BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
42. Aku Tidak Sengaja


__ADS_3

Sela menatap gelas yang berada di tangannya dengan jengah, lalu Sela memanggil Nia dan menghentikan langkahnya, dan Nia langsung membalik badannya untuk menghadap ke arah Sela.


"Iya Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Nia, dan Harza yang sedari tadi mendengar apa yang kedua wanita tersebut katakan, melirik ke arah keduanya.


"Ada, mendekat lah!"


Mendengar perintah Sela, Nia melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sela yang sudah berdiri dari duduknya.


"Minumlah jus ini, aku tidak menginginkan nya lagi," ucap Sela dan menyodorkan gelas yang ada di tangannya ke hadapan Nia.


Tapi dengan enggan Nia menerima gelas tersebut, dan membuat Sela curiga dengan tingkahnya itu.


"Kenapa? Minumlah, kamu yang membuat bukan?"


"Maaf Nona, aku tidak menyukai apel," tolak Nia.


Dan Sela pun tidak menghiraukan perkataan Nia, karena sekarang dia melangkahkan kakinya menuju ruang makan dengan gelas jus yang masih berada di tangannya lalu meletakan gelas tersebut di hadapan Harza.


"Minumlah Mas, sayang-sayang jika di buang, Mas Harza suka jus apel bukan?" tanya Sela sambil tersenyum manis ke arah Harza dan matanya melirik Nia yang sedang menggenggam tangannya sendiri.


"Ya ampun, aku harus menghentikan ini, Mas Harza tidak boleh minum jus itu," gumam Nia dan terus berfikir untuk menghentikan Harza yang sekarang meraih gelas yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Minumlah Harza, dan habiskan jus itu," batin Sela yang masih berdiri di samping Harza.


Brakk!!!!


Nia sengaja menyenggol vas bunga yang berada di meja ruang keluarga dan terjatuh ke lantai hingga pecah dan berserakan, lalu menghentikan Harza yang akan meminum jus tersebut.


Kemudian Harza beranjak dari duduknya ingin menghampiri Nia, namun dirinya urungkan dan hanya bisa melirik ke arah Nia yang langsung membereskan pecahan vas tersebut.


"Hampiri saja Harza, aku tidak peduli, kalau tidak mau, biar aku yang menghampiri nya," gumam Sela dengan tersenyum sinis, lalu meninggalkan Harza dan melangkah kan kakinya menuju ke arah Nia, dan dengan sengaja menginjak tangan Nia yang sedang membereskan pecahan vas tersebut.


"Eh maaf aku tidak sengaja," ucap Sela lalu meninggalkan Nia yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi jarinya yang berdarah karena terkena pecahan vas tersebut, menuju ke arah pintu saat ada seseorang yang menekan bel rumahnya.


"Sial, awas Sela, tunggu pembalasanku," gumam Nia dengan kesal sambil menatap punggung Sela yang menjauh darinya, dan bergantian menatap Harza yang hanya bisa menyatukan kedua tangannya untuk meminta maaf, karena tidak mungkin menolong Nia, saat masih ada Sela di rumah.


"Selamat malam," sapa Hendri dengan raut wajah yang di tekuk.


"Malam juga mas, kenapa wajah mas Hendri di tekuk begitu?"


"Apa aku boleh masuk,"


"Oh tentu, silahkan masuk Mas Hendri,"

__ADS_1


Sela tersenyum ramah dan mempersilahkan Hendri masuk, dan senyuman itu hilang saat Sela mengikuti Hendri dari belakang, ketika mengingat kembali apa yang telah di lakukan nya terhadap Risa.


"Adik selamat malam, kebetulan sekali kamu sedang menikmati makan malam," ujar Hendri saat mendapati Harza masih berada di meja makan.


"Ada apa kamu kemari?"


"Tentu saja menemui adik ipar, apa kamu tidak tahu kita sudah menjadi sahabat dekat, iya kan adik ipar?"


Mendengar perkataan Hendri, Sela lalu menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Hendri yang juga sedang tersenyum senang, membuat Harza tidak suka dengan kedatangan kakaknya tesebut.


"Dasar suami breng sek, apa kamu lupa, apa yang telah kamu lakukan kepada istrimu, dan masih sempat nya kamu tersenyum sekarang," Sela berbicara dalam hati sambil menatap Hendri yang sedang menarik kursi dan duduk di samping Harza.


"Wow jus apel, baiklah aku mulai dulu makan malamnya dengan meminum jus ini," ujar Hendri lalu meraih jus yang ada di hadapan Harza dan meminum nya hingga tidak tersisa.


Sela yang awalnya ingin melarang Hendri, tapi dia urungkan.


"Mati lah kau Hendri!" gumam Sela lalu pandangannya tertuju ke arah Nia yang sedang membekap mulutnya tidak percaya menatap Hendri yang sudah menghabiskan jus buatannya yang sudah dirinya berikan racun.


"Har... Harza, achkk,"


Brugh!

__ADS_1


Hendri Jatuh ke lantai sambil memegangi lehernya, membuat Harza begitu terkejut, apa lagi saat mulut Hendri mengeluarkan busa.


Bersambung.....................


__ADS_2