BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
89. Dasar Posesif Bin Lebay


__ADS_3

"Jangan harap kamu bisa mendekati Risa, dia calon istriku!" tegas Bima yang tiba-tiba sudah berada di samping Anton, saat sebelumnya Bima memutuskan untuk ke luar rumah.


"Kamu?"


"Kenapa? Aku ingatkan sekali lagi, jangan pernah dekati Risa,"


Bukannya menanggapi perkataan Bima, Anton malah mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya sambil menggelengkan kepalanya menatap Bima.


"Ada yang ingin aku tanyakan padamu,"


"Apa pun pertanyaan mu, aku tidak akan menjawabnya, sekarang kamu pergilah dari sini,"


"Apa aku tidak salah dengar, ini rumah adikku, kenapa kamu mengusir ku?"


Bima pun tidak menjawab pertanyaan Anton, karena dirinya sadar memang benar apa yang di katakan oleh Anton.


"Sekarang apa yang ingin kamu tanyakan, cepat," akhirnya kata itu yang keluar dari bibir Bima, membuat Anton langsung tersenyum.


"Apa kamu memiliki hubungan dengan Risa?"


"Iya," bohong Bima. "Dan kamu sudah tahu bukan, dan sekarang jangan pernah dekati dia,"

__ADS_1


"Maaf, sebelum janur kuning melengkung, Risa masih milik umum, dan aku yang akan mempersunting nya nanti, ingat itu baik-baik!"


"Dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, aku papa Nana dan Risa istriku, ingat itu baik-baik Anton!" tegas Bima dan langsung membalik tubuhnya ingin masuk ke dalam rumah kembali, sebelum emosinya menguasai akal sehatnya.


"Oh iya kita lihat saja nanti, aku akan merebut Risa dirimu, jika dia kekasihmu, kalau dia bukan kekasihmu bagaimana kalau kita bersaing untuk mendapatkan Risa,"


Mendengar perkataan Anton, Bima langsung menghentikan langkah nya saat akan menuju ke dalam rumah dan membalik tubuhnya lalu berjalan mendekati Anton.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan," ujar Bima sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Anton, dan Anton pun langsung menjabat tangan Bima sambil mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya. "Tapi aku ingatkan terlebih dahulu, kamu tidak akan pernah mendapatkan Risa, karena Risa sudah menjadi takdirku,"


"Dan aku akan merubah takdir itu," sambung Anton sambil mengeratkan jabatan tangannya.


"Apa kalian sedang melakukan transaksi ilegal?" tanya Kai, membuat Bima dan juga Anton terkejut dan saling melepas jabatan tangannya.


"Kai, kamu mengagetkanku," ujar Bima sambil mengukir senyum, tapi tidak mendapat tanggapan dari Kai, yang langsung merangkul bahunya.


"Apa kamu tidak salah menerima tantangan dari Anton?" tanya Kai berbisik di telinga Bima, membuat Bima langsung menoleh ke arah Kai. "Aku sudah mendengar semua yang kalian katakan tadi,"


"Adik ipar, kita harus bersaing dengan cara sehat, jadi kamu tidak perlu kuatir, kalau Risa memilihnya aku akan menerimanya dengan ikhlas, tapi aku sudah yakin kalau Risa akan memilihku," sambung Anton sambil merangkul bahu Kai.


Dan Bima yang tidak terima mendengar perkataan Anton, ingin memukul Anton, tapi langsung di tahan oleh Kai, yang langsung membawa keduanya masuk ke dalam rumah meninggalkan Sela, yang menatap punggung ke tiganya sambil mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya.

__ADS_1


Sebuah senyum yang membuat hatinya sekarang merasa tenang saat cobaan demi cobaan bisa dia lalui, hingga akhirnya Tuhan menunjukan rahasia besar padanya dengan caranya sendiri, dan Sela bisa menerimanya dengan ikhlas, saat ada Kai yang selalu berada di sampingnya.


Anton memeluk Sela dengan erat ketika keduanya sedang duduk di sofa ruang tamu berdampingan, saat Sela menyerahkan perusahaan yang sekarang di pegang nya pada Anton sang kakak, sebenarnya Anton sudah tidak menginginkan perusahaan itu lagi, saat tahu siapa Sela yang sebenarnya, tapi Sela memaksanya dengan alasan Kai tidak memperbolehkan dirinya bekerja lagi.


Tapi di sisi sofa lain ada empat pasang mata yang tidak menyukai saat Sela dan juga Anton masih berpelukan, yang pertama Kai, dirinya merasa tidak terima jika Sela di peluk orang lain meskipun itu kakak kandung Sela sendiri, yang kedua Bima, tentu saja Bima tidak senang dengan hal ini, karena pemilik perusahaan sekarang bukanlah Sela melainkan Anton, karena Risa bekerja sebagai sekretaris Sela, jika Anton yang menjadi pemilik perusahaan otomatis Risa juga akan menjadi sekretaris nya.


"Anton!" teriak Kai membuat Sela dan juga Anton langsung melepas pelukannya, dan menatap Kai yang sudah berdiri di hadapan keduanya yang langsung menarik tangan Sela dan membawanya ke dalam pelukannya. "Jangan pernah memeluk Sela!"


Tapi bukannya menanggapi perkataan Kai, Anton malah mengukir senyum dan beranjak dari duduknya lalu mendekatkan wajahnya di telinga Kai.


"Dasar posesif bin lebay."


*


*


*


Hari pernikahan


Bersambung..........................

__ADS_1


__ADS_2