
"Kai!"
Kai langsung melepas pelukannya saat tadi sudah berjanji tidak akan menyentuh Sela tanpa ijinnya.
"Oke, aku lepas tapi ijinkan aku untuk membantu,"
"Boleh,"
Sela menoleh untuk menatap Kai yang berada di sampingnya dan tidak lupa bibirnya tersenyum manis ke arah Kai dan membuat nya langsung traveling, ketika melihat bibir Sela yang rasanya begitu manis bagi dirinya, dan refleks tangannya menyentuh bibir Sela.
"Apaan sih Kai," Sela coba menyingkirkan tangan Kai, tapi Kai tidak tergoyahkan dan masih memegangi bibirnya.
"Pantas saja cake nya kurang manis, ternyata gulanya tertinggal di bibir mu ini," sambung Kai dan ibu jarinya mengusap bibir ranum Sela, yang natural tanpa menggunakan polesan.
Sela hanya bisa tersenyum mendengar rayuan Kai lalu menampik tangan Kai.
"Tuh kan lama-lama aku terkena diabetes melihat senyuman mu,"
"Kai, jangan banyak bicara, kamu bilang ingin membantuku, dan aku ingatkan padamu aku tidak akan mempan dengan rayuan mu, kamu mengerti!"
"Oh begitu baiklah, aku tidak akan merayu mu lagi, sekarang aku harus membantu apa?"
"Kamu ambilkan buah buahan di kulkas untuk hiasan!" Perintah Sela, tapi tidak di hiraukan oleh Kai yang tiba-tiba memegangi dadanya seperti seseorang yang sedang sesak nafas, membuat Sela panik dan menghentikan kegiatannya yang sedang mengolesi cake sedang cream.
"Kai ada apa denganmu?"
"Sepertinya aku tidak bisa bernafas, karena separuh nafasku ada di sini," Kai menunjuk dada Sela menggunakan jari telunjuk nya.
__ADS_1
Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Sela sambil menggeleng gelengkan kepalanya, dan tangannya langsung memukul lengan Kai.
"Ya ampun Kai, kamu membuatku kuatir, sekali lagi kamu bercanda, awas saja aku akan–
" Akan apa? Terus mencintaiku?" tanya Kai memotong perkataan Sela.
"Tidak!" ucap kesal Sela, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Ya ampun, kamu kalau sedang marah tambah manis ya, minum kopi pahit pun terasa manis,"
"Kai!"
"Sela, kamu," ucap Kai saat Sela dengan sengaja mengoles kan cream ke pipi Kai. "Aku balas kamu,"
Dan Kai pun langsung mengambil cream yang ada di hadapan Sela dan mengoles wajah Sela dengan cream tersebut. Dan keduanya terus mengoles bergantian, sambil tertawa saat melihat wajah masing-masing yang penuh dengan cream, tidak menyadari jika mama Leni sudah berada di dapur menyaksikan ke duanya sambil tersenyum.
"Mama selalu berdoa untuk kebahagian kamu Kai, dan mama ingin melihat kamu seperti ini, tertawa lepas dengan wanita yang kamu cintai," gumam mana Leni penuh dengan kebahagian, karena putranya bisa mendapatkan wanita impiannya tanpa memandang status Sela, lalu mama Leni melangkahkan kakinya mendekati Sela dan juga Kai.
Kai dan Sela pun langsung menghentikan aksi nya dan tersenyum ke arah mama Leni.
"Maaf," ucap Sela tapi tidak dengan Kai, yang malah berjalan mendekat ke arah mana Leni.
"Ma, dia duluan, jadi salahkan dia," unjuk Kai ke arah Sela.
"Ma, tapi Kai duluan yang membuat aku kesal," sambung Sela tidak terima dengan perkataan Kai.
Mendengar ucapan Sela, mama dina langsung menoleh ke arah Kai sambil bertolak pinggang.
__ADS_1
"Kai kamu yang–
Belum juga mama Leni meneruskan ucapannya, Kai mengoleskan cream yang ada di tangannya ke wajah mama Leni.
"Kai!"
"Sela ambilkan cream lagi,"
"Tapi Kai,"
"Buruan,"
Dan Sela pun langsung mengambil cream dan memberikan ke tangan Kai, yang langsung mengoleskan ke wajah mama Leni.
Bukanya kesal mama Leni malah tertawa gembira, begitupun dengan Sela dan juga Kai yang melihat dirinya masing-masing sudah berbalur cream.
Kemudian mama Leni memeluk keduanya, dan memberikan ciuman di kening kedua nya bergantian.
Dan para pelayan yang melihat kejadian tersebut ikut tersenyum senang melihat kejadian langka tersebut.
Sela duduk di pinggiran ranjang Kai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang berada di tangannya setelah membersihkan diri.
Dan mata Sela tertuju ke arah pintu saat pintu dimana dirinya berada di buka dari luar, dan memperlihatkan Kai yang juga sudah rapi setelah membersihkan diri di kamar sebelah, lalu Kai berjalan mendekat ke arah Sela.
"Berhenti Kai, aku tidak ingin kejadian tadi pagi terulang kembali," ucap Sela tapi tidak di hiraukan oleh Kai, yang sekarang bersimpuh di hadapan Sela, sambil menunjukan kotak hitam yang sedari tadi dirinya simpan di balik punggung.
"Will you marry me?"
__ADS_1
Bersambung..............
Ketemu lagi hari senin dan kalian punya satu vote gratis, yuk jangan pelit kasih vote, biar aku semangat, sekali kali minta vote, dari pada minta hati Kai 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣wkwkwkwkw