BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
92. Plus Satu


__ADS_3

"Ngapain masih di sini?"


"Kamu sendiri?"


"Suka-suka aku lah,"


"Aku juga suka-suka aku, siapa kamu ikut campur urusanku?"


"Kamu juga ngapain?"


"Terserah padaku dasar curut," ucap kesal Bima pada Anton, saat keduanya sedang berada di teras rumah Sela di mana Risa tinggal, ketika keduanya gagal mengajak pulang Risa dari hotel di mana Sela dan Kai mengadakan resepsi, saat Risa lebih memilih pulang bersama papa Doni. "Rut, mending kamu pulang, ini sudah malam takut kamu masuk angin,"


"Sialan, kamu saja yang pulang, dasar nying nying!" sambung Anton sambil menatap tajam ke arah Bima yang sedang berdiri dan bersabar di pintu rumah Sela.


"Percuma, kamu tidak akan pernah mendapatkan Risa, karena Risa hanya tercipta untukku, camkan itu baik-baik!"


"Sok pede, Risa itu tulang rusukku, kemana pun dia pergi, hanya aku tempatnya kembali,"


"Ck ck ck, dasar curut,"

__ADS_1


"Kamu nying nying!"


Sementara itu Risa yang sudah menidurkan Nana setelah kepulangannya dari hotel tempat resepsi Sela dan Kai turun dari tempat tidur sambil menatap jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam, lalu menghembuskan nafasnya kasar, saat mbok Ijah memberi tahu jika Anton dan juga Bima masih berada di teras rumahnya.


"Ya ampun mereka berdua membuat hidupku tidak tenang," ujar Risa dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar, dan mengingat kembali akhir-akhir ini Anton dan juga Bima selalu ada di manapun dirinya berada, yang membuatnya begitu kesal, apa lagi dengan kelakuan keduanya yang bagaikan anak kecil.


Risa membuka pintu rumah, membuat Anton dan juga Bima menghentikan adu mulutnya, dan langsung menghampiri Risa dengan senyum mengembang dari bibir ke duanya.


"Ada apa kalian senyum-senyum sendiri, apa kalian sudah gila?" tanya Risa sambil melipat ke dua tangannya.


"Yang gila curut, eh maksudnya Anton,"


"Kurang ajar, kamu yang gila," sambung Anton dan menampik tangan Bima yang sedang menunjuk ke arahnya.


Brakk!!!


Risa menutup pintu sambil membanting nya membuat Anton dan Bima begitu terkejut, pasalnya selama ini keduanya mengenal Risa sebagai wanita yang lemah lembut.


"Ini semua gara-gara kamu curut!"

__ADS_1


"Kamu nying nying!"


*


*


*


Nafas Kai terus memburu, saat tidak bisa lagi menahan hasrat di tubuhnya, lalu menegakkan kepalanya yang sedari tadi menelusup di sela-sela gunung kembar Sela dengan wangi yang memenangkan dan tak lupa memberikan tanda kepemilikan di dua gundukan itu.


Lalu Kai beralih mengungkung tubuh Sela sambil mengulas senyum dari kedua sudut bibirnya, yang di balas senyum oleh Sela.


"Apa kamu merayuku?"


Bukannya menjawab pertanyaan Kai, Sela malah menutup wajahnya dengan kedua tangannya, yang langsung di buka oleh Kai di lanjut mencium bibir Sela, dan satu tangannya menurunkan lingerie yang Sela gunakan dan sekarang hanya menyisakan kain segitiga yang tembus pandang.


Lalu Kai melepas tautan bibirnya, dan menatap tubuh Sela yang begitu sempurna, lalu menarik tali ke dua sisi kain segitiga penutup hutan belantara nya, yang selama ini hanya ada di bayangan Kai, dan belum pernah merasakannya, dan hanya merasakan di dalam mimpinya.


Bersambung..........................

__ADS_1


Nanggung ya?


Oke untuk kalian tidak akan ada skip, tapi jangan lupa like dan komennya ya sayang 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2