BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
94. Kesempurnaan


__ADS_3

"Sayang bangunlah," Kai terus menepuk nepuk pipi sela yang belum juga sadarkan diri, dan membawanya ke dalam pelukannya.


Kai melepas pelukannya dan langsung menidurkannya dengan pelan, lalu Kai yang sudah mengenakan boxer dan masih bertelanjang dada turun dari tempat tidur, dan berlari menuju pintu saat ada yang datang.


"Syukurlah kamu segera datang," ujar Kai pada David sahabat Kai yang berprofesi sebagai dokter yang tinggal di apartemen tidak jauh dari hotel tempatnya menginap, saat Kai menghubunginya untuk segera dagang ke hotel tempatnya menginap, kemudian Kai mendorong tubuh David untuk segera menuju ranjang di mana Sela masih pingsan.


"Kai, aku masih mengantuk, jangan mendorong tubuhku!" ucap David kesal, pasalnya dirinya masih sangat mengantuk.


"Kamu periksa istriku, kenapa dia tiba-tiba tidak sadarkan diri,"


Dan Kai pun langsung naik ke atas tempat tidur.


"David!" teriak Kai saat David akan membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya yang masih polos.


"Aku ingin memeriksa keadaanya Kai,"


"Tangannya saja,"


"Mana bisa begitu,"


"Bisa!"


"Terserah padamu," sambung David yang langsung tersenyum, melihat lantai kamar tersebut yang penuh dengan pakaian.


"Tidak usah tersenyum, kamu belum menikah jadi tidak tahu,"


"Jangan meledek, kamu juga baru merasakan,"


"David!"


"Iya bawel," ujar David yang langsung memeriksa keadaan Sela.


"Kamu bermain berapa jam?"


"Apa urusanmu bertanya begitu padaku,"


"Tinggal jawab saja, tidak usah protes, istrimu ini kelelahan dan juga dehidrasi,"


"Tapi dia baik-baik saja kan?"

__ADS_1


"Sebentar lagi juga sadar,"


"Padahal aku bermain sekitar– Kai tidak meneruskan ucapannya karena langsung menatap jam dinding yang ada di kamar hotel tersebut. "Ya ampun!" ucap Kai tidak percaya saat jam dinding yang sedang di tatapnya menunjukkan pukul empat pagi, dan itu artinya dia bermain sangat lama.


"Hebat kau junior," ucap Kai bangga dan langsung mengukir senyum dari kedua sudut bibirnya.


"Kai apa kamu sudah gila?" tanya David yang sudah selesai memeriksa Sela, tanpa menyentuh tubuhnya, karena di larang oleh Kai, dan hanya memeriksa pergelangan tangannya dan juga ke dua bola mata Sela.


"Jangan meledekku, kamu tidak tahu betapa bangganya diriku,"


"Bangga apa? Membuat istrimu tidak sadarkan diri?"


"Iya,"


"Dasar gila,"


"Biarin, hari ini aku sedang senang terserah kamu mau mengatai ku apa,"


"Kamu benar-benar tidak waras," ujar David sambil menaruh vitamin di atas meja nakas. "Itu vitamin, berikan jika istrimu sudah sadarkan diri, aku mau pulang,"


"Oke terima kasih,"


"Hanya itu?"


"Ogah,"


"Isinya seratus ribu doang ya,"


"Penghinaan, dah lah aku ngantuk," ujar David yang langsung keluar dari kamar hotel di mana Kai berada.


Sela perlahan membuka matanya, sambil memegangi keningnya yang terasa pusing setelah kepergian David, Kai yang baru kembali setelah mengantar David sampai pintu, langsung naik ke atas ranjang.


"Sayang kamu sudah siuman?" tanya Kai yang sudah berada di samping Sela sambil membelai wajahnya.


"Memangnya aku kenapa?"


"Kamu pingsan sayang,"


"Pingsan?"

__ADS_1


"Iya, tapi syukurlah kamu sudah sadar," dan Kai pun langsung memeluk tubuh Sela yang masih tertutup rapat dengan selimut.


"Kai,"


"Maaf sayang, aku janji tidak akan memaksamu melakukannya lagi hingga lama," ujar Kai mengingat kembali dirinya melakukan olah raga malam hampir empat jam, meskipun Sela sebelumnya meminta istirahat sebentar tapi Kai terus melakukannya tanpa memberi jeda.


"Bukan itu,"


"Terus?"


"Aku sangat lapar,"


"Jangan bilang kamu melewatkan makan malam?"


Sela langsung mengangguk mendengar pertanyaan Kai. Dan tidak menunggu lama kai menghubungi petugas hotel untuk membawakan makanan.


Kai memeluk erat tubuh Sela yang masih terbaring di atas ranjang, lalu memberikan ciuman di seluruh wajah Sela.


"Terima kasih sayang, karena mu aku benar-benar menjadi pria yang sesungguhnya, dan aku ingin kita terus bersama hingga kakek nenek, dan hanya maut yang akan memisahkan kita, dan tegurlah aku bila aku melakukan kesalahan, tapi jangan tegur aku bila aku sangat mencintaimu hingga aku lupa caranya melihat dengan jelas, karena hanya kamu yang terlihat jelas di mataku, dan itu bukan kesalahan, tapi kesempurnaan cinta yang aku miliki untukmu," ucap Kai berakhir mencium bibir Sela dan tak lupa sebelah tangannya menelusup ke dalam selimut yang masih menutupi tubuh Sela yang polos dan langsung meremas gunung kembar Sela.


"Kai,"


"Iya maaf sayang, aku ingin membantu kamu mengunakan pakaianmu," ujar Kai yang langsung membuka selimut yang menutupi tubuh sang istri. "Ya Tuhan siapa yang melakukan kekerasan padamu sayang?" tanya Kai saat melihat sekujur tubuh Sela penuh dengan bekas kemerahan dari leher hingga ke dua pahanya akibat ulahnya.


"Kamu!"


"Maaf sayang," sambung Kai sambil menyunggingkan senyum.


"Kai jangan macam-macam!" teriak Sela saat Kai memberikan ciuman di pangkal pahanya.


Bersambung....................


PEMBERITAHUAN


Karena novel ini tidak akan lama lagi tamat, hanya ingin ngasih tahu info, jika nanti novel ini benar-benar tamat, akan ada hadiah untuk kalian yang beruntung, mungkin ada lima orang atau lebih yang akan dapat hadiah.


Dan yang akan dapat itu selain dari rangking umum juga yang sering komen di setiap bab, jadi tunggu apa lagi, mulai sekarang jangan lupa komennya ya sayang, ingat wajib komen. Karena admin aku akan benar-benar cek satu persatu.


NB: Yang rangking umum pun harus selalu komen.

__ADS_1


**SEKIAN SEKILAS INFO HARI INI


Jangan lupa untuk bahagia 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣**


__ADS_2