
Sela bingung ingin menjawab apa atas pertanyaan yang di ajukan oleh papa mertuanya tersebut, bukan tentang Hendri yang keracunan melainkan tentang Risa yang pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan nya.
Papa Doni yang sedari tadi memang sudah duduk di samping Sela langsung meraih tangan menantunya tersebut dan menggenggam nya.
"Papa tahu, kamu dan juga Risa sudah berteman sejak lama, pasti Risa telah menceritakan semuanya padamu kenapa dia sampai pergi dari rumah, ceritakan pada papa apa yang terjadi nak,"
Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Sela, dirinya begitu bingung harus mengatakan yang sebenarnya atau dirinya harus diam, demi balas dendam yang belum juga tercapai.
"Ya Tuhan apa aku harus mengatakan sejujurnya atau aku– ya Tuhan, aku tidak bisa seperti ini," gumam Sela sambil memejamkan matanya.
"Nak, ada apa, kenapa kamu terlihat bingung?" tanya papa Doni dan sekarang satu tangannya beralih memegang bahunya.
Setelah Sela yakin, Sela lalu membuka matanya dan menatap papa Doni, kemudian bergantian menggenggam tangan papa mertuanya tersebut, dan akhirnya Sela menceritakan kenapa Risa pergi dari rumah, dan perlakuan apa saja yang selama ini di lakukan Hendri pada Risa yang tidak di ketahui papa mertuanya tersebut, tanpa ada yang di tutupi.
Bukan tanpa alasan Sela mengatakan yang sebenarnya tentang kehidupan yang selama ini Risa alami, karena baginya cukup sudah membalas dendam pada Hendri meskipun bukan dirinya yang membuat Hendri celaka, tapi setidaknya dia sudah puas mengetahui jika Hendri lumpuh total untuk seumur hidup.
Plak!
Tamparan tiba-tiba mendarat di pipi kanan Sela, yang di layangkan oleh mama Nisa yang sedari tadi menguping pembicaraannya dengan papa Doni.
"Dasar menantu kurang ajar, Pa, jangan percaya padanya, semua yang keluar dari mulutnya, hanyalah kebohongan belaka, ini pasti ren–
__ADS_1
Plak!
Belum juga mana Nisa menyelesaikan ucapannya, tamparan mendarat di pipi nya yang di layangkan oleh papa Doni.
"Aku sedang tidak bicara padamu Nisa! Apa kamu tidak becus mendidik anak kamu, hingga anak kamu tumbuh menjadi pria bejad?"
"Pa, kenapa Papa kasar seperti ini, apa salahku?"
"Kamu masih bertanya apa kesalahanmu, aku benar-benar tidak habis pikir, bisa menikahi mu! Pergi dari hadapanku sekarang juga!"
"Tapi–
" Nisa!"
"Doni, hanya demi menantu mu kamu berbuat kasar padaku, lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk ke dua menantu itu," gumam mama Nisa dengan tersenyum sinis yang menghiasi ke dua sudut bibirnya.
Setelah kepergian sang istri, papa Doni membelai wajah Sela yang baru saja mendapat tamparan dari istrinya dengan penuh kelembutan.
"Papa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Hendri nak, dan siapa yang melakukannya papa juga tahu,"
Ucapan yang keluar dari papa mertuanya membuat Sela benar-benar terkejut, dan Sela pun langsung menatap tak percaya pada papa mertuanya tersebut.
__ADS_1
"Maksud Papa apa?"
"Papa kecewa padamu, karena kamu tidak memberi tahu yang sebenarnya apa yang terjadi padamu dan juga Harza,"
Dan lagi-lagi Sela, begitu terkejut dengan pria paruh baya yang ada di hadapannya.
"Kenapa dengan aku dan mas Harza Pa?" tanya Sela sebisa mungkin untuk menutupi semuanya.
"Kamu jangan menutupi kelakuan suami kamu, Papa tahu kamu sangat mencintai Harza, tapi papa tidak rela jika kamu di permainkan oleh Harza Nak,"
Dan sekali lagi Sela begitu terkejut dengan pernyataan papa Doni.
"Kamu tidak perlu terkejut, papa tahu semuanya dari CCTV yang sudah papa pasang tempo hari tanpa sepengetahuan kamu dan juga Harza, saat terakhir kalian ada masalah, dan juga dari suruhan papa yang memantau Harza kemana pun pergi, "
Tidak ada satu katapun perkataan yang keluar dari bibir Sela, membuat papa Doni langsung memeluk menantunya tersebut.
"Dan Papa minta maaf atas nama Harza Nak, karena sudah melukai hatimu, tapi papa berharap kamu tidak akan meninggalkan Harza, dan akan memaafkan nya,"
Mendengar perkataan papa Doni, Sela langsung melepas pelukannya. Dan ingin meninggalkan papa Doni, karena merasa kecewa dengan apa yang di katakan nya. Tapi papa Doni dengan segera menarik tangan menantunya tersebut.
"Kamu tenang saja, papa sudah mengalihkan seluruh aset papa termasuk perusahaan yang sekarang Harza pegang menjadi milikmu seutuhnya, agar Harza tidak bisa berpaling dari mu dan segera meninggalkan wanita nya,"
__ADS_1
Bersambung..................