
Harza tidak peduli pada perkataan yang di lontarkan oleh Kai, lalu dirinya berjalan mendekat ke arah Sela kemudian bersimpuh di kaki Sela.
"Sela, katakan yang di katakan nya tidak benar, apa kamu benar-benar sudah melupakanku?"
"Tentu dia sudah melupakanmu," jawab Kai sambil menarik Sela untuk menjauh dari Harza.
"Aku sedang tidak bertanya padamu!" ucap kesal Harza dan beranjak dari tempatnya.
"Tapi mulai hari ini, pertanyaan yang kamu ajukan pada Sela, aku yang akan menjawabnya, karena aku calon suaminya dan kamu sudah tahu jawabannya bukan? Sekarang kamu pergilah!"
Mendengar perintah Kai, Harza hanya tersenyum menatap ke arah nya.
"Hanya calon, belum menjadi suaminya, jangan bangga dulu,"
"Harus bangga, dan akan selalu bangga bisa mencintai dan di cintai wanita seperti Sela," sambung Kai lalu memeluk pinggang Sela.
"Ha ha ha, sebelum kamu, aku dulu yang di cintai nya dan memilikinya dari ujung kepala hingga ujung kaki, dan menyentuh lalu mene lanjangi nya di atas ranjang menghabiskan malam bersama,"
Mendengar perkataan Harza, Kai melepas pelukannya dan melangkah mendekati Harza sambil mengepalkan tangannya, entah mengapa hatinya terasa tertusuk dengan sembilu mendengar ucap tersebut, padahal dirinya sudah menguatkan hati jika ucapan ini akan dirinya dengar suatu hari nanti, dan benar saja dirinya mendengar ucapan itu hari ini.
Sela yang tahu Kai tidak baik-baik saja menarik tangannya dan menghentikan langkah nya, lalu Sela melangkahkan kakinya mendekati Harza.
Plak!
__ADS_1
Tamparan kencang mendarat di pipi Harza yang di layangkan oleh Sela.
"Pergi dari rumahmu!"
"Sayang kenapa kamu marah? Benar apa yang aku katakan tadi bukan? Apa kamu lupa?"
"Iya aku sudah lupa, karena masa laluku sudah aku kubur dalam-dalam. Dan aku tidak mengenalmu, pergi dari rumahku sekarang juga!"
"Aku tidak akan pergi, sebelum membawamu kembali padaku,"
Mendengar perkataan Harza, Kai langsung menarik tangan Sela, lalu dirinya berdiri di dapan Sela, dan menatap tajam ke arah Harza.
"Langkahi dulu mayat ku sebelum kamu mengambil Sela dariku! Apa kamu tidak punya malu mengatakan hal itu? Setelah apa yang kamu lakukan pada Sela?"
Bugh!
"Kai!" teriak Sela lalu berjongkok untuk membantu Kai berdiri yang sedang memegangi perutnya. "Kamu tidak kenapa-kenapa?"
"Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu kuatir," jawab Kai sambil melempar senyum ke arah Sela yang terlihat begitu cemas.
"Ayo sini hadapi aku, agar aku bisa cepat melangkahi mayat mu!"
"Kai," ucap Sela dan menahan tubuh Kai yang akan mendekati Harza. "Tidak usah di ladeni,"
__ADS_1
"Dasar pengecut!" teriak Harza, saat Kai mengikuti perintah Sela.
"Lebih baik jadi pengecut, dari pada menjadi pria tidak tahu diri sepertimu!" ucap kesal Sela sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke hadapan Harza. "Pergi dari sini, jangan sampai aku memanggil satpam komplek untuk menyeret mu!"
"Aku tidak akan pergi!"
Mendengar perkataan Harza, Sela berjalan mendekati Harza lalu mendorong tubuhnya dengan kencang hingga Harza mundur beberapa langkah. Kemudian Sela memanggil satpam komplek yang yang sedang berpatroli melewati depan rumahnya.
"Iya mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya Purnomo salah satu satpam komplek nya, setelah mendekat ke arahnya.
"Pak Purnomo, lihat pria ini baik-baik," ucap Sela sambil menunjuk ke arah Harza. "Jangan pernah izinkan dia masuk ke dalam komplek kita,"
"Siap Mbak,"
"Dan sekarang suruh dia pergi, aku tidak ingin dia ada di rumahku!"
Perintah Sela lalu Purnomo mendekat ke arah Harza untuk menarik tangannya, tapi belum juga Purnomo menariknya, Harza sudah mendorong tubuhnya dengan kasar.
"Aku, bisa sendiri," ujar Harza kemudian menatap sengit ke arah Kai. "Ingat baik-baik, aku akan mendapatkan Sela dengan cara apa pun!" tegas Harza lalu pergi dari rumah Sela di ikuti Purnomo dari belakang.
Selepas kepergian Harza, Sela mendekat ke arah Kai yang sedang memegangi perutnya, lalu memeluk pinggang nya.
"Masuk lah aku akan mengompres perutmu,"
__ADS_1
Dan Kai pun mengikuti perintah Sela, dan balik memeluk pinggang Sela masuk ke dalam rumah.
Bersambung..................