
Dua minggu kemudian, Sela yang baru saja keluar dari ruang persidangan di temani oleh Kai yang selalu menemaninya selama menghadiri sidang perceraian langsung tersenyum senang, pasalnya hari ini dirinya resmi bercerai dengan Harza, dalam waktu singkat, karena Kai telah menyewa pengacara yang tidak sembarangan.
"Terima kasih,"
Sela refleks memeluk Kai, saat keduanya akan menuju di mana mobil Kai terparkir.
Kai pun balik memeluk Sela sambil mengelus elus punggungnya dengan sangat lembut dan dirinya tidak tahan untuk tidak mencium pucuk kepala Sela.
"Kai apa yang kamu lakukan?" tanya Sela sambil melepas pelukannya saat dirinya menyadari Kai mencium pucuk kepalanya.
"Tidak melakukan apa pun, aku hanya mencium rambut kamu yang baunya tidak enak,"
"Jangan mengada ada, tadi pagi aku sudah keramas," Sela yang tidak percaya pada ucapan Kai, kemudian mencium rambutnya sendiri lalu, melirik ke arah Kai dengan kesal. "Kai!!"
"Husss," ujar Kai dan menempelkan jari telunjuk nya di bibir Sela. "Tuh ada yang memanggilmu," tunjuk Kai ke arah belakang tubuh Sela
__ADS_1
"Mana?"
Sela bertanya lalu membalik tubuhnya, dan langsung mendengus kesal, saat Kai hanya membohonginya. "Kai awas kamu!" teriak Sela lalu berlari seperti anak kecil mengejar Kai yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobilnya.
Itulah yang di lakukan oleh Kai dua minggu belakangan ini, Sela menggoda Sela dan dirinya benar-benar menjadi teman yang baik untuk Sela, seperti apa yang dulu pernah dirinya katakan.
Dan Kai pun selalu menyempatkan waktu untuk datang ke rumah Sela setiap hari, saat Sela sekarang tinggal kembali di rumah ke dua orang tuanya bersama dengan Risa dan juga putrinya.
Bagaimana perasaan Kai saat ini? Tentu saja Kai masih memiliki cinta yang amat besar untuk Sela, tapi dirinya tidak ingin gegabah untuk mengatakan yang sejujurnya, karena dirinya yakin, Sela pasti perlu waktu untuk membuka hati untuk pria lain, dan Kai pernah mendengar ucapan itu dari mulut Sela sendiri saat keduanya sedang bercanda.
*
*
*
__ADS_1
Risa menyiapkan makan siang untuk merayakan hari di mana Sela sudah resmi bercerai, dan tentunya di bantu dengan mbok Ijah yang memang sekarang tinggal bersama Sela, selepas kepulangannya dari rumah sakit, atas permintaan Sela.
Risa yang sudah selesai menata piring di meja makan, berpamitan pada mbok Ijah dan melangkah kan kakinya menuju ruang tengah, tapi langkahnya terhenti lalu tersenyum dan tetesan air mata jatuh membasahi pipi begitu terharu dengan apa yang di lihatnya.
Karena Nana, putrinya yang baru saja menginjak usia satu tahun begitu bahagia bermain dengan Bima dan begitu dekat, karena memang setiap hari Bima juga mengunjungi rumah Sela dan bermain dengan putrinya tersebut.
"Mas Hendri, lihat lah putrimu, apa kamu pernah membuatnya sebahagia itu," gumam Risa dan terus menatap putrinya dan juga Bima, pasalnya sampai saat ini Hendri ayah kandungnya tidak pernah sekalipun, mengajak Nana bermain, jangankan bermain, menggendong nya saja tidak pernah sama sekali.
Risa langsung menghapus air matanya saat bahunya di pegang oleh seseorang.
Bersambung......................
Jangan bilang dikit ya karena memang sedikit, tapi siang dan sore pasti up kalau tidak lupa 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Yuk jaga kesehatan di awali dengan sarapan yang sehat, jangan gorengan sama sambel kacang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣wkwkwkwkwk
__ADS_1