
Dan Kai pun langsung mengurungkan niatnya mencium bibir Sela yang menjadi candu, saat tahu siapa yang sudah masuk ke dalam ruang perawatan nya.
"Om,"
"Papa Doni," ucap Kai dan juga Sela bergantian, saat papa Doni sudah berada di ruangan tersebut dan duduk di atas kursi roda yang di dorong oleh perawat mendekat ke ranjang perawatan Kai.
Lalu Sela menghampiri papa Doni dan mengambil alih kursi roda yang di duduki nya, saat rasa sayang yang pernah beku, sekarang mencair kembali, saat papa Doni datang untuk menyelamatkan saat dirinya di sekap oleh mama Nisa yang sekarang mendekam di penjara.
"Papa, apa papa sudah baikan kenapa papa datang kemari?" tanya Sela sambil mendorong kursi roda yang di duduki papa Doni.
"Sudah nak, kalau belum sembuh, tentu saja papa tidak ada di sini," jawab papa Doni antusias saat Sela tidak lagi dingin pada dirinya
Kemudian papa Doni mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya menatap ke arah Sela, lalu meraih tangannya dan juga tangan Kai, kemudian menyatukan nya.
"Papa sudah mendengar jika kalian akan menikah, papa ikut bahagia mendengar hal ini,"
"Terima kasih pa," Sela lalu melepas tangannya kemudian memeluk papa Doni.
"Kamu pantas di cintai nak, dan Kai mempunyai cinta yang sangat besar untukmu, papa selalu berdoa untuk kebahagian kalian," papa Doni menepuk punggung Sela sebelum melepas pelukannya.
"Dan untuk kamu Kai, papa tahu kejadian yang menimpa dirimu, jangan pernah maafkan Harza dan juga Hendri, berikan hukuman yang pantas untuk nya, papa malu pernah menganggap mereka menjadi anak papa,"
Sela mengerutkan keningnya mendengar pernyataan papa Doni, tapi tidak dengan Kai, yang sudah mengetahui semuanya.
__ADS_1
"Maksud papa? Hendri dan juga Harza bukan anak kandung papa?" tanya Sela penasaran sambil mengerutkan keningnya menatap papa Doni.
"Bukan," jawab papa Doni singkat. "Sudah tidak perlu di bahas lagi, antar kan papa kembali ke kamar,"
Dan Sela pun mengikuti perintah papa Doni, lalu mendorong kursi rodanya keluar dari ruang perawatan Kai.
"Berarti alasan papa Doni memberikan perusahaannya padaku karena Harza dan juga Hendri bukan anaknya? Tapi kenapa papa baru mengatakan sekarang, apa ada hal lain yang tidak aku ketahui," gumam Sela dalam hati sambil mendorong kursi roda papa Doni menuju kamar perawatan nya, yang memang satu rumah sakit dengan Kai
*
*
*
Satu minggu kemudian, yang artinya kurang dua minggu lagi Sela dan juga Kai akan mengikat janji suci sehidup semati dalam ikatan pernikahan yang sudah lima puluh persen persiapannya.
Sela menggandeng lengan Kai memasuki rumahnya sepulang nya dari rumah sakit, setelah Kai sembuh total. Lalu Sela melepas alas kaki Kai dan merebahkan tubuh nya dengan pelan saat sudah berada di dalam kamarnya, dan Kai pun langsung tersenyum ke arah Sela.
"Terima kasih, tapi aku tidak sakit, kenapa kamu memperlakukan aku seperti orang sakit?"
"Siapa bilang tidak sakit? Aku rasa kamu sedang sakit,"
"Sakit apa?"
__ADS_1
"Sakit jiwa, setiap hari senyum-senyum sendiri tidak jelas, sudahlah aku ingin keluar menemui mama,"
"Dan aku gila karena dirimu, dan kamu harus mengobatinya," sambung Kai lalu menarik tangan Sela yang akan pergi meninggalkan nya dan langsung jatuh di atas tubuhnya.
"Kai,"
"Ssstttt," Kai menaruh jari telunjuk nya di bibir Sela menyuruhnya untuk diam. Lalu meraup wajah Sela kemudian mencium bibirnya, tidak puas dengan hanya menciumnya, Kai meneruskan dengan menyesapnya dan me lu matnya, saat Sela juga tidak menolaknya.
Sela mendorong wajah Kai, saat dirinya mulai kehabisan nafas.
"Maaf," ujar Kai sambil membelai wajah Sela, yang sedang mengatur nafasnya.
"Kai," Sela meraih tangan Kai untuk tidak membelai wajahnya lagi. "Aku turun dulu menemui mama,"
"Tetaplah disini bersama ku hari ini,"
"Kai apa kamu tidak bosan, seminggu di rumah sakit kamu juga tidak mengijinkan aku meninggalkan mu,"
"Tidak, karena dunia ini begitu gelap saat aku tidak bersama mu,"
"Raja gombal," ucap Sela lalu berdiri ingin meninggalkan Kai, tapi dengan segera Kai menarik tangannya. "Apa lagi Kai?"
"Aku ingin meminta sesuatu darimu?"
__ADS_1
Bersambung.................
Hayo tebak mau minta apa? Tapi jangan bilang minta anu ya, karena pikiran readers ecum pasti anu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kabooooooor