
Akhirnya sopir pribadi Sela bisa membujuk Sela dengan segala cara, hingga dirinya menceritakan kehidupan pribadinya yang begitu pahit melebihi pahitnya kehidupan majikannya tersebut, Sela di papah menuju mobil miliknya yang terparkir di tempat parkir pemakaman, saat tubuhnya begitu lemas dan juga tidak berdaya.
"Nona minum ini dulu," ujar sopir Sela sambil menyodorkan botol air mineral ke hadapan Sela yang sudah berada di dalam mobil, kemudian sela mengambilnya dan meminumnya hingga tidak ada yang tersisa. Dan air minum ini yang baru masuk ke dalam tubuhnya selama seharian.
Sela menyingkirkan tangan sopir pribadinya, saat menyodorkan sebungkus roti ke arah Sela yang sedang duduk di bangku penumpang.
"Aku tidak lapar, aku ingin pulang dan menceritakan semuanya pada mama,"
"Baik nona," dan sopir tersebut langsung menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya.
*
*
*
Jam menunjukkan pukul sembilan malam saat Sela tiba di rumah, karena jalan yang di lalui nya mengalami perbaikan, hingga butuh waktu lebih lama untuk sampai di rumah.
Sela dengan langkah gontai menuju pintu rumah, lalu menekan bel tapi tidak ada tanda-tanda seseorang yang akan membuka pintu, hingga akhirnya Sela coba mendorong pintu tersebut yang tidak terkunci, dan Sela segera masuk dan langsung menghentikan langkahnya di depan pintu.
"Selamat ulang tahun istriku,"
"Selamat ulang tahun sayang,"
"Selamat ulang tahun,"
"Selamat ulang tahun," ucap Kai, mama Leni dan semua keluarga bersahutan yang susah ada di dalam rumah.
Sela begitu terkejut melihat rumah yang sudah di hias sedemikian rupa, lalu menatap satu persatu keluarganya yang sudah berada di dalam rumah, terakhir menatap Kai yang berdiri paling depan dengan membawa buket bunga dan senyum yang menghiasi kedua sudut bibirnya. "Kai," dan seketika pandangan Sela kabur dan langsung jatuh pingsan.
"Sayang!" teriak Kai sambil melempar buket bunga yang ada di tangannya dan berlari menuju sang istri yang sudah tergeletak di lantai. "Sayang ada apa denganmu, sayang bangunlah!" teriak Kai penuh dengan kekuatiran melihat istri yang sangat di cintanya jatuh pingsan.
"Ini semua karena kamu, coba kalau kamu tidak mengadakan suprise seperti ini yang norak, pasti menantu mama tidak akan seperti ini, awas jika terjadi sesuatu pada menantu mama, mama tidak akan pernah memaafkan kamu!"
"Maaf ma, aku hanya ingin mencoba memberikan kejutan untuk istriku yang istimewa,"
"Istimewa matamu! Cepat bawa ke rumah sakit!" dan Kai pun langsung mengangkat tubuh istrinya keluar rumah dan membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
*
*
*
Kai terus menggenggam tangan istrinya yang sudah terpasang selang infus, ketika Sela sudah berada di dalam ruang perawatannya. Senyum terus terukir dari ke dua sudut bibirnya saat mengetahui hal yang sangat menggembirakan.
Plak!
Pukulan mendarat tepat di kepala Kai yang di layangkan oleh mama Leni.
"Awas jika terjadi sesuatu pada cucu mama,"
"Tadi dokter sudah memberi tahu jika, istriku dan calon anakku baik-baik saja ma tenang saja," sambung Kai, saat dokter mengatakan jika Sela sang istri sedang mengandung, dan usia kandungannya sudah memasuki usia tujuh minggu.
Sela membuka matanya dengan perlahan, dan saat kedua bola matanya bulat sempurna, Sela langsung memalingkan wajahnya tidak ingin menatap suaminya.
"Sayang, maafkan aku, karena kejutan yang aku siapkan membuatmu jadi seperti ini," ujar Kai sambil meraih dagu istrinya untuk menghadap ke arahnya.
"Ini tidak lucu Kai," dan air mata keluar dari pelupuk mata Sela.
"Maksud kamu?" tanya Sela saat Kai sudah melepas tautan bibirnya beralih mencium perut sang istri yang masih rata.
"Di sini ada buah cinta kita sayang,"
"Apa maksudnya?" Sela coba ingin beranjak dari tidurnya tapi langsung di tahan oleh Kai.
"Kamu tetap diam di tempat oke sayang, agar anak kitaβ
"Jadi maksud kamuβ
" Kamu hamil sayang," sambung Kai lalu mencium kening istrinya, yang langsung menangis penuh kebahagiaan.
"Benarkah? Kamu tidak bohong?"
"Tidak sayang," jawab Kai yang langsung memeluk sang istri.
__ADS_1
"Lepaskan, dan jangan sakiti menantu dan cucu mama," mama Leni menarik tangan Kai untuk menjauh dari Sela.
"Sayang selamat, dan maaf mama dengan bodohnya mau mengikuti Kai memberikan kejutan pada kamu,"
"Tidak apa-apa ma," dan mana Leni pun langsung memberikan ciuman singkat di kening menantunya tersebut.
Dan semua yang bekerja sama dengan Kai meminta maaf kepada Sela termasuk sopir Sela yang terus memberi informasi pada Kai di mana Sela berada.
"Selamat akhirnya kamu bisa hamil," ujar Risa sambil menggenggam tangan Sela. "Dan maaf aku sudah menjadi salah satu orang bodoh yang mau mengikuti suamimu memberikan kejutan,"
"Aku memaafkan kamu," sambung Sela, dan Risa langsung memeluk Sela.
Saat semua orang sudah memberi selamat dan juga minta maaf karena sudah membantu Kai menyiapkan kejutan. Kai menghampiri sang istri yang sudah beranjak dari tidurnya dan duduk di atas ranjang perawatannya.
Kai menggenggam tangan sang istri, lalu mencium punggung tangannya, dan satu tangannya membelai pipi sang istri.
"Sayang, sekali lagi maafkan aku, dan jangan pernah berpikir negatif tentang aku, sampai ajal menjemput ku, jangankan selingkuh memikirkannya saja tidak akan pernah terlintas di otakku, karena kamu kesempurnaan dalam hidupku," ujar Kai, saat dirinya baru tahu dari sopir Sela yang menceritakan, jika Sela mengira dirinya berselingkuh dengan orang lain.
"Aku juga minta maaf karena sudah berfikir negatif tentangmu,"
"Kamu tidak salah, jangan pernah ucapkan kata maaf dari bibirmu ini sayang, aku yang salah, aku janji tidak akan memberikan kejutan yang bodoh lagi," ucap Kai dan terus membelai pipi istrinya. "Dan selamat ulang tahun mama dari anakku,"
"Terima Kasih papa anakku," sambung Sela dan langsung merentangkan tangannya, lalu Kai dengan segara memeluk istrinya dengan erat.
"Terima kasih Tuhan, Engkau sudah memberikan kesempurnaan hidup untukku, dengan mengirim bidadari untukku," ucap Kai lalu melepas pelukannya, beralih meraup wajah istrinya. "Terima kasih istriku,"
"Terima kasih juga suamiku," Sela lalu mencium bibir sang suami, dan Kai menahan kepala Sela, saat Sela akan melepas pelukannya, beralih Kai yang mencium bibir istrinya dan me lu matnya.
TAMAT
Akhirnya tamat juga, terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti novel ini sampai akhir, dan akhirnya keduanya bahagia, tanpa harus aku perpanjangan episode yang akan membuat kalian bosan, maaf masih banyak typo dan lainnya.
Dan seperti biasa ada GA untuk beberapa orang yang beruntung, dan akan aku umumin hari senin mendatang bila tidak melenceng, selain dari top fans, aku akan memilih beberapa komen di bab ini.
Jadi tinggalkan komen kalian ya, tentang novel ini menurut kalian.
Note: untuk semua top fans kalian juga harus komen di bab ini, tentang novel ini menurut kalian oke!
__ADS_1
**see you allππππππ**