BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
23 Memberi Petunjuk


__ADS_3

"Apa kamu mencari ku?" tanya seseorang di belakang Sela dan menghentikan langkahnya. Kemudian Sela membalik tubuhnya saat dirinya tidak asing lagi dengan suara tersebut. 


"Kamu?"


"Iya ini aku,"


"Tadi–"


"Iya, tapi aku membatalkan penerbangan ku saat aku melihat kamu memasuki perusahan ku, karena tidak ada yang lebih penting selain kamu,"


Sela yang mendengar perkataan Kai langsung mengerutkan keningnya. 


"Maksud aku, pasti ada hal penting hingga kamu mencari ku bukan?"


"Iya–"


"Baiklah kita bicarakan diluar saja," sambung Kai memotong perkataan Sela kemudian menarik tangan Sela menuju mobilnya yang sudah terparkir tepat di lobi perusahaanya.


*


*


*


Disini sekarang Sela dan juga Kai berada di sebuah cafe elit di pusat kota yang jaraknya tidak jauh dari perusahaan Maraja. 

__ADS_1


Kai terus menatap wajah Sela yang terlihat begitu lelah, apa lagi saat menatap mata Sela yang sedikit membengkak dan Kai tahu persis jika Sela habis menangis. 


Dan Kai pun tidak mengatakan apa pun, dirinya terus menatap dengan tersenyum dari kedua sudut bibirnya saat Sela dengan lahapnya memakan pasta yang tersaji di hadapannya. 


"Makanlah sesukamu Sela, bila itu yang membuat kamu merasa baik kan," gumam Kai dalam hati seakan dirinya tahu pasti Sela sedang ada masalah. 


"Mau tambah lagi?" tanya Kai saat Sela sudah melahap habis pasta miliknya tapi Sela langsung menggelengkan kepalanya. 


"Kai,"


Kai yang mendengar Sela memanggilnya langsung menatapnya, dan beranjak dari duduknya menuju sofa di mana Sela duduk lalu Kai mendudukkan pantatnya di sebelah Sela. 


"Aku akan meminjamkan punggungku untukmu, menangislah jika dengan menangis  bisa membuatmu lebih baik," ujar Kai saat dirinya tahu Sela sudah membendung air mata di pelupuk matanya. 


Kai tidak mengatakan apa pun lagi, tangannya refleks menepuk punggung Sela tanpa mengatakan sepatah kata pun, dan terus membiarkan Sela menangis. 


Sudah hampir setengah jam Sela menangis di pelukan Kai, dan saat Sela sudah menghentikan tangisnya perlahan Sela melepas pelukannya. 


"Maaf," ujar Sela membuat Kai langsung meraup wajah Sela dengan kedua tangannya. 


"Ini terakhir kali kamu menangis untuk suamimu, dan aku tidak ingin melihat kamu menangis lagi hanya demi pria yang sudah tega mengkhianatimu, air matamu ini sangat berharga dan aku tidak ingin air mata ini jatuh hanya untuk menangisi suami kamu yang tidak tidak tahu diri sudah menduakan mu,"


Sela yang mendengar perkataan Kai langsung menatap pria yang duduk di hadapannya saat tangan Kai menghapus sisa-sisa air matanya yang masih membasahi pipi. 


"Apa kamu–"

__ADS_1


"Aku lebih dulu tahu apa yang di lakukan suamimu di belakangmu," sambung Kai memotong perkataan Sela. "Sebenarnya aku sudah memberi petunjuk kepadamu tempo hari, tapi kamu belum menyadarinya,"


"Maksudnya?" tanya Sela sambil melepas tangan Kai yang masih memegangi wajahnya. 


Dan Kai pun langsung menjelaskan untuk apa dirinya datang ke toko kue Sela tempo hari dan memberi tahu semuanya.


Hanya satu yang masih Kai tutupi yaitu dirinya sangat mencintai Sela sejak pertama kali bertemu, saat keduanya baru saja duduk di bangku sekolah menengah atas meskipun hanya beberapa kali bertemu sebelum dirinya menetap di luar negri.


Meskipun begitu Kai terus memantau Sela melalui sahabatnya yang kebetulan satu sekolah dengan Sela, dan saat Sela sudah duduk di bangku kuliah sahabatnya juga Kai suruh untuk kuliah di universitas yang sana dengan Sela untuk terus memantaunya. 


Dan sampai Sela sudah menikah, Kai pun masih terus memantaunya. 


"Tapi untuk apa kamu melakukan itu? Bahkan kita saja tidak pernah bertemu?"


"Aku punya indra ke enam, jadi aku tahu apa yang sedang di alami seseorang, termasuk yang sedang di alami olehmu," bohong Kai untuk meyakinkan Sela. 


"Kenapa harus aku?"


"Karena aku mencint…" Kai langsung menghentikan ucapannya sebelum keceplosan. "Maksud aku, aku tidak ingin seorang wanita di sakiti oleh suaminya sendiri dan mengalami apa yang mamaku alami,"


Sela yang mendengar apa yang Kai ucapkan langsung menatap Kai. 


"Sudahlah ini sudah terjadi, sekarang apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu ingin bercerai dengan suamimu?"


Bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2