
*JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SAMPAI BAB TERAKHIR*
Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Bima dan juga Anton bergantian, ketika keduanya berada di mobil yang sama, saat keduanya memutuskan untuk membuntuti kemana Risa pergi, dan tatapan mata keduanya terus tertuju pada Risa yang sedang berada di sebuah cafe bersama dengan seorang pria, dan ke duanya terlihat begitu dekat di mata Anton dan juga Bima yang masih berada di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari dari cafe di mana Risa berada.
"Apa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kita?" tanya Anton dan tatapan matanya terus tertuju ke arah Risa yang sedang tertawa lepas. "Lihatlah tawa itu, aku tidak pernah melihat tawa itu saat dia bersama kita,"
Tapi Bima tidak menanggapi perkataan Anton, saat matanya terus tertuju ke arah Risa, karena benar apa yang telah di katakan oleh Anton, dirinya pun tidak pernah melihat tawa Risa saat sedang bersamanya, seperti sekarang yang dirinya lihat.
"Dan aku memutuskan untuk tidak lagi mengharap nya, biarkan cintaku ini aku pendam sendiri, aku baru sadar cinta itu tidak bisa di paksakan, aku sudah bahagia melihat Risa bahagia seperti itu," ujar Anton coba untuk menerima kenyataan meskipun pahit, karena cintanya tidak pernah tersampaikan. "Jika kamu ingin mengejarnya kejarlah, tapi ingat jangan pernah memaksa seseorang untuk mencintai kita, itu tidak adil baginya,"
"Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Bima dan mengalihkan pandangannya yang sedari tadi fokus pada Risa, beralih menoleh ke arah Anton yah ada di bangku pengemudi. "Aku juga tidak akan mengejar cintanya lagi, aku yakin Tuhan sudah menentukan jodoh kita, jika Risa jodohku pasti suatu saat nanti aku akan di persatukan dengannya, jika bukan, pasti Tuhan akan mengirimkan jodoh terbaik untukku,"
"Tumben benar,"
"Aku serius, bagaimana jika kita turun dan memberi selamat pada mereka, aku rasa mereka sudah menjalin hubungan,"
"Apa kamu ingin mengganggu kebahagian mereka? Sebaiknya kita pulang saja,"
"Baiklah," ucap singkat Bima, membuat Anton langsung menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya kembali ke kantor.
*
*
__ADS_1
*
Akhir pekan, hari yang di tunggu-tunggu oleh Kai, pasalnya selama dua hari ke depan dirinya tidak akan di sibukkan dengan pekerjaan, yang menyita waktunya bisa bersama dengan sang istri.
Kai terus memeluk sang istri dari belakang di bawah selimut yang sama, tentu saja tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh keduanya. Itulah aktifitas setiap akhir pekan selama lima bulan keduanya menjadi sepasang suami istri.
"Kai suamiku sayang, lepaskan ya, lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi,"
"Tidak mau,"
"Aku sudah telat menyiapkan sarapan, apa kamu tidak lapar?"
"Tentu saja tidak, aku sudah minum s*su, untuk menambah energi," jawab Kai dan kedua tangannya langsung meremas gunung kembar Sela yang entah mengapa ukurannya sekarang menjadi lebih besar.
Mendengar perkataan istrinya Kai, dengan segara melepas keduanya tangannya yang masih meremas dua gundukan kenyal, lalu beranjak dari tidurnya, dan membuka selimut yang masih menutupi tubuh keduanya.
"Kai,"
Sela mendorong wajah Kai, yang menatap tubuhnya dengan liar.
"Sekali lagi,"
"Tidak mau,"
__ADS_1
"Tidak boleh menolak,"
"Bagaimana aku tidak menolak, kamu sudah berapa kali melakukannya?"
"Tapi kamu menyukainya kan?"
Sela tidak menjawab pertanyaan sang suami karena dirinya langsung turun dari tempat tidur, tapi baru saja dirinya akan melangkah Kai sudah menarik tangannya, membuat Sela jatuh tepat di pangkuan sang suami.
"Sekali lagi ya, kamu tahu sendiri kita hanya melakukannya setiap akhir pekan saja," ujar Kai sambil menggesek gesekan terong miliknya yang sudah berdiri tegak.
"Tapi kamu tidak ada hentinya melakukannya Kai,"
"Itu untuk mengganti hari senin sampai jumat," sambung Kai dan menaruh dagunya di bahu sela yang masih duduk di pangkuannya.
"Tapi badanku sudah lengket, dan aku sudah sangat lapar, nanti teruskan lagi oke,"
"Benarkah?" tanya Kai sambil melepas pelukannya.
"Benar,"
"Ya sudah kita mandi bersama," ujar Kai sambil tersenyum.
Membuat Sela langsung menepuk jidatnya saat Kai menarik tangannya menuju kamar mandi, yang tentu bukan hanya mandi jika Kai mengajaknya mandi bersama.
__ADS_1
Bersambung..................