
"Kai ada apa? Siapa yang menghubungimu?" tanya Sela saat Kai sudah menutup sambungan ponselnya.
Tapi Kai tidak menjawabnya, karena dirinya langsung beranjak dari duduknya, dan melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menaruh peralatan makan.
Sela yang tidak mendapat jawaban dari Kai, juga beranjak dari duduknya lalu mengikuti Kai dari belakang.
"Kai kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku? Apa telinga kamu sudah tidak berfungi?"
"Tentu saja masih berfungsi,"
"Tapi kenapa tidak menjawab?"
"Apa kamu cemburu?" tanya Kai sambil melewati Sela dan berjalan menuju sofa, setelah dirinya menaruh peralatan makan.
"Tidak, untuk apa," Sela menjawab dan kembali lagi menuju meja kerjanya dengan kesal.
Lalu Kai pun menghampiri Sela sambil tersenyum, mendapati perubahan dari raut wajah Sela, kemudian Kai menyadarkan tubuhnya di meja kerja Sela sambil menatapnya.
"Jadi kamu tidak ingin tahu, siapa tadi yang menghubungi ku?"
"Tidak!" jawab ketus Sela, tanpa menatap Kai, saat dirinya sudah fokus kembali pada layar laptop yang ada di hadapannya.
"Sayang sekali, padahal aku ingin meminta pendapatmu,"
Mendengar perkataan Kai, Sela menghentikan pekerjaannya lalu menatap Kai yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Pendapat apa? Aku akan mendengar nya, katakan saja,"
"Tadi kekasihku menghubungiku, dan menyuruh ku untuk segara menikahi nya, menurut kamu bagaimana?"
"Kai!"
"Ach sakit!" teriak Kai, saat Sela mencubit perutnya dengan kencang.
__ADS_1
"Pergi sana dan nikahi dia, dasar menyebalkan!"
Sela yang sudah beranjak dari duduknya beralih memukul lengan Kai dengan kencang menggunakan ke dua tangannya. Lalu Kai dengan segera membawa Sela ke dalam dekapan nya.
"Maaf aku hanya bercanda, jangan marah,"
"Tapi bercandanya tidak lucu," ucap Sela setelah melepas pelukannya.
"Apa kamu cemburu?"
"Tentu,"
Kai tersenyum saat mendengar jawaban singkat Sela, kemudian dirinya langsung menarik pinggangnya dan memeluknya.
"Tidak ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku dan di dalam hidupku, meskipun itu bidadari dari surga, karena aku sudah memiliki bidadari yang telah Tuhan kirimkan untukku, yaitu kamu," ujar Kai sambil mencubit hidung Sela.
Bagaikan batu es yang mencair, begitulah perasaan Sela saat ini, ketika mendengar rayuan Kai, yang membuatnya tersipu malu dan langsung memeluk Kai.
"Terima kasih, dan jangan pernah lagi membuat aku cemburu,"
"Ada apa lagi?"
Tapi Kai tidak menjawab pertanyaan Sela, karena dirinya langsung mendekatkan wajahnya dan mencium singkat bibir Sela.
"Cuci mulut," ucap Kai lalu duduk di kursi kerja Sela, dan menepuk sebelah pahanya. "Duduklah, aku akan mengajarimu menyelesaikan pekerjaanmu,"
"Tapi K–
Sela tidak meneruskan perkataan nya, saat Kai menarik pinggangnya hingga dirinya jatuh tepat di paha sebelah kiri Kai.
"Aku tidak akan macam-macam, aku hanya ingin membantumu,"
Dan Sela pun hanya tersenyum lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Kai dan menatapnya intens.
__ADS_1
"Jangan menatapku begitu, dan membuatku hilang kendali,"
Mendengar perkataan Kai, Sela langsung melepas ke dua tangannya, dan menatap layar laptop nya, yang ada di atas meja kerjanya.
*
*
*
Brak!
Kai menggebrak meja kerjanya, saat dirinya sudah berada di perusahaannya, lalu berjalan mendekati beberapa orang yang sedang berdiri tepat di depan meja kerjanya, kemudian menatap satu persatu orang tersebut.
"Aku sudah memberi tahu kamu, langsung saja jebloskan ke dalam penjara, tapi kamu malah menahannya dan menghajarnya, jadi seperti ini kan!"
"Maaf Kai, aku kira dia–
"Jangan bicara lagi Bima, sekarang kamu sudah tahu keberadaan Harza ada dimana?" tanya Kai memotong perkataan Bima.
Saat dirinya mendapat kabar, jika Harza bisa terbebas dari dalam penjara, karena Harza mengajukan banding dan melakukan visum atas kekerasan yang anak buah Bima lakukan padanya. Tapi tidak dengan Hendri yang masih di tahan karena memiliki senjata ilegal.
"Anak buah ku sudah berpencar untuk mencarinya,"
"Terus?"
"Tapi mereka belum menemukannya,"
Mendengar jawaban Bima, Kai langsung menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kamu harus bertanggung jawab atas semua ini, segera cari keberadaan dia, dan satu lagi, tambah orang untuk menjaga Sela,"
"Baik Kai. Aku tidak akan membuat kesalahan lagi,"
__ADS_1
"Bagus,"
Bersambung..........................