
Dua bulan kemudian
Semua berjalan dengan normal bagi Sela, hanya saja dirinya begitu sibuk, karena harus mengurus perusahaan dan toko kue nya yang sekarang berkembang dengan pesat.
Bagaimana dengan Harza? Tentu saja Harza terus mendekati Sela, saat dirinya menyesali perbuatannya dan ingin meminta maaf pada Sela, karena sampai saat ini dirinya belum bisa mendapat kata maafnya. Ketika Kai terus menghalanginya, saat Kai selalu berada di samping Sela kapan pun dan di mana pun Sela berada, saat keduanya sudah terlepas dari pekerjaan nya masing-masing.
Seperti saat ini, Kai terus mengembangkan senyum dari kedua sudut bibir nya, saat tangan Sela terus melingkarkan tangannya di lengan kekarnya, saat kedua akan memasuki hotel bintang lima, untuk menghadiri pertemuan dengan seluruh rekan bisnis ke duanya.
"Kai,"
Panggil Sela, dan Kai yang mendengar Sela memanggilnya, mendekatkan telinganya ke arah Sela.
"Ada apa?"
"Dari tadi tersenyum tidak ada sudah nya, aku malu di kira menggandeng orang gila,"
"Apa kamu sedang mengatai ku?"
"Boleh di bilang seperti itu,"
Mendengar jawaban dari Sela, Kai melepas tangan Sela yang masih melingkar di lengannya, lalu beralih memeluk pinggangnya.
"Aku memang sudah gila, itu karena dirimu,"
__ADS_1
Kai mencubit hidung Sela dengan gemas dan Sela pun dengan segera menampik tangan Kai.
"Ih apaan sih, kamu membuat riasan ku jadi rusak Kai," ucap Sela dengan keduanya yang terus melangkah menuju tempat pertemuan.
"Tanpa riasan kamu juga tetap terlihat cantik dan menarik,"
"Bohong, kemarin saja saat kita pergi ke pusat perbelanjaan, kamu melirik ke arah perempuan lain karena aku tidak merias diri,"
"Apa kamu cemburu?"
"Tentu, eh maksudnya untuk apa,"
Mendengar jawaban Sela, bibir Kai langsung mengukir senyum, entah mengapa akhir-akhir ini, Sela terlihat cemburu saat dirinya dekat dengan wanita lain. Dan itu membuat Kai bahagia, karena dirinya yakin Sela juga memiliki rasa kepadanya.
"Tentu saja, karena aku tidak ingin kamu tebar pesona dengan wanita lain, saat masih bersamaku,"
"Itu namanya kamu egois,"
"Ko gitu?"
"Ya tentu, aku pria normal, aku ingin memiliki kekasih, kalau aku tidak boleh tebar pesona pada wanita lain, kapan aku memiliki kekasih, iya kan? Apa kamu ingin jadi kekasihku?"
Mendengar pertanyaan Kai, Sela menghentikan langkah nya begitu pun dengan Kai, yang langsung menatap ke arah Sela.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu mau jadi kekasihku?" tanya Kai lagi.
"Jangan bercanda, aku ini temanmu,"
" Ya sudah kalau tidak mau jadi kekasihku, kamu mau tidak jadi teman hidupku?"
"Apaan sih, jangan bercanda," jawab Sela, lalu berjalan terlebih dahulu meninggalkan Kai menuju tempat pertemuan, di ikuti oleh Kai yang terus mengukir senyum.
Sela dan Kai duduk berdampingan dan menikmati makan malam setelah selesai dengan beberapa agenda dari para koleganya.
Lalu Kai beranjak dari duduknya setelah selesai makan malam, saat ada seseorang wanita cantik yang Sela tahu, wanita tersebut adalah salah satu teman bisnis Kai, yang menyandang status janda, yang mengajak Kai untuk berdansa mengikuti alunan musik.
"Tuh kan, aku di tinggal, menyebalkan sekali," gerutu Sela sambil menatap kesal ke arah Kai yang sedang berdansa sambil bercakap cakap di akhir dengan tawa dari keduanya. Membuat Sela bertambah kesal.
"Mau berdansa denganku," ucap seorang pria sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Sela. Sela yang sedang begitu emosi, tanpa pikir panjang menerima ajakan pria tersebut, tanpa menatap ke arahnya, karena tatapannya terus tertuju ke arah Kai,"
"Kenapa terlihat kesal nona?" tanya pria tersebut saat keduanya sudah berdansa mengikuti alunan musik.
"Tidak," jawab Sela dan tersenyum ke arah pria tersebut, yang Sela tahu pria tersebut juga ikut dalam pertemuan tadi.
"Sepertinya Nona sedang tidak baik-baik saja, untuk meredam amarah Nona, minuman," tawar pria tersebut dan memberikan minuman yang sedari tadi ada di tangannya ke hadapan Sela, Sela yang memang belum minum setelah makan malam, tanpa pikir panjang mengambil gelas tersebut dan meminumnya sampai habis.
Dan senyum tersungging dari sebelah sudut pria tersebut melihat Sela, yang menghabiskan minuman darinya.
__ADS_1
Bersambung.....................