BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
86. Rahasia


__ADS_3

Kai yang baru datang dan melihat Sela di peluk seorang pria, langsung menarik tangan pria yang masih memeluk Sela, lalu memberikan pukulan tepat di perut Anton.


"Oh jadi kamu yang berani menculik calon istriku, apa kamu sudah bosan hidup?" tanya Kai saat mendapati pria tersebut adalah Anton.


Pria yang selalu di awasi nya selama ini, saat Kai tahu, pria yang ada dihadapannya berencana akan mencelakai Sela, sehingga dirinya menyuruh anak buah Bima untuk menjaga ketat Sela, lalu Kai memukul kembali Anton, tepat mengenai bibir Anton yanga langsung berdarah.


"Mampus! Ini belum seberapa karena kamu berani memeluk Sela, dan rasakan ini!"


Papa Doni langsung berdiri tepat di hadapan Anton, saat Kai akan melayangkan pukulannya kembali.


"Berhenti Kai, kamu salah paham,"


"Aku salah paham, salah paham dari mana, asal om tahu, orang ini yang berencana membunuh Sela, dan merebut perusahaannya,"


"Itu dulu Kai, tenangkan dirimu," ujar papa Doni sambil menahan tubuh Kai yang mendekati Anton.


"Minggir om!" Kai mendorong tubuh papa Doni untuk menjauh dan hampir saja membuatnya jatuh. Lalu Kai ingin melayangkan pukulannya kembali sebelum Anton menahan tangannya.


"Aku ingin tahu seberapa kuat calon adik ipar ku ini, menjaga adikku," dan Anton langsung mendorong tangan Kai hingga Kai mundur beberapa langkah, saat dirinya tidak fokus lagi, ketika Anton membuatnya terkejut dengan ucapannya, lalu Kai menatap ke arah Anton sambil mengerutkan keningnya, dan mendekatinya.


"Apa yang kamu katakan barusan?" tanya Kai penasaran tapi Anton tidak menghiraukan pertanyaan Kai, saat dirinya kembali menghampiri Sela yang masih diam terpaku di tempatnya.


"Sela," panggil Anton sambil memegang kedua bahu Sela.

__ADS_1


Dan Sela pun langsung menatap Anton yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Jangan mendekat, aku tidak memiliki kakak dan aku tidak mengenalmu,"


Sela memundurkan langkah nya, dan Kai yang juga menghampiri Sela langsung memeluk bahunya.


"Kai,"


"Apa benar yang dikatakan orang ini?" tanya Kai penasaran.


"Benar Anton adalah kakak kandung Sela," sambung papa Doni yang langsung mendekati ketiganya.


Sela maupun Kai langsung menatap papa Doni tidak percaya pada apa yang di katakan nya.


"Tidak! Jangan!" teriak Rani dengan kencang, menghentikan ucapan papa Doni, dan semua yang ada di dalam rumah tersebut langsung menatap ke arah Rani yang sedang memeluk kepala Harza yang masih berada di pangkuannya, ketika Bima dan juga anak buahnya menghajar Harza, saat Risa memberi tahu Bima yang menculiknya adalah Harza bukan Anton.


Lalu Sela melangkahkan kakinya mendekat ke arah Rani di ikuti Kai dari belakang.


"Bima hentikan!" perintah Sela dan menarik tangan Bima yang sedang menendang tubuh Harza tanpa ampun


"Tidak bisa, dia harus mendapat hal setimpal karena sudah berani menculik Risa dan kamu,"


"Benar apa yang di katakan Bima, aku juga belum memberi pelajaran padanya," sambung Kai dan ingin menendang tubuh Harza yang sudah tidak berdaya, namun langsung di tahan oleh Sela.

__ADS_1


"Jangan kotori kakimu dengan menyentuhnya, biarkan pihak berwajib yang menanganinya,"


"Tapi–


Belum juga Kai bicara, tiba-tiba ada beberapa polisi yang masuk ke dalam rumah, saat tadi Rani sudah menghubungi pihak polisi untuk mengamankan Harza, Bima dan anak buahnya pun langsung mengikuti polisi tersebut yang membawa pergi Harza.


Selepas kepergian Harza, Rani dan juga Bima, Sela membalik tubuhnya dan menghampiri papa Doni, yang sedang berdiri di samping Anton.


"Apa yang papa tadi katakan?" tanya Sela yang masih belum mengerti pada apa yang di ucapkan papa Doni.


Lalu papa Doni menghampiri Sela lalu menggenggam kedua tangan Sela dengan erat.


"Maafkan papa, karena papa tidak pernah berkata jujur padamu, tentang kamu, mamamu, papamu dan juga masa lalu mereka, karena mereka menyuruh papa merahasiakannya dari kamu, tapi hari ini papa akan membuka rahasia itu,"


Kai yang mendengar perkataan papa Doni, langsung mengerutkan keningnya tidak paham dengan apa yang papa Doni katakan, begitu pun dengan Sela yang semakin tidak mengerti.


"Kamu dan Anton adalah kakak adik, meskipun ibu kalian berbeda," jelas papa Doni semakin membuat bingung Sela.


"Tidak mungkin papa memiliki wanita lain, ini tidak mungkin!" ucap Sela sambil melepas tangannya yang masih di genggam oleh papa Doni. Mengingat kembali papa nya adalah pria yang paling setia.


"Ini bukan tentang papa Bagas, tapi papa Dery, papa kamu dan Anton,"


"Maksud papa?"

__ADS_1


Bersambung................


__ADS_2