BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
65. Ciptaan Tuhan


__ADS_3

Kai dengan segara melepas pelukannya lalu meraup wajah Sela yang masih menindih tubuhnya.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Kai tidak percaya pada apa yang di katakan oleh Sela.


"Tidak,"


"Coba ulang lagi,"


"Tidak ada siaran ulang, karena ini siaran langsung,"


Kai tersenyum bahagia lalu membalik tumbuh nya dan mengungkung Sela di bawahnya.


"Katakan sekali lagi, aku takut telingaku rusak,"


"I love you Kaindra Maraja."


"I love you too Arsela Maharani," balas Kai, lalu memeluk Sela.


"Kai,"


Panggil Sela, tapi tidak ada tanggapan dari Kai, lalu Sela tersenyum saat menyadari Kai sedang terisak sambil memeluknya.


"Kenapa menangis?"


Bukannya menjawab pertanyaan Sela, Kai malah mengeratkan pelukannya. "Biarkan aku terus memelukmu seperti ini,"


Dan Sela pun tidak mengatakan apa pun lagi, dan membiarkan Kai memeluknya, untuk beberapa menit sebelum dirinya merasa susah bernafas.


"Kai, sudah ya, aku susah bernafas,"

__ADS_1


Kai pun segera melepas pelukannya dan beranjak dari tempatnya, kemudian meraih tangan Sela yang juga ingin beranjak dari tidurnya, lalu keduanya duduk di atas tempat tidur Saling berhadapan.


Tidak ada lagi ungkapan yang bisa Kai ungkapan untuk menggambarkan perasaannya saat ini, saat usahanya selama ini tidak sia-sia, Kai menghapus sisa-sisa air mata kebahagiaan, yang tidak bisa lagi di bendung nya, lalu mengukir senyum sambil meraih tangan Sela dan menggenggam nya.


"Terima kasih," ucap Kai lalu mencium punggung tangan Sela bergantian.


"Terima kasih juga untuk cintamu yang sangat besar untukku, hingga kamu rela menyewa mata-mata untuk mengawasi ku selama ini,"


Kai yang mendengar perkataan Sela langsung menautkan ke dua alisnya dan menatap Sela.


"Jangan menatapku seperti itu, mama Leni dan Bima sudah menceritakan padaku semuanya,"


"Benarkah? Dan kamu tidak marah?"


"Tentu saja marah, karena kamu sudah mengambil fotoku tanpa izin ku lalu mencetaknya, dan kamu terkena hak cipta!"


"Kai, lepaskan aku susah bernafas,"


"Kalau begitu aku kasih nafas buatan," ucap Kai lalu melepas pelukannya.


"Kai, jangan bercanda, mandi gih sana, mama dan Bima sedang menunggumu untuk sarapan bersama,"


Tanpa menanggapi perkataan Sela, tangan Kai membelai pipi Sela.


"Apa pipimu ini masih sakit?"


Sela langsung menggeleng sambil tersenyum ke arah Kai, senyum yang selalu membuat hati Kai menjadi damai.


"Mama Leni sudah mengompresnya dan juga mengoleskan obat, sudah lah aku tunggu kamu di bawah,"

__ADS_1


Lalu Sela turun dari tempat tidur tapi belum juga melangkahkan kakinya, tangannya di tarik oleh Kai, dan Sela yang kehilangan keseimbangan jatuh terlentang tepat di hadapan Kai.


"Maaf," ucap Kai, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Sela yang ada dihadapannya. "Boleh aku mencium mu?" izin Kai saat wajah ke duanya hanya berjarak beberapa senti.


Tanpa menjawab pertanyaan Kai, Sela melingkarkan kedua tangannya ke belakang kepala Kai, dan terlebih dahulu mencium singkat bibir Kai.


Kai tersenyum bahagia, saat Sela tidak menolaknya dan menciumnya terlebih dahulu, seakan dirinya menemukan mata air di gurun pasir.


"Terima kasih," ucap Kai lalu mencium bibir Sela kembali dan mengigit nya pelan sebelum menyesapnya.


Sela memejamkan matanya dengan kedua tangan yang masih melingkar di belakang kepala Kai, menikmati benda kenyal yang terus menyesap bibirnya.


Kai seakan tidak ingin lepas dari bibir manis yang mengalahkan rasa gula, lalu Kai pun beralih me lu matnya," Dia lelaki normal, tentu saja ada rasa lain di tubuhnya untuk melakukan hal lain, saat Sela juga balas me lu mat bibirnya.


Kai melepas tautan bibirnya untuk meredam rasa lain dari tubuhnya, lalu tersenyum menatap Sela yang masih berada di bawahnya.


Tapi tak tahu mengapa rasa lain itu terus bergejolak di tubuh Kai saat Sela balas tersenyum ke arahnya.


Kai yang benar-benar hilang kendali, langsung mengungkung tubuh Sela, dan mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Sela lalu menciumi nya.


"Kai," panggil Sela sambil mendorong tubuh Kai saat ada yang tidak beres, tapi tidak di hiraukan oleh Kai yang malah memberikan tanda kepemilikan di ceruk leher Sela.


"Kai!"


Bersambung.....................


"Hajar Kai," pasti itu yang ada di pikiran kalian iya kan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣wkwkwkwkwk


"Inget belum halal," aku yang polos hanya bisa mengatakan itu 🤭🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2