BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
56. Mempermalukan Diri Sendiri


__ADS_3

"Usir dia!" perintah papa Doni untuk ke dua kalinya, lalu beranjak dari duduknya dan menatap sang putra sambil menggelengkan kepalanya.


"Pa aku ke–


"Pulang dan jangan permalukan dirimu sendiri, dengan datang ke rumah seseorang yang telah kamu sakiti," sambung papa Doni memotong perkataan Harza, dan menarik tangan putranya tersebut untuk keluar dari rumah Sela.


Baru beberapa langkah papa Doni melangkah, Harza dengan kasar melepas tangan papa Doni.


"Pa, aku ingin meminta maaf pada Sela,"


"Maaf kamu bilang, apa sebelum kamu melakukan sesuatu kamu tidak berfikir dulu?"


Tanpa menghiraukan papa Doni Harza langsung berlari ke arah Sela yang baru saja beranjak dari duduknya, lalu bersimpuh di kaki Sela.


"Sela, maafkan aku, aku memang salah, aku jahat, aku kejam, kamu boleh mengatai aku sesuka hatimu, dan menghukum ku, aku ikhlas, tapi aku mohon maafkan aku, atas apa yang telah aku lakukan ke padamu, dan aku sangat menyesal,"


Bukannya menanggapi ucapan Harza, Sela menyingkirkan tubuh Harza yang masih memegangi kakinya dengan kasar lalu mendorong tubuh Harza menggunakan kakinya.


"Mbok Ijah, suruh orang ini keluar dari rumah ku, aku tidak ingin melihat orang ini!" perintah Sela lalu melangkah kan kakinya menuju ke arah kamarnya.


Harza yang tidak ingin menyia nyiakan kesempatan, karena sudah berada di rumah Sela, dengan segera beranjak dari tempatnya ingin mengejar Sela, tapi tangannya langsung di cekal oleh Kai.


"Siapa kamu?" tanya Harza, tapi tidak di hiraukan oleh Kai, yang menarik tangan Harza untuk keluar rumah.

__ADS_1


Meskipun Harza terus melawan, tapi Kai bisa membawa Harza keluar dari rumah, setelah keduanya sudah berada di luar, Kai dengan segara melepas tangan Harza dengan kasar.


"Pulang lah, Sela tidak akan pernah memaafkan mu,"


"Siapa kamu, bisa berkata seperti itu pada ku!" ucap Harza, seakan menantang Kai.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, tapi aku pastikan, kamu tidak akan pernah bertemu dengan Sela, tanpa izinku!"


"Kurang ajar!!!!"


Harza berteriak, dan mendekat ke arah Kai untuk memukulnya, tapi dengan segera Kai menahan tangannya. Lalu mendorong tubuh Harza untuk menjauh darinya.


"Aku tidak suka bermain kekerasan, pulang lah sebelum aku memanggil security komplek ini, untuk menyeret tubuhmu,"


Dan Kai pun membalik tubuhnya untuk meninggalkan Harza, tapi Harza yang sudah begitu emosi mengepalkan tangannya.


"Papa ach apa–


Plak!


Tamparan di layangkan oleh papa Doni tepat di pipi sebelah kanan Harza, setelah sebelumnya papa Doni memukul perut putranya, saat Harza ingin menyerang Kai dari belakang.


Dan Kai yang belum terlalu jauh dari ke duanya, sempat menoleh sebelum masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Papa sudah katakan padamu, pulanglah dan jangan permalukan dirimu sendiri, kembali lah pada wanita mu, dan jangan pernah ganggu Sela, karena papa tidak ingin melihat kamu mengusik kehidupan Sela lagi!"


"Tapi–


"Tapi apa? Oh papa tahu, pasti kamu ingin kembali pada Sela, karena wanita ja lang itu sudah menendang mu? Bagus itu, papa ikut bahagia, untuk kehancuran mu yang sesungguhnya,"


"Kenapa Papa berkata seperti itu, harusnya Papa mendukung ku untuk kembali pada Sela,"


"Papa mendukung mu untuk kembali pada Sela? Jangan pernah berharap, karena itu tidak akan pernah terjadi, ingat itu baik-baik!"


Setelah kembali masuk ke dalam rumah, Kai langsung melangkahkan kakinya menuju di mana kamar Sela berada, entah mengapa hatinya begitu kuatir dan ingin memastikan Sela baik-baik saja. Lalu Kai memberanikan diri mengetuk pintu kamar Sela.


"Sela, kamu baik-baik saja? Apa aku boleh masuk?"


"Masuk lah," terdengar suara Sela menyuruhnya untuk masuk, dan Kai pun dengan segera membuka pintu dan masuk ke dalam.


Mata Kai langsung tertuju di mana Sela berada, yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya dan pandangan nya tertuju ke arah luar jendela.


"Apa yang sedang kamu lihat? Apa kamu sedang melihat mantan suamimu?" tanya Kai saat sudah mendekati Sela, dan ikut menatap ke luar jendela untuk memastikan nya.


"Untuk apa, kurang kerjaan sekali,"


"Aku kira kamu belum bisa melupakan nya,"

__ADS_1


"Jangan bercanda, aku sudah menceritakan semuanya padamu," jelas Sela dan ingin membalik tubuhnya, tapi kakinya tersandung kaki meja yang berada di sampingnya, membuatnya tidak seimbang dan ingin jatuh, lalu dengan sigap Kai menangkap tubuhnya dan membawanya ke dalam dekapan nya.


Bersambung......................


__ADS_2