
VISUAL
Arsela Maharani
Harza Rahendra
Kaindra Maraja
Rania
Risa
Hendri Rahendra
Bima
INILAH VISUAL DARIKU, MAAF JIKA TIDAK CUCOK MEONG UNTUK KALIAN.
KALIAN BOLEH BERIMAJINASI DENGAN VISUAL KALIAN MASING-MASING.
__ADS_1
*
*
*
Sela duduk tidak jauh dari ruang UGD saat Hendri di larikan ke rumah sakit oleh Harza.
Harza yang masih terlihat panik langsung mendudukkan pantatnya di sebelah Sela.
"Kamu mencari asisten rumah tangga di mana? Kamu tahu jus itu sebenarnya untukku, dan dari situ kamu tahu dia sebenarnya akan meracuni ku bukan?"
Mendengar pertanyaan Sela, Harza langsung menoleh ke arah sang istri yang sedang melipat kedua tangannya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
"Maaf aku tidak tahu ini akan terjadi, sekali lagi maaf,"
Sela mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari Harza, yang jauh dari bayangannya, karena Sela pikir Harza akan membela Nia dengan berbagai alasan.
"Kamu tetap di sini, aku akan menemui Nia, dan memberi perhitungan dengannya," ucap Harza lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan Sela, yang sekali lagi begitu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Harza.
*
*
*
Harza yang sudah tiba di rumahnya langsung turun dari mobil dan dengan terburu buru masuk ke dalam rumah untuk mencari Rani.
Harza men de sah kesal saat sudah mengelilingi rumah tapi tidak menemukan Rani ada di rumahnya. Dan pakaian Rani di kamarnya juga sudah tidak ada lagi.
Lalu Harza mengambil ponsel yang berada di kantong nya untuk menghubungi Rani, tapi sudah panggilan yang ke tiga Rani tetap saja tidak mengangkatnya.
"Rani angkat lah, kamu ke mana, kenapa kamu melakukan ini," ujar Harza lalu memasukkan ponselnya dan berjalan ke luar rumah, untuk mencari Rani, yang dirinya yakin pasti Rani pulang ke rumahnya.
*
__ADS_1
*
*
Plak! Plak!
Tamparan mendarat di ke dua pipi Rani bergantian yang di layangkan oleh seseorang yang ada di hadapannya.
"Dasar bodoh! Rani, Rani, aku menyuruhmu datang ke rumah Harza hanya untuk mengambil seluruh hartanya, tapi apa yang kamu lakukan? Kalau begini apa yang akan kita dapatkan? Dasar bodoh! Begini kalau bekerja menggunakan hati, dari awal aku sudah memperingatkan kamu untuk tidak mengunakan hati mendekati Harza tapi pakai otak," ujar seseorang yang ada di hadapan Rani yang sekarang beralih menoyor kepala Rani.
"Tapi kak–
"Kamu mencintai Harza karena dia cinta pertama mu begitu. Omong kosong apa yang kamu katakan!" bentak orang tersebut memotong perkataan Rani. "Apa kamu tidak ingat apa yang keluarga mereka lakukan kepada keluarga kita?"
"Itu masa lalu kak, dan Mas Harza juga tidak tahu apa-apa tentang itu Kak, dan yang pasti aku sangat mencintai Mas Harza sampai kapan pun aku mencintainya,"
"Cih, cinta kamu bilang, kalau dia cinta tidak mungkin dulu dia meninggalkan mu, ingat itu baik-baik Ran,"
"Tapi dia punya alasan kak,"
"Diam lah Ran, kalau kamu tidak bisa mendapatkan semua harta Doni dalam waktu dekat lewat Harza, aku berjanji akan menghabisi Harza dengan tanganku sendiri ingat itu baik-baik!" tegas pria tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah kakak kandung nya.
"Kak Anton–
"Diam dan jangan katakan apa pun lagi!" perintah Anton sambil bertolak pinggang. Lalu Anton masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di rumah Rani saat ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Rani.
Lalu Rani berjalan menuju arah pintu untuk membuka nya.
"Mas, Harza," ucap Rani sambil tersenyum saat Harza lah yang mendatanginya.
Plak!
Tamparan mendarat di pipi Rani yang di layangkan oleh Harza.
"Mas, apa yang kamu lakukan?" tanya Rani tapi tidak di hiraukan oleh Harza yang langsung menarik tangan Rani dengan kasar masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Bersambung......................