BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
82. Kamu Itu Binatang!


__ADS_3

Kai menutup sambungan ponselnya lalu membantingnya dengan kencang hingga pecah dan berserakan di atas lantai, setelah menghubungi papa Doni untuk menanyakan jika Sela mengunjunginya atau tidak, dan ternyata papa Doni mengatakan sela tidak mengunjunginya.


Lalu Kai menatap tajam ke dua anak buah Bima yang ada di hadapannya bergantian.


Plak! Plak!


Tamparan kencang mendarat di masing-masing sisi pipi anak buah Bima yang di layangkan Kai penuh dengan kekesalan, bagaimana dirinya tidak kesal, saat dirinya bangun tidur, tidak mendapati Sela, dan ketika mbok Ijah memberi tahu Sela ke supermarket menyusul Risa, Kai langsung menyuruh kedua anak buah Bima untuk menyusulnya saat ponsel Sela maupun Risa tidak bisa di hubungi, tapi kedua anak buah Bima tidak menemukan Sela maupun Risa di supermarket.


"Kalian bekerja dengan gaji besar, aku menyuruh kalian untuk menjaga Sela, tapi kalian tidak tahu Sela keluar rumah jam berapa!"


"Maaf Tuan kami–


"Tutup mulutmu, jangan bicara lagi, sekarang cari Sela sampai ketemu," sambung Kai memotong perkataan salah satu anak buah Bima yang merasa bersalah karena sudah lalai menjaga Sela.


"Kai ada apa?" tanya Bima yang baru sampai rumah Sela dan menghampiri Kai yang sedang bertolak pinggang dan menatap kedua anak buah nya yang ada di hadapan Kai.


"Ini semua karena anak buah mu, yang tidak becus menjaga Sela,"


"Maksudmu?"


"Jangan banyak bertanya, kita cari Sela dan juga Risa sekarang." ujar Kai yang langung berjalan menuju mobilnya di ikuti Bima dari belakang.


*


*


*


Sela begitu terkejut dan terus memundurkan langkahnya saat pria yang ada di hadapannya sudah membuka topeng yang menutupi wajahnya. Bagaimana tidak terkejut, karena yang dirinya tahu Harza sudah mendekam di dalam penjara, tapi nyatanya sekarang dia ada di hadapannya.


"Kenapa terkejut sayang, aku sangat merindukan mu,"


"Cih,"

__ADS_1


Sela meludah dan hampir mengenai Harza sebelum dirinya menghindar, saat terus mendekati Sela.


"Siapa yang mengajarimu tidak sopan seperti ini sayang?"


"Kamu!"


"Kapan aku mengajarimu sayang?"


"Setelah aku tahu kamu itu binatang!"


Mendengar jawaban Sela, Harza langsung tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya, lalu menarik tangan Sela, namun dengan segera Sela menampiknya.


"Jangan menyentuhku najis!"


"Kotor sekali mulut kamu sayang?"


"Kenapa? Tidak suka?"


"Bagus kalau kamu tidak suka. Sekarang lepaskan Risa!"


"Ada satu syaratnya, jika kamu menyetujuinya, aku akan melepas Risa!"


"Dan aku tidak akan menyetujuinya," ucap Sela lalu mengambil ancang-ancang ingin berlari menuju di mana Risa berada, tapi belum juga dirinya akan berlari Harza sudah menarik tangannya dengan kencang, lalu memeluknya dari belakang.


"Sayang mau kemana kamu, aku hanya ingin memintamu untuk kembali padaku dan menjalani semuanya dari awal,"


Sela tidak menghiraukan perkataan Harza saat dirinya sibuk untuk melepaskan diri dari pelukan Harza, yang memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak merindukan pelukanku,"


"Harza berhenti bicara omong kosong, kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun,"


"Dan hari ini detik ini juga aku akan membuat kamu kembali padaku sayang," ujar Harza sambil menciumi rambut sela yang terikat, kemudian Harza melepas ikatan rambut Sela dan membiarkan rambut indahnya tergerai dan terus menciumi rambutnya. "Wangi rambutmu tetap sama sayang, dan aku mengingat kembali, di mana kamu selalu membiarkan rambut ini tergerai sambil men de sah saat aku sedang menindih tubuhmu menghabiskan malam bersama,"

__ADS_1


"Harza!" teriak Sela saat Harza mulai menggesek gesekan juniornya di punggungnya, lalu Sela menyikut perut Harza dengan kencang dan membuatnya bisa terlepas dari pelukan Harza, kemudian Sela berlari menuju ke arah Risa.


"Kamu tidak apa-apa Risa?" tanya Sela saat sudah menghampiri Risa dan melepas sumpalan kain di mulutnya.


"Aku baik-baik saja, lebih baik kamu keluar dari rumah ini, dan mencari bantuan Sela,"


"Tidak, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu," Sela lalu membuka ikatan di kaki Risa.


"Sela awas!" teriak Risa saat Harza tiba-tiba sudah berada di belakangnya dan menarik rambut Sela dengan kencang hingga Sela jatuh kebelakang.


"Harza apa–


Plak! Plak!


Tamparan keras mendarat di kedua pipi Risa yang di layangkan oleh Harza membuatnya menghentikan ucapannya karena Risa langsung tidak sadarkan diri, karena sejak pagi dirinya belum memakan apa pun di tambah lagi sadari tadi Harza sudah menyiksanya.


"Harza!" teriak Sela saat Harza terus menarik rambutnya untuk berdiri.


"Kenapa sayang? Apa sakit? Kalau begitu akan aku mengganti dengan kenikmatan, apa kamu mau?"


Harza langsung mendorong tubuh Sela hingga jatuh di atas sofa.


"Jangan menolak sayang, pasti kamu juga menginginkannya bukan?


"Harza!"


Plak! Plak!


Bersambung.................


Ketemu lagi di hari senin, semoga kalian selalu di beri kesehatan, dan jangan lupa vote mingguannya ya sayangku.


Terus tekan like dan komen di setiap bab ya sayang, meskipun hanya komen lanjut, karena itu sangat berharga bagiku, selamat beraktivitas di senin pagi, cium jauh dariku untuk kalian semua 😘😘😘😘😘😘 semoga kalian tidak gumoh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2