
Bima menghentikan langkah nya saat melihat Anton sedang berjongkok di hadapan Risa sambil mengobati luka di kakinya, lalu Bima melangkah kembali sambil berdeham, agar Risa menyadari keberadaanya, dan Anton yang menyadari keberadaan Bima, masih saja diam di tempatnya dan beralih memberikan salep di kaki Risa, tidak peduli pada Bima yang menatapnya tidak suka.
"Kamu," Risa menatap ke arah Bima. "Bagaimana dengan ke adaan Harza?"
Bukannya menjawab pertanyaan Risa, Bima malah mengambil Nana dari pangkuan nya, dan mengajaknya untuk bermain.
"Selalu," ucap kesal Risa saat Bima tidak menjawab pertanyaan, karena jika Bima sudah bersama Nana, semua di lupakan nya, bukannya Risa tidak senang dengan apa yang di lakukan oleh Bima, yang begitu perhatian pada putrinya, yang membuat Nana menjadi ketergantungan dengan Bima, karena tidak mau jauh dengannya, dan Risa masih mengingat kejadian beberapa waktu lalu, Nana yang sedang sakit terus ingin berada di dekat Bima, dan tidak mengijinkannya pergi, dan akhirnya Bima menginap di rumah Sela, dan tidur bertiga bersama Nana dan juga Risa.
"Sudah," ucap Anton mengalihkan pandangan Risa yang sedang menatap Nana sedang bermain dengan Bima, dan langsung menatap ke arah Anton.
"Terima kasih, kamu mau minum apa?" tanya Risa sambil beranjak dari duduknya, tapi belum juga dirinya berdiri tegak, tubuhnya tidak seimbang dan Anton yang mendapati Risa ingin jatuh langsung menahannya.
"Kaki kamu masih sakit, jadi duduk saja, aku tidak haus," ujar Anton yang langsung mendudukkan Risa kembali di atas sofa, saat sebelumnya tatapan mata Anton bertemu dengan mata indah Risa, dan mengingat kembali kejadian beberapa tahun silam.
"Baiklah, biar aku panggil mbok Ijah untuk membawakan kamu minum,"
"Tidak usah, aku ingin pulang, lagian Sela tidak ada di rumah,
"Pergilah jauh dan jangan pernah kembali ke sini," gerutu Bima yang mendengar perkataan Anton, membuat Anton langsung menoleh ke arah Bima saat mendengar perkataanya, lalu berpamitan pada Risa, tapi tidak dengan Bima.
"Apa yang kamu katanya tadi?" tanya Risa pada Bima selepas kepergian Anton.
__ADS_1
"Aku tidak mengatakan apa pun,"
"Aku mendengarnya,"
"Kalau kamu mendengar kenapa kamu bertanya?"
"Dasar menyebalkan," ucap Risa lalu melempar bantal sofa ke arah Bima yang langsung di tangkap nya. Kemudian Bima beranjak dari duduknya menuju di mana Risa berada, dan meninggalkan Nana yang sedang asik bermain sendiri.
"Cie yang di pegang-pegang kakinya oleh pria," Bima yang sudah duduk di samping Risa langsung menyenggol bahunya.
"Kenapa? Tidak suka?"
"Jelas,"
"Siapa kamu?"
"Calon ayah Nana,"
"Jangan becanda Bima,"
"Aku serius,"
__ADS_1
"Tapi aku menganggap kamu sebagai teman,"
"Memangnya aku menganggap kamu apa? Aku juga menganggap mu sebagai teman,"
"Tapi tadiβ
"Memang kamu pikir apa? Aku harus menikah denganmu agar aku bisa menganggap Nana sebagai putriku?"
"Aku pikirβ
"Dasar tidak peka," sambung Bima memotong perkataan Risa, dan beranjak dari duduknya lalu kembali menghampiri Nana.
"Risa, Risa, kapan kamu akan peka terhadap perasaanku ini," gumam Bima dalam hati sambil menoleh ke arah Risa yang sedang sibuk dengan ponsel yang berada di tangannya. Karena sudah beberapa kali dirinya menyatakan cintanya, tapi Risa menganggapnya hanya lelucon.
Sementara itu Anton yang sedang menyandarkan punggung di mobil miliknya yang terparkir di halaman rumah Sela, tersenyum bahagia bisa dekat dengan Risa dan bisa memegang kakinya. Bagaimana tidak bahagia jika mengingat kembali, Risa adalah wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama beberapa tahun silam, saat dirinya tidak sengaja menabrak Risa ketika sedang berkendara, meskipun hanya satu hari bertemu, karena setelah menabrak Risa, Anton membawanya ke rumah sakit, dan keesokan hari saat Anton ingin mengunjungi Risa di rumah sakit, Risa sudah tidak berada di sana, dan Anton terus mencari keberadaan Risa, hingga akhirnya Anton menemukan Risa, saat Risa sudah menikah. Tapi sekarang ada harapan kembali untuk mendapatkan Risa yang sudah sendiri meskipun dengan status yang berbeda.
"Semangat Anton,"
"Apa nya yang semangat?"
Bersambung..........................
__ADS_1
Selamat pagi kesayangan aku, apa kabarnya, mudah mudahan sehat selalu Amin,
maaf mulai hari ini tidak ada crazy up ya sayang, maaf bangettttttt, meskipun tidak ada crazy up aku akan up setiap hari hanya untuk kalian itu pun kalau aku sempatπ€π€π€π€π€π€π€π€ Mohon pengertiannya ya akak sayang, ππππππππ