
Harza memukul stir pengemudi dengan kencang, saat dirinya sudah berada di dalam mobilnya. Lalu beralih mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya, dan terus menahan sakit di perutnya, saat ada seorang pria yang datang ke rumah Rani, setelah dirinya menampar Rani dengan kencang, dan pria itu langsung menghajar nya dengan membabi buta dan menyeret paksa keluar dari rumah Rani.
"Rani, ternyata– achh sial!" teriak Harza dan memukul stir pengemudinya. Tidak ada lagi kata-kata untuk menggambarkan kekecewaannya kepada Rani, yang dirinya anggap akan menerima dirinya tapi nyatanya, kekecewaan yang di dapatkan oleh Harza, mendapati wanita yang di cintai nya tidak sama sekali mencintai dirinya, melainkan mencintai hartanya saja.
Penyesalan memang datang terlambat, itulah pepatah yang tepat di tunjukkan pada seseorang yang tidak pernah menghargai, menyayangi, mencintai apa yang di miliki nya, begitu pun dengan Harza, dirinya baru menyadari jika Sela lah yang tulus mencintainya, tapi dirinya sudah menyia nyiakan permata hanya untuk batu kali.
"Ya Tuhan, maafkan lah segala kesalahanku, aku berjanji padamu, aku akan menebus semua kesalahanku, tapi izinkan aku untuk kembali pada Sela, ya Tuhan," ucap Harza penuh dengan keyakinan, saat dirinya yakin pasti Sela masih mencintainya, lalu Harza menginjak pedal gas untuk melanjukan mobilnya.
*
*
*
Kai seakan enggan meninggalkan rumah Sela, karena sampai malam hari dirinya masih berada di rumah Sela, dan Sela pun tidak mempermasalahkannya, karena Kai di rumah nya masih tetap bekerja dan mengajari Sela bagaimana menjalankan perusahan, yang sedikit demi sedikit Sela sudah mulai mengerti.
"Kai kamu makan malam di sini saja ya, sebagai tanda terima kasihku, karena kamu telah mengajari ku,"
"Kalau kamu memaksa aku tidak menolak,"
"Siapa yang memaksamu, sok pede," ucap Sela lalu beranjak dari duduknya.
"Paksa lah aku,"
__ADS_1
"Ih apaan sih Kai, kamu seperti anak alay, tidak pantas kamu mengatakan itu,"
"Buat ngilangin stres, dari tadi di hadapan laptop terus,"
Sela yang mendengar perkataan Kai, langsung membungkukkan tubuhnya dan menatap ke arah Kai, yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Di hadapan laptop? Apa aku tidak salah dengar? Dari tadi kamu bermain bersama Nana, dan hanya beberapa menit kamu fokus ke laptop yang ada di hadapanmu,"
"Oh iya masa sih?"
Sela tidak menjawab pertanyaan Kai, kerena dirinya kembali duduk di samping Kai.
"Atau jangan-jangan kamu betah berada di rumahku, karena kamu suka ya sama Risa, ayo ngaku saja, aku juga akan menjadi pendengar yang baik seperti dirimu, dan aku nanti akan jadi makcomblang untuk kalian berdua, ayo katakan saja padaku,"
Entah dari mana Sela mempunyai pikiran seperti itu, dan Kai pun langsung menoleh ke arah Sela yang sedang memainkan alisnya sambil tersenyum ke arah Kai.
"Sama dong aku juga menyukaimu,"
"Benarkah, kamu tidak sedang berbohong kan?" tanya Kai dengan penuh ke gembiraan dan senyum langsung menghiasi ke dua sudut bibirnya.
"Tentu saja benar, kalau aku tidak menyukai mu, tidak mungkin kita berteman seperti ini. Sudah lah, aku menyiapkan makan malam dulu, kalau kamu memang menyukai Risa kasih tahu ya,"
Sela langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju dapur meninggalkan Kai yang terlihat kecewa.
__ADS_1
Karena dirinya pikir Sela mengatakan menyukainya bukan sebagai temannya tapi yang lain.
"Kai kamu harus bersabar, untuk mendapatkan Sela, seperti kamu bersabar menunggunya selama ini," gumam Kai lalu beranjak dari duduknya dan mengikuti Sela menuju dapur, dan menyuruh mbok Ijah yang sudah berada di dapur untuk meninggalkannya.
"Mbok, malam ini kita akan masak apa untuk makan malam?"
"Apa saja yang akan kamu masak, aku akan memakannya dengan senang hati,"
"Kai," ucap Sela saat menyadari Kai sudah berada di sampingnya dan tidak mendapati mbok Ijah.
"Kenapa? Aku ingin membantumu boleh kan?"
"Tentu saja, apa kamu bisa memasak?"
"Tentu saja tidak,"
"Kai, jangan bercanda, kalau tidak bisa bagaimana kamu akan membantuku?"
"Aku membantu memantau,"
"Kai–
Belum juga Sela menyelesaikan ucapannya, mbok Ijah datang dan memberi tahu jika ada yang berkunjung ke rumahnya.
__ADS_1
Bersambung......................
Hai Hai kembali lagi di hari senin, oh iya boleh dong kasih vote untuk novel ini, kan vote adanya di hari senin dan gratis pula, dari pada nganggur tuh vote tidak terpakai kan sayang, iya kan🤭🤭🤭🤭