BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
64 POV Sela


__ADS_3

POV Sela


Kaindra Maraja sosok pria yang menyebalkan, bagaimana tidak menyebalkan, saat pertama kali bertemu dengan nya, sudah membuat aku darah tinggi, ketika dia meminta ganti rugi karena kecerobohan salah satu karyawan ku, sebesar lima ratus juta.


Dan dari kejadian itu, aku lebih sering bertemu dengannya, dan masih sama menyebalkan.


Tapi ada satu perkataannya yang membuat aku bisa membuka mata, yang masih teringat jelas di memori kepalaku, jika seorang istri juga tidak ada salahnya memiliki teman pria.


Ya, ucapan dia benar adanya, aku yang tidak pernah bergaul dengan siapa pun, setelah aku menikah dengan Harza, saat dia melarang ku memliki teman terutama teman pria. Dan dari ucapan Kai aku menyadari betapa pentingnya seorang teman dalam hidup, untuk mencurahkan rasa saat kita memiliki masalah yang rumit.


Begitu juga yang terjadi padaku, saat aku tahu ternyata Harza suami yang aku cintai, menduakan aku dengan wanita lain. Sakit? Tentu saja, dan sakit itu tidak bisa di gambarkan dengan apa pun, karena saat itu aku berharap Tuhan mengambil nyawaku agar aku tidak bisa merasakannya sakit di hatiku, namun di saat itu pula aku teringat perkataan Kai, jika aku membutuhkan bantuannya datang dan temui dia.

__ADS_1


Dengan tekad yang kuat aku datang dan menemui Kai, menerima tawaran nya tempo hari, untuk menjadi temannya. Dan dari situ aku merasa nyaman berteman dengan Kai, saat dia begitu lihai menghiburku dan dia benar-benar bisa menghilangkan rasa sakit di hatiku.


Dan aku semakin nyaman, saat Kai terus berada di sampingku ketika aku menjalani sidang perceraian, dan menemani hari-hariku setelah nya, apa lagi saat perusahaan ku dan perusahaan Kai menjalin kerja sama, dan kita selalu bertemu.


Hari demi hari aku tidak bisa lepas dari Kai, saat Kai tidak berada di sampingku, aku pun tidak lepas dari namanya ponsel untuk selalu terhubung dengannya.


Hingga suatu hari, aku mendengar Kai mengatakan kalau dia mencintaiku, tentu saja aku sangat bahagia mendengar kata itu.


Hari demi hari aku mencoba memendam rasa suka ku pada Kai, dengan cara mendekatkan Kai dengan Risa, meskipun Kai menanggapi nya dengan enggang, dan malah sering mengungkapkan perasaannya padaku, dan seperti biasa aku menanggapinya dengan biasa saja.


Hingga datanglah hari dimana aku di culik oleh mama Nisa saat pertemuan dengan rekan bisnis perusahaan Kai, dan aku menginap di rumah Kai, yang merubah pendirian ku, saat mama Leni menceritakan, jika ucapan yang selalu Kai lontarkan kalau dia mencintaiku itu tidak main-main.

__ADS_1


*Dan aku begitu terkejut saat mama Leni mengatakan Kai sudah menyukai ku sejak dia duduk di bangku sekolah menengah pertama sebelum pindah dan menetap di Jerman, dan dia selalu memantau dimana pun aku berada melalui anak buahnya.


Dan aku lebih terkejut lagi saat anak buah Kai yang selalu memantau aku adalah Bima sahabatku sejak kita duduk di sekolah menengah pertama*.


Dan aku benar-benar yakin dengan perasaanku, saat aku melihat fotoku dari masa sekolah hingga sekarang memenuhi kamar dan juga ruang kerja Kai, dan Bima mengatakan Kai memiliki cinta yang sangat besar untukku, dan aku bodoh bila tidak membalas perasaan Kai.


Aku yang sudah yakin dengan perasan ku menghampiri kamar dimana Kai berada yang sedang tidur, ingin rasanya aku menghambur memeluknya, tapi aku tidak ingin membangunkan tidurnya, dan aku cukup puas membelai wajahnya, tapi saat aku membelai wajahnya tiba-tiba Kai menarik tanganku dan membawa ke dalam pelukannya. Dan aku pun refleks membalas pelukannya.


POV Sela berakhir


Kai begitu gembira saat Sela balas memeluk nya, dan Kai pun tidak ingin melewatkan momen langka ini.

__ADS_1


"I love you,"


__ADS_2