
Sela menghembuskan nafasnya kasar sambil menatap Kai yang masih asyik menyantap soto yang berada di hadapannya dengan lahap, meskipun sela sudah menambahkan banyak sambal tapi tidak ada reaksi apapun dari Kai.
"Jangan menatapku seperti itu, aku takut kamu jatuh cinta padaku," ujar Kai tahu kalau Sela terus menatap dirinya.
"Aku? Jangan harap Tuan Kaindra Maraja," sambung Sela yang langsung beranjak dari duduknya. "Aku sudah menemani anda makan siang. Jadi izinkan aku untuk pulang,"
"Enak saja," ujar Kai yang langsung beranjak dari duduknya dan menarik tangan Sela untuk keluar dari restoran tersebut. Tapi dengan segera Sela menampik tangan Kai.
"Tuan, hentikan hal yang tak masuk akal seperti ini. Aku rasa Tuan memang sudah gila," ucap kesal Sela yang langsung pergi dengan terburu buru meninggalkan Kai. Tapi Kai langsung mengikuti Sela dan menarik tangan Sela saat sudah berada di dekatnya.
"Oke aku minta maaf. Aku akan mengantarmu ke tokomu,"
"Tidak perlu aku bukan anak kecil yang tidak tau arah jalan pulang,"
"Aku mohon. Dan setelah ini kita lupakan tentang ganti rugi," pinta Kai membuat Sela langsung menatap ke arah Kai begitupun Kai.
"Apa anda sedang bermain main denganku Tuan?" tanya Sela tapi tidak di hiraukan oleh Kai yang langsung menarik tangan Sela menuju di mana mobilnya di parkirkan.
__ADS_1
"Masuklah aku akan mengantarmu pulang,"
"Tuan aku bilang aku…" ucapan Sela berhenti saat Kai mendorong tubuhnya untuk masuk ke dalam mobil. Dan Sela yang tidak ingin berdebat langsung mengikuti Kai, saat cuaca juga sudah mendung dan akan segera turun hujan.
Dan benar saja belum lama Kai mengendarai mobilnya hujan pun langsung turun membasahi bumi. Dan kedua anak manusia yang berada di dalam mobil saling membisu dengan pikirannya masing-masing. Sela yang sedang dilanda kegelisahan saat dirinya tadi benar-benar melihat seseorang yang sangat mirip dengan sang suami.
Dan Kai yang sesekali menatap Sela dengan perasaan bersalah karena sudah memaksa wanita yang dicintainya mengikuti dirinya, tapi hanya itu salah satu cara yang dapat dirinya lakukan untuk dekat dengan wanita yang sangat dicintainya, meskipun dirinya tahu itu salah karena telah mencintai wanita yang sudah memiliki suami.
"Sekali lagi maafkan aku Sela," ujar Kai memecah keheningan di dalam mobil tapi tidak ada tanggapan dari Sela yang terus menatap keluar jendela sambil menatap tetesan hujan yang menggoyahkan keyakinannya terhadap sang suami, tapi dengan ketulusan cintanya pada sang suami Sela terus menerus menepis keraguannya. "Bisakah kita berteman?" tanya Kai dan Sela pun langsung menatap pria tersebut.
"Tidak ada wanita yang sudah menikah memiliki teman laki-laki, kecuali suaminya sendiri. Begitupun dengan aku, dan aku harap anda paham Tuan!" tegas Sela penuh penekanan.
"Tapi aku tidak membutuhkan teman pria,"
"Kamu tahu Sela, teman pria itu teman yang paling setia karena dia rela menjadi sandaran kamu, jika suatu hari nanti kamu ada masalah dengan suamimu,"
"Apa kamu pikir suamiku akan menghianatiku, sehingga aku harus mempunyai teman pria?" tanya Sela kesal.
__ADS_1
"Aku tidak mengatakan itu, hanya saja…"
"Jangan katakan apapun lagi. Dan terima kasih sudah mengantarku," ujar Sela memotong perkataan Kai, kemudian turun dari mobil saat mobil Kai sudah terparkir tepat di depan toko kuenya.
"Jika kamu berubah pikiran dan membutuhkan teman, aku akan selalu ada untukku," ucap Kai sambil menahan tangan Sela yang sudah turun dari mobilnya kemudian Sela melepas tangannya dan langsung menutup pintu mobil Kai dengan kencang.
"Aku tidak membutuhkanmu tuan Kaindra Maraja aku yakin mas Harza tidak akan pernah menghianatiku," gumam Sela dan masuk ke dalam toko kuenya.
*
*
*
Jam menunjukkan pukul sembilan malam saat Sela sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah dirinya menyantap makan malam seorang diri di rumahnya yang begitu luas, kemudian Sela mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi sang suami. Tapi belum juga dirinya menghubungi sang suami bel pintu rumahnya ada yang menekan.
"Siapa malam-malam bertamu," ujar Sela yang langsung turun dari tempat tidurnya.
__ADS_1
Bersambung..................