariku,"
"Oh begitu, terus bagaimana dengan kakakku Anton?"
"Entah, akhir-akhir ini dia biasa saja, setelah aku mengatakan padanya, jika aku hanya ingin fokus pada Nana, dan itu membuat aku jadi lebih tenang,"
__ADS_1
"Berarti aku hanya salah paham?"
"Tentu," Sela pun langsung memeluk Risa.
"Maafkan aku yang tidak percaya padamu,"
"Iya aku maafkan," Risa mengeratkan pelukannya kembali, tidak menyadari jika ada Kai yang sudah berdiri di depan pintu kamar Risa yang tidak tertutup rapat.
"Siapa yang mengijinkan kamu memeluk tubuh istriku!" suara Kai mengagetkan Sela dan juga Risa yang langsung melepas pelukannya.
"Aku heran, kenapa kamu menyukai pria posesif seperti itu," bisik Risa di telinga Sela.
"Tidak usah bisik-bisik tetangga, bicara saja yang keras agar aku dengar.
"Risa bilang, kamu itu tambah tampan sayang," sambung Sela yang beranjak dari duduknya dan menghampiri sang suami dan memeluk lengannya.
"Oh iya?" tanya Kai yang sekarang tersenyum bahagia.
"Iya sayang,"
"Ya sudah, kalau begitu berikan uang pada Risa untuk membeli stok susu selama setahun buat Nana,"
__ADS_1
"Siap bos," ujar Sela, membuat Risa sebisa mungkin untuk menahan tawanya.
Bersambung.......................