BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
67. Separuh Nyawaku


__ADS_3

Akhirnya Risa mengijinkan Hendri untuk menemui Nana, saat Hendri terus memohon padanya. Dia juga tidak ingin egois bagaimana pun perlakuan Hendri padanya, Nana adalah anak kandung nya.


Yang membuat terkejut Risa adalah Hendri sudah bisa berjalan, padahal beberapa waktu lalu saat menemui Hendri di rumah papa Doni, Hendri masih duduk di kursi roda.


Ini lah pertama kali Nana bertemu dengan Hendri setelah beberapa bulan Risa dan juga Nana keluar dari rumah papa Doni, tentu saja Nana begitu asing dengan Hendri dan menangis saat Hendri mendekatinya, kemudian Risa mengambil Nana dan membawa ke dalan dekapannya.


"Sekarang kamu boleh pergi, Nana tidak ingin bertemu denganmu," ucap ketus Risa dan enggan untuk menatap Hendri mantan suaminya setelah pengadilan agama mengeluarkan surat cerai satu bulan yang lalu.


"Berikan kesempatan aku untuk dekat dengan Nana,"


"Dulu kamu punya banyak kesempatan, tapi perlakuan apa yang kamu berikan padaku dan juga Nana? Apa perlu aku ingatkan lagi padamu Hendri!"


"Iya aku tahu, dan aku menyesal, dan aku juga berkali kali meminta maaf padamu Risa,"


"Maaf kamu bilang? Apa kamu berfikir terlebih dahulu sebelum mengatakan kata maaf padaku? Setelah apa yang kamu lakukan?"


"Risa kapan kamu akan memaafkan ku? Aku sungguh menyesal,"


"Itulah ucapan seseorang yang melakukan sesuatu tanpa berfikir terlebih dahulu, menyesal. Dan sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan mu! Sekarang pergi lah!"


Bukannya mengikuti perintah Risa, Hendri malah bersimpuh dan memeluk kaki Risa.


"Risa, harus berapa ratus kali aku mengatakan maaf padamu, agar kamu bisa memaafkan ku?"


"Mbok," panggil Risa pada mbok Ijah yang sedang berada dapur. "Aku tidak ingin melihat orang ini, suruh dia pergi, kalau perlu bungkus kan dia makanan sepertinya dia kelaparan jadi bicaranya melantur,"


Mendengar perkataan Risa, yang seolah mengejek dirinya, Hendri langsung beranjak dari tempatnya.


"Apa kamu mengejekku? Aku memang sudah tidak memiliki apa pun, aku ke sini berniat baik, tapi kamu malah menghinaku,"


"Baguslah kalau kamu merasa terhina, jadi sekarang pergi lah!"

__ADS_1


"Risa! Ingat ini baik-baik, aku akan mengambil hak asuh Nana, ingat itu!"


"Wow, mau kamu kasih makan apa? Kamu sendiri tidak memiliki apa pun hidup juga numpang,"


"Risa!" teriak Hendri sambil mengangkat tangan nya ingin memukul Risa, tapi tangannya langsung di cekal oleh seseorang.


"Bima," ucap Risa saat tiba-tiba Bima sudah masuk ke dalam rumah. Tapi Bima tidak merespon perkataan Risa, karena dirinya langsung menarik tangan Hendri dengan kasar untuk keluar rumah.


Bima menghampiri Risa yang sedang duduk di ruang keluarga sambil memangku Nana, setelah dirinya berhasil mengusir Hendri.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Bima dan mengambil alih Nana dari pangkuan Risa saat Nana mengulurkan tangannya ingin di gendong oleh Bima.


"Aku baik-baik saja, terima kasih, kalau tidak ada kamu entah apa yang akan dia lakukan padaku dan juga pada Nana,"


"Sekarang kamu tidak perlu kuatir lagi, dia sudah pergi,"


"Aku takut dia akan kembali lagi dan mengambil Nana dariku,"


"Terima kasih Bima, kamu benar-benar teman yang bisa selalu aku andalkan," ucap Risa dan Bima pun hanya membalasnya dengan senyum. "Oh iya ke mana Sela?"


"Dia ada urusan, mungkin pulang sore,"


"Oh begitu, oke. Kamu mau minum apa?"


"Seperti biasa," jawab Bima dan langsung bermain dengan Nana.


"Terima kasih Bima, sejak ada kamu, Nana tidak lagi kehilangan sosok ayah, mudah mudahan jika Tuhan mengirimkan ayah untuk Nana, dia bisa dekat dengan Nana seperti kamu dekat dengannya," gumam Risa sambil menatap Bima dan juga Nana bergantian sebelum menuju ke arah dapur.


*


*

__ADS_1


*


Hari ini adalah hari yang paling berharga bagi Kai, bagaimana tidak, jika wanita yang selama ini memenuhi hatinya, bisa dia dapatkan tidak peduli dengan status yang di sandang nya.


Senyum terus menghiasi ke dua sudut bibirnya dan terus menatap wanitanya, saat dirinya sedang duduk di ruang keluarga.


"Mama hari ini harus membawamu ke psikiater, sepertinya kamu terkena gangguan jiwa,"


Mama leni yang sedari tadi berada di dapur bersama dengan Sela, menghampiri putranya, dan mendorong bahunya pelan.


"Iya Ma, aku sudah gila karena wanita itu," Kai menunjuk Sela dan senyum terus menghiasi bibir nya


"Hadeh, dasar anak mama, mama tinggal dulu, kamu mau ikut?"


"Kemana Ma?"


"Buang air besar,"


"Ya ampun Ma," ucap Kai sambil menatap punggung mama Leni yang menuju kamarnya.


Kemudian Kai mengalihkan pandangan nya, ke arah Sela yang masih sibuk di dapur membuat cake permintaan mama Leni, lalu dirinya beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju dapur.


Saat Kai sudah berada di dapur dan mendekati Sela, dirinya langsung memeluk Sela dari belakang.


"Kai apa yang kamu lakukan?"


"Aku tidak bisa berdiri tegak, karena separuh nyawa ku ada di sini,"


Bersambung.................


Takut kalian resah kalau di kasih part uwu jadi aku menghargai perasaan kalian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2