
"Mama!" teriak Kai dan menutup hidungnya kembali saat mencium aroma makanan yang membuat dirinya ingin selalu muntah, dan itu yang selalu Kai rasakan selama ini karena kehamilan simpatik yang di alaminya. Dan selama mengalami kehamilan simpatik Kai hanya makan buah buahan, jus buah dan juga suplemen makanan. Itu juga kadang masih di muntah kan nya. "Ma jangan bercanda di mana istriku,"
"Tidak tahu,"
"Ma,"
"Aku ada di sini sayang," sambung Sela yang keluar dari dapur, saat mendengar suaminya seperti ingin muntah, dan tak lupa senyum terukir dari kedua sudut bibirnya.
"Sayang, aku merindukanmu," Kai langsung berlari menuju ke arah sang istri lalu memeluknya.
"Dasar lebay, rindu, rindu mataku, setiap hari saja kamu kekepin," gerutu mama Leni sambil memonyongkan bibirnya, pasalnya setiap saat Kai berada di rumah Sela tidak boleh keluar dari kamar selangkah pun. Dan itu hampir setiap hari, karena Kai lebih sering bekerja dari rumah dengan alasan pusing, muntah dan lain-lain yang biasa di alami ibu hamil.
"Tidak usah menggerutu, pengin? Peluk tiang listrik saja Ma,"
"Dasar anak kurang ajar kamu Kai!"
"Mama!" teriak Kai saat mama Leni menarik telinganya untuk melepas pelukan Kai.
"Sayang sekarang kamu ikut ke kamar mama," mama Leni memeluk lengan Sela untuk membawanya pergi menuju kamarnya. Dan mama Leni menghentikan langkahnya saat satu lengan Sela di peluk Kai. "Kai minggir!"
"Mama yang minggir, ini istriku,"
"Sela juga menantu mama, minggir!"
"Tidak bisa!"
"Kai!" teriak mama Leni dan menarik satu tangan Sela untuk mempertahankan saat Kai menarik sebelah tangan istrinya.
Sela hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol suami dan ibu mertua nya, yang selalu saja seperti ini.
"Sayang, mama sudahlah,"
"Tidak bisa,"
__ADS_1
"Tidak bisa," ucap Kai dan mama Leni bergantian.
"Aku lapar," Kai dan mama Leni pun langsung melepas tangannya yang masih menarik ulur tangan Sela, setelah mendengar perkataan Sela.
"Mbak! Segara siapkan makanan untuk kesayanganku!" teriak mama Leni pada assisten rumah tangga yang berada di dapur.
Tapi tidak dengan Kai yang langsung membopong sang istri. "Mbak makanannya bawa ke kamar!" teriak Kai yang langsung membawa sang istri menuju kamar meninggalkan mama Leni yang terus menggerutu, saat lagi dan lagi dirinya tidak bisa menghabiskan waktu dengan sang menantu.
Sela yang sudah menghabiskan sarapannya menatap tajam ke arah Kai yang duduk tepat di depannya.
"Jangan menatapku seperti itu sayang, jika kamu begitu kamu semakin cantik," ujar Kai sambil menyodorkan dua gelas berisi susu hamil di tangan kanan dan juga kirinya.
"Sayang satu saja, aku baru menghabiskan dua piring makanan,"
"Tidak bisa, ada baby girl dan baby boy yang butuh nutrisi," ujar Kai yang selalu memaksa Sela untuk minum dua gelas susu sekaligus.
"Menyebalkan,"
"Kai jangan macam-macam semalam sudah,"
"Kurang,"
"Dasar menyebalkan," Sela langsung mengambil dua gelas susu yang ada di tangan suaminya lalu meminum semuanya hingga tidak tersisa.
"Bagus sekarang aku akan menengok si kembar,"
"Kai jangan macam-macam,"
"Sekali saja,"
"Kai," Sela mendorong sang suami hingga jatuh tepat di samping tempat tidur yang di duduki nya.
"Maaf sayang aku hanya bercanda iya kan sayang papa," ujar Kai yang sekarang beralih mengelus perut sang istri dan menciuminya. Setelah puas menciumi perut sang istri, Kai beranjak dari tempatnya dan meraih ke dua tangan Sela dan menciumi ke dua punggung tangannya. "Terima kasih sayang untuk kado terindahnya,"
__ADS_1
"Kapan kamu akan berhenti berterima kasih?" tanya Sela karena tiada hari tanpa ucapan terima kasih dari sang suami.
"Tidak akan pernah berhenti," jawab Kai yang langsung memeluk sang istri sekilas dan sekarang menciumi seluruh wajah istrinya terakhir meraup wajahnya. "Ya Tuhan terima kasih untuk kesempurnaan yang telah engkau berikan dengan mengirim bidadari untukku yang sekarang ada di hadapanku,"
"Jangan lebay, biarkan bidadari ini menikmati hari di luar rumah, Bidadari juga ingin shoping," sambung Sela sambil melepas tangan sang suami.
"Sayang kau merusak momen, kamu ingin shoping apa lagi? Biar aku pindahkan mall ke rumah seperti biasa," ujar Kai yang selalu menuruti keinginan sang istri dengan memboyong toko dan juga kedai dari pusat perbelanjaan saat Sela menginginkan sesuatu, dan seketika halaman rumahnya yang sangat luas menjadi pusat perbelanjaan.
"Tapi aku ingin keluar rumah, tidak mau seperti biasanya,"
"Oke tapi setelah aku sembuh, agar aku bisa menemanimu,"
"Benarkah sayang? Janji?"
"Benar sayang, aku berjanji,"dan Sela pun langsung menghambur memeluk sang suami penuh dengan antusias.
"I love you sayang,"
"I love you to bidadari ku."
Udah cukup ekstra part nya? sudah dong masa belum, kangen kalian sudah terpenuhi kan? tentu. Dan itulah Kai yang bucin akut pada sang istri.
Ingin ekstra part lagi? tunggu aku dapat wangsit ya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bay bay semuanya, semoga hari ini adalah hari yang menyenangkan untuk kalian, setelah membaca ekstra part ini. Peluk 😘😘😘😘 dariku dadah.
SAMBIL NUNGGU KAPAN ADA EKSTRA PARTNYA LAGI, BOLEH DONG MAMPIR KE NOVEL TEMAN AKU YANG ADA DI BAWAH INI, yang membuat kalian akan kembali ke masa muda asek asek jos
DAN YANG INI AKAN MEMBUAT PANAS DINGIN CUCOK MEONG 🤭🤭🤭
__ADS_1