
Kai yang sedang berdiri bersebelahan dengan Sela di panggung pelaminan, terus menatap tajam ke arah Bima yang sedang duduk tidak jauh darinya dan terus tersenyum meledek ke arahnya.
"Kurang ajar!"
"Kai sudahlah," Sela menahan tangan Kai yang ingin menghampiri Bima.
"Tapi ach– Kai tidak meneruskan ucapannya, saat mengingat kembali gara-gara Bima yang masuk ke dalam kamarnya bersama dengan beberapa orang WO, membuat dirinya di tendang oleh Sela saat sedang berada di atas tubuhnya dengan bibir yang saling bertautan, terong yang sudah berdiri tegak seketika layu tak berbentuk, untung keduanya belum melepas pakaian yang di kenakan nya.
"Tenang Kai, kita lanjutkan saja jika acaranya sudah selesai dan maaf karena aku, kamu jadi terjatuh ke atas lantai,"
"Ini bukan salahmu, tapi salah manusia tidak tahu diri itu," ujar Kai sambil menunjuk Bima yang sedang menjulurkan lidahnya untuk meledek Kai. "Tuh kan, aku akan memberi pelajaran untuknya."
"Kai," Sela memeluk lengan Kai untuk meredakan emosinya, dan Kai pun langsung menatap ke arah sang istri.
"Tapi kamu janji,"
"Janji apa?"
"Kamu tadi bilang apa? Lanjutkan saja nanti, begitu kan?"
"Oh itu, iya," jawab Sela yang terpenting Kai tidak memasang wajah kesal lagi, karena acara resepsi baru saja di mulai, dan masih banyak serangkaian acara yang harus ke duanya lalui.
"Terima kasih sayang," Kai pun langsung membawa Sela ke dalam pelukannya.
*
*
__ADS_1
*
Sela yang baru saja sampai di kamar hotel miliknya langsung duduk di kursi, dan mama Leni membantu dirinya melepas gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya, saat acara resepsi baru saja selesai setengah jam lalu.
"Apa kamu lelah sayang?"
"Iya ma, kakiku pegal sekali,"
"Mau mama panggilkan orang refleksi?"
"Tidak usah ma, ini sudah Larut, besok saja,"
"Tenang saja sayang, Kai masih lama kembali ke kamar," ujar mama Leni sambil tersenyum tahu kenapa Sela yang sekarang sudah menjadi menantunya menolak tawaran nya, saat Kai masih menemani rekan bisnisnya dari Jerman yang baru sampai setelah acara resepsi selesai.
"Kenapa bawa-bawa Kai, Ma, aku hanya ingin segera tidur,"
"Terima kasih Ma," ujar Sela dan langsung memeluk mama Leni yang juga memeluk balik dirinya.
"Jangan lupa istirahat, jangan kebablasan sampai pagi,"
"Apanya Ma?" tanya Sela sambil melepas pelukan mama Leni.
"Jangan pura-pura tidak tahu, sudahlah, mama pulang dulu," mama Leni memberikan ciuman di pipi kanan dan kiri sela sebelum keluar dari kamar di mana Sela beranda.
Sela menatap jam dinding yang ada di kamar hotel tersebut, menunjukan pukul dua belas malam tapi Kai belum juga kembali ke kamar, Sela yang tidak bisa lagi menahan kantuk langsung naik ke atas tempat tidur, dan tidak butuh waktu lama dirinya langsung terlelap.
Sementara itu Kai berjalan dengan terburu buru menuju di mana kamar hotelnya berada, setelah rekan bisnisnya pulang.
__ADS_1
Kai langsung mengukir senyum dari kedua sudut bibirnya, melihat Sela sudah berada di atas ranjang dengan tubuh yang sudah di tutupi selimut.
Tanpa pikir panjang Kai yang sedari tadi sudah berfantasi liar, langsung melepas pakaian yang masih menempel di tubuhnya dan melemparnya kesembarang arah, menyisakan celana boxer yang memperlihatkan begitu jelasnya sesuatu dari balik boxer tersebut yang sudah menegang.
"Sayang," panggil Kai yang sudah naik ke atas ranjang, lalu membuka selimut yang menutupi tubuh Sela, dan Kai pun tersenyum senang mendapati Sela hanya menggunakan lingerie minim berwarna maroon yang begitu mencolok, dan memperlihatkan punggung mulus Sela, yang sudah terlelap dalam mimpi dengan posisi tidur membelakangi dirinya.
Kai yang fantasi liarnya semakin menjadi, langsung merebahkan tubuhnya di samping Sela dan menciumi punggungnya, meskipun pemilik punggung tersebut masih nyaman di alam mimpi.
Tahu Sela masih berada di alam mimpi, Kai yang tidak ingin menggangu istrinya langsung memeluknya dari belakang tak lupa bibirnya sekarang beralih menciumi belakang leher Sela, membuat pemiliknya yang merasa geli langsung membuka matanya dan menahan tangan Kai yang sedang bermain di dua gundukan gunung yang sengaja tidak di bungkus.
"Kai kamukah itu?"
"Iya sayang," dan Sela pun langsung membalik tubuhnya untuk menatap Kai, yang terlihat begitu bahagia karena Sela sudah kembali dari alam mimpi.
"Kapan kamu kembali?"
Bukannya menjawab pertanyaan Sela, Kai malah mencium bibir Sela, dan menyesapnya pelan sebelum me lu matanya.
"Maaf," ujar Kai sambil melepas tautan bibirnya saat Sela mendorong wajahnya ketika dirinya mulai kehabisan nafas. "Apa kamu sudah siap?"
Tanpa mendengar jawaban dari Sela, Kai langsung menelusup kan kepalanya di gunung kembar Sela, yang sudah lama ingin dirinya nikmati.
"Emm Kai,"
Bersambung................
Makin oleng, stop dulu, ujan-ujan kasihan yang LDR wkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1