BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
22 Mengetahui Kebenaran


__ADS_3

Sela yang mendengar jawaban dari ibu-ibu yang berada di sampingnya langsung memundurkan langkahnya terkejut. 


Bagai petir di siang bolong, nafas Sela berhenti sejenak, kemudian Sela berlari menuju ke arah mobil. 


"Ada apa degannya?" tanya salah satu ibu-ibu yang merasa bingung dengan tingkah laku Sela. 


"Itu namanya tidak sopan, masa sudah bertanya tidak memberikan terima kasih," sambungan mang Asep sambil menggelengkan kepalanya. 


"Mungkin dia terburu buru mang, sudahlan jangan di bahas, total belanjaan ku berapa mang?"


Sela yang sudah duduk di dalam mobil dengan memegangi dadanya, langsung menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, hatinya benar-benar hancur berkeping keping, perasangka buruk tentang suaminya benar-benar menjadi kenyataan yang harus dirinya ketahui, suami yang sangat di cintai nya, suami yang selama ini menjadi tujuan hidupnya, suami yang penuh perhatian, suami yang tidak pernah sekalipun mengacuhkannya, tapi sekarang dirinya mengetahui kebenaran siapa suami nya yang sebenarnya dan dengan jelas sudah melukai hatinya.


"Jadi ini yang membuat kamu berubah mas. Kamu jahat mas. Jahat!" teriak Sela dalam hati dan tangisnya semakin menjadi. 


"Mbak, anda baik-baik saja?" tanya sopir taksi online tapi tidak di hiraukan oleh Sela yang terus menangis. 


"Tidak ada gunanya menangis mbak, buang-buang tenaga saja, apa yang mbak tangisi tidak akan kembali ke semula, jadi simpanlah air mata mbak untuk kebahagiaan bukan untuk kesedihan, maaf saya lancang," ujar sopir taksi online memberanikan diri untuk menasehati Sela setelah hampir sepuluh menit Sela menangis, meskipun dirinya tidak tahu apa yang sedang di alami oleh penumpangnya tersebut. 

__ADS_1


Sela yang mendengar ucapan sopir taksi online tersebut langsung menghembuskan nafasnya kasar dan mengangkat kepalanya, kemudian menghapus air matanya, saat sudah tidak ada air mata yang keluar dari pelupuk matanya, Sela memejamkan matanya sesaat untuk menguatkan hatinya. 


"Pak antar aku ke perusahan Maraja," ucap Sela saat sudah bisa mengendalikan dirinya. 


Entah mengapa dirinya teringat ucapan Kai, jika wanita yang sudah menikah harus memiliki teman pria, meskipun itu salah tapi Sela membenarkan ucapan Kai tempo hari. 


Karena selama ini Sela tidak pernah memiliki seorang teman pria. Teman wanita juga hanya bebarapa saja itupun tidak terlalu dekat, karena memang dasarnya Sela adalah pribadi yang tertutup dan hanya kepada kedua orang tuanya, dia bisa terbuka, tapi setelah kedua orang tuanya tiada hanya pada Harza suaminya dirinya terbuka. 


Tapi kini dirinya tidak bisa percaya lagi kepada sang suami yang jelas-jelas sudah menghiantinya. 


"Mas, kamu harus merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Dan aku bersumpah akan membalas rasa sakit hati ini padamu," gumam Sela dalam hati dan menghembuskan nafasnya kasar. 


Sela menatap gedung Maraja yang menjulang tinggi di tengah pusat kota, saat dirinya sudah tiba di gedung tersebut. 


Dan Sela langsung turun dari mobil setelah membayar taksi online yang telah menemaninya. Sela berjalan dengan pasti memasuki gedung tersebut untuk yang kedua kalinya menuju meja resepsionis. 


"Selamat siang," sapa Sela pada salah satu penjaga meja resepsionis. 

__ADS_1


"Siang, ada yang bisa saya bantu?"


"Aku ingin bertemu dengan Tuan Maraja,"


"Tuan Maraja belum lama meninggalkan gedung ini nona,"


"Kalau begitu jam berapa dia kembali?"


"Sepertinya tidak akan kembali, karena tuan Maraja harus pergi keluar negri untuk mengurus perusahaannya yang berada di sana," jelas salah satu resepsionis kepada Sela. " Ada yang bisa saya bantu nona? Atau ada pesan, nanti saya sampaikan kepada tuan Maraja,"


"Oh tidak, terima kasih selamat siang,"


Sela berkata kemudian membalik tubuhnya untuk keluar dari gedung tersebut. 


"Kamu yang menyuruhku untuk datang padamu saat aku membutuhkanmu, Tapi kamu pergi dan entah kapan akan kembali," ucap Sela dan terus keluar dari gedung tersebut, tidak menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya. 


Bersambung...............

__ADS_1


__ADS_2