
"Jangan katakan apa pun lagi aku sangat mengantuk," sambung Kai dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Mengantuk?"
"Hem,"
"Jadi semalam kamu tetap tinggal dan tidak pulang?" tanya Sela, mengingat kembali semalam Kai menolak untuk pulang saat mengunjungi rumahnya, meskipun Sela sudah menyuruhnya untuk pulang, dan langsung meninggalkan Kai yang masih berada di ruang tamu.
"Kai," panggil Sela saat Kai tidak menjawab pertanyaannya.
Lalu Sela mengukir senyum dari kedua sudut bibirnya, saat mendapati Kai sudah memejamkan matanya dengan nafas yang teratur, bertanda Kai sudah berada di bawah alam sadar.
Sela melepas pelukan Kai lalu membenarkan posisi tidurnya agar nyaman, lalu menyelimuti tubuhnya.
"Maafkan aku, aku pikir kamu semalam hanya bercanda dan menggodaku," lalu Sela menyusuri setiap jengkal wajah Kai menggunakan jari-jari lentiknya. "Terima kasih sudah berada di sampingku menemani hari hariku Kai, i love you," ucap Sela lalu mencium singkat bibir Kai sebelum dirinya turun dari tempat tidur.
Sela yang sudah membersihkan diri menatap Kai sebentar sambil tersenyum sebelum keluar dari kamarnya, ingin segara rasanya setiap hari melihat Kai seperti saat ini.
"Selamat pagi Nana sayang, kesayangan onti," sapa Sela yang sudah berada di ruang makan lalu mengambil alih Nana dari gendongan mbok Ijah. "Oh ya mbok, kemana Risa?" tanya Sela tanpa menatap mbok Ijah karena masih sibuk menciumi wajah menggemaskan Nana.
__ADS_1
"Satu jam lalu nona Risa keluar untuk membeli susu Nana di supermarket depan komplek non, tapi sampai sekarang belum pulang,"
"Oh ya, mungkin ada yang ingin di belinya, biarkan saja,"
"Tapi non ini sudah jam berapa, tidak biasanya non Risa pergi selama ini, dan Nana juga belum sarapan,"
"Mbok Ijah sudah menghubunginya?"
"Belum non,"
"Tenang saja nanti juga dia pulang, dan sekarang Nana sarapannya bersama onti ya sayang," ujar Sela lalu menarik kursi makan dan duduk sambil memangku Nana untuk menyuapi nya.
Sela mengerutkan keningnya saat sudah menghubungi ponsel Risa tapi ponselnya tidak bisa di hubungi sama sekali.
"Risa di mana kamu?" dan Sela pun coba menghubungi ponsel Risa kembali, dan lagi-lagi ponsel nya tidak bisa di hubungi.
Drett
Pesan masuk di ponsel Sela, membuatnya langsung mengusap layar ponselnya, untuk membuka pesan, dan berharap itu pesan dari Risa.
__ADS_1
[Apa kamu ingin Risa selamat? Kalau iya, datanglah ke jalan mawar blok b nomor 114, ingat! Jangan sampai orang lain tahu dan mengikuti mu, kalau ada yang mengikuti mu jangan harap Risa akan selamat! Aku tunggu kamu sampai jam dua belas]
Sela mengerutkan keningnya membaca pesan yang di kirim oleh nomer asing, dan sangat terkejut saat nomer tersebut juga mengirim foto Risa yang sedang di sekap.
"Non ada apa?" tanya mbok Ijah saat melihat Sela begitu cemas.
"Tidak ada apa-apa mbok, tolong jaga Nana, aku ingin ke kamar,"
Sela lalu berjalan dengan terburu buru menuju kamarnya untuk mengambil tas miliknya.
Saat sudah mengganti pakaiannya dan mengambil tas, Sela menoleh sebentar ke arah tempat tidur dimana Kai masih tidur terlelap, ketika dirinya akan keluar kembali dari kamarnya. Saat dirinya yakin Risa dalam bahaya, dan dirinya harus menolongnya.
"Maaf Kai aku pergi dulu," Dan Sela pun langsung keluar dari kamarnya.
"Non mau kemana?" tanya mbok Ijah saat melihat Sela sudah rapih dengan menggunakan t-shirt dan juga celana panjang, tak lupa tas kecil yang dirinya sampirkan di bahu kanannya.
"Ternyata Risa kekurangan uang saat akan membayar barang belanjanya mbok, jadi aku akan menghampirinya, aku pergi dulu ya mbok," jawab Sela untuk meyakinkan mbok Ijah lalu keluar dengan terburu buru menuju pintu.
Sela yang sudah keluar dari dalam rumah, mengedarkan pandangnya kesamping kanan dan kiri sudut rumahnya yang biasa di jaga oleh anak buah Bima, lalu dirinya berlari menuju garasi mobil untuk mengambil motor miliknya, saat tidak ada satupun penjaga yang biasa menjaga rumahnya.
__ADS_1
Bersambung......................