
"Ada apa denganku?" tanya Kai sambil beranjak dari duduknya. Membuat Sela hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Dan tidak ingin meladeni pria yang berada di hadapannya tersebut yang sekarang sedang menatap Sela.
"Tidak Tuan. Saya hanya ingin mengantarkan pesanan tuan. Dan ini total yang harus Tuan bayar," ucap Sela sambil tersenyum kemudian menyodorkan struk ke hadapan Kai, tidak ingin berlama lama berada di ruangan tersebut.
"Aku tidak ingin membayarnya. Untuk apa aku harus membayar. Aku minta pesanan harus sampai di meja ku tepat pukul dua belas siang. Sekarang kamu lihat jam berapa?" tanya Kai sambil menunjuk jam yang berada di dalam ruangannya tersebut.
"Dua belas lewat lima menit,"
"Berarti telat kan?"
"Hanya lima menit,"
"Tetap saja kamu telat. Dan kamu sudah membuang waktu lima menit ku yang sangat berharga,"
"Iya maafkan saya Tuan Kaindra Maraja," sambung Sela tidak ingin meladeni pria yang berada tepat di hadapannya.
"Maaf kamu bilang, enak saja. Kamu harus mengganti rugi waktuku yang terbuang sia-sia,"
"Tuan kasihanilah saya. Saya tidak memiliki banyak uang jika saya harus mengganti rugi waktu tuan yang sangat berharga. Yang tempo hari saja, entah kapan bisa saya bayar. Lagian Tuan ini sudah banyak uang untuk apa harus meminta saya untuk mengganti rugi dengan uang. Tuan tahu sendiri toko kue milikku sangatlah kecil," ujar Sela membuat pria yang berada di hadapannya langsung menghampiri Sela.
__ADS_1
"Kalau begitu aku tidak akan meminta ganti rugi dengan uang,"
"Tuan lepaskan tanganku!" teriak Sela saat Kai tiba-tiba menarik tangannya. "Anda jangan kurang ajar. Jangan sampai suami saya marah karena Tuan sudah menyentuh saya!"
"Suami?" tanya Kai sambil melepas tangan Sela dan menatapnya. "Apa Harza patut disebut sebagai suami setelah…" Kai langsung menghentikan perkataannya membuat Sela langsung menatap tajam Kai saat nama suaminya di sebut oleh pria tersebut.
"Kenapa Tuan tidak meneruskan perkataan tuan. Apa Tuan mengenal suami saya?"
"Tidak, tapi kamu pernah bilang tempo hari bukan?" bohong Kai bertanya balik sambil mengalihkan pandangannya saat tidak sengaja matanya bertemu dengan mata Sela yang sayu dengan bulu mata yang lentik dan indah natural tanpa hiasan yang menempel di mata Sela. "Jangan banyak bicara sekarang temeni aku makan siang untuk mengganti rugi waktuku yang terbuang sia-sia karenamu,"
"Apa Tuan tidak merasa waktu Tuan lebih banyak terbuang sia-sia jika Tuan mengajak makan siang saya?"
"Apa anda sudah gila Tuan?"
"Terserah padamu. Kamu temani aku makan siang atau ganti rugi kamu menjadi dua kali lipat," ujar Kai sambil menatap jam yang berada di tangannya sambil melirik ke arah Sela yang sedang menghembuskan nafasnya kasar.
*
*
__ADS_1
*
Sela hanya diam seribu bahasa saat sudah berada di dalam mobil Kai. Ketika dirinya memutuskan untuk menemani makan siang pria yang berada di sampingnya yang sedang fokus mengendarai mobilnya.
Dan sesekali Kai yang sedang fokus mengemudikan mobilnya sesekali melirik ke arah Sela saat tatapan wanita tersebut terus menatap ke luar jendela.
"Dimana suami kamu?" tanya Kai memberanikan diri bertanya dan memecah keheningan di dalam mobil, meskipun dirinya sudah tahu di mana keberadaan suami Sela.
"Untuk apa Tuan bertanya seperti itu," jawab Sela dan tatapannya tetap fokus ke luar jendela. Dan Kai pun tak melanjutkan perkataannya karena dirinya tidak ingin keceplosan dan menyakiti hati wanita yang berada di sampingnya. Wanita yang selama ini dicintainya dalam diam. Jika mengetahui siapa suaminya. Sebelum dirinya bisa masuk ke dalam hati Sela, meskipun dengan cara yang salah seperti yang sekarang dirinya lakukan. mendekati istri orang dengan caranya sendiri.
Setelah hampir setengah jam tibalah mobil yang dikendarai Kai di sebuah pelataran restoran yang tidak asing bagi Sela. Tentu saja restoran natural yang menyejukkan mata dengan pemandangan asri yang terdapat di pusat kota yang menyuguhkan makanan khas dari dari berbagai daerah di Indonesia. Makanan kesukaan Sela, dan restoran yang sering dirinya kunjungi bersama dengan sang suami.
"Kenapa kamu diam saja. Turunlah, apa aku harus membukakan pintu mobil untukmu. Memangnya siapa kamu," ujar Kai yang langsung turun dari mobil dan Sela yang mendengar perkataan Kai hanya bisa menatap punggung Kai yang sudah keluar dari mobil.
Kemudian pandangan Sela langsung tertuju pada sebuah mobil yang terparkir jauh dari tempatnya berada yang tidak asing baginya, ketika Sela baru saja keluar dari dalam mobil Kai.
"Apa itu mobil mas Harza," gumam Sela yang masih terus menatap mobil yang menjadi pusat perhatiannya.
"Buruan apa kamu hanya ingin diam terpaku dan membuang waktu makan siang ku?" tanya Kai sambil menarik tangan Sela untuk masuk kedalam restoran tersebut. "Dan aku dengan perlahan akan menunjukkan siapa suami kamu yang sebenarnya Sela. Agar mata kamu terbuka," gumam Kai dalam hati saat dirinya tahu bahwa Harza dengan Rani juga ada di restoran tersebut.
__ADS_1
Bersambung...................