BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
25 Inilah Kamu Yang Sebenarnya


__ADS_3

Kai tersenyum sambil menatap Sela yang sedang tertidur pulas di dalam mobilnya setelah kepulangan keduanya dari kafe. 


Kai yang bingung harus mengantar Sela pulang kerumahnya atau ke toko kuenya, memutuskan pergi ke danau yang terdapat di pinggir kota yang masih begitu asri. 


Kai memarkirkan mobilnya tepat di bawah pohon yang begitu rindang, yang terdapat di danau tersebut. Kai melepas sheet bel yang masih malingkar di tubuhnya kemudian membalik tubuhnya menghadap ke kursi dimana Sela masih tertidur pulas, Kai langsung mengatur jok mobil yang di duduki Sela agar Sela merasa nyaman. 


Kai terus menatap wajah Sela dengan intens, senyum terus terukir dari kedua sudut bibirnya, hari ini hatinya begitu bahagia, karena bisa bersama dengan wanita yang selalu memenuhi hati dan hidupnya. 


"Aku akan selalu berada di sampingmu Sela, senang, sedih yang kamu rasakan aku juga merasakannya," ucap lirih Kai dan tangannya refleks menyentuh pipi Sela. "Aku harap suatu hari nanti aku akan mendapatkan kamu dan menjadikan kamu sebagai pendamping hidupku untuk selamanya dan menjalani hari bersama sama hingga maut yang akan memisahkan kita,"


Kai berkata sambil menidurkan kepalanya di jok mobil yg sudah di sejajar kan dengan kursi milik Sela dan menumpu kepalanya dengan satu tangannya menghadap ke arah Sela. 


Tidak ada bosan bosannya Kai menatap setiap inci wajah Sela hingga dirinya juga ikut terlelap. 


Hampir dua jam Sela terlelap, akhirnya Sela mulai membuka matanya dengan perlahan, saat matanya sudah terbuka semua, Sela langsung mengerutkan keningnya saat baru menyadari di mana sekarang dirinya berada. 


"Kai," ucap Sela saat dirinya baru menyadari siang tadi Sela bersama dengan Kai. 


Sela langsung menatap samping kursinya lalu senyum tersungging dari kedua sudut bibirnya saat melihat Kai tertidur dengan pulas. 


Sela memutuskan untuk keluar dari mobil dan sengaja tidak membangunkan Kai, sela melangkahkan kakinya menuju sebuah kursi panjang yang terdapat di pinggiran danau tersebut  tidak jauh dari mobil Kai. 


Sela menghela nafasnya panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan. Pandangan Sela terus menyusuri seluruh penjuru danau tersebut yang begitu sejuk meskipun di siang hari, lalu Sela menyadarkan punggungnya di sandaran bangku yang didudukinya. 


"Apa ini takdirku dirimu Tuhan, kalau iya aku berterima kasih padamu, karena telah menunjukkan siapa suamiku, tapi maaf Tuhan, aku bukan manusia yang menerima ikhlas apa yang telah engkau takdirkan, air mata harus dibayar dengan air mata, begitupun dengan sakit hati ini,"

__ADS_1


Sela berkata kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya saat ada yang menghubunginya. 


Sela menatap layar ponselnya lalu mematikan ponselnya saat dirinya tahu Harza lah yang menghubungi dirinya. 


"Dulu aku sangat menantikan telepon darimu. Mas, tapi tidak untuk sekarang, aku benci saat melihat namamu yang tertera di ponselku Harza Rahendra," sela bergumam dan mengembalikan ponselnya ke dalam tas. 


"Kenapa tidak di angkat?"


Tanya Kai yang sadari tadi sudah di belakang sela, dan mendekat dimana sela berada lalu duduk di samping Sela,"


"Kamu sudah bangun?"


"Aku bertanya padamu, kenapa kamu malah balik bertanya. Tentu saja aku sudah bangun kalau belum siapa yang duduk di sampingmu ini? Jurig?"


Sela yang mendengar perkataan Kai langsung tersenyum. 


"Siapa juga yang bilang lucu, kamu sendiri bukan?"


"Terus kamu tersenyum untuk apa?"


"Terserah padaku, mulut, mulut siapa?" Sela balik bertanya dengan menyunggingkan bibirnya dan terus mencibir Kai. 


"Ini lah kamu yang sebenarnya, yang aku kenal Sela, wanita periang, kuat dan tidak mudah tertindas, yang membuat aku jatuh cinta padamu," guman Kai dan senyum terus tersungging dari kedua sudut bibirnya. 


"Kamu sudah gila? Kenapa kamu tersenyum sendiri?"

__ADS_1


"Karena hari ini aku sangat senang?"


"Atas penderitaanku?"


"Kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Entah lah. Hari ini perasaanku tidak menentu, maaf jika aku berkata kasar padamu,"


Sela berkata dan beranjak dari duduknya, belum juga Sela melangkahkan kakinya, Kai mencekal tangan Sela. 


"Mau kemana? Aku akan mengantarmu pulang,"


"Cukup sudah hari  ini aku merepotkan kamu, aku ingin pulang sendiri,"


"Sela, aku yang membawamu kemari, dan aku juga yang akan mengantar kamu pulang,"


"Tapi–"


"Sela aku mohon," Kai memotong perkataan Sela dan langsung menarik tangannya menuju mobilnya. 


"Baiklah, tapi aku tidak ingin pulang," 


Kai yang mendengar perkataan Sela langsung menghentikan langkahnya dan membalik tumbuhnya menghadap ke arah Sela. 


"Terus?"

__ADS_1


Bersambung..................


__ADS_2