BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
61. Apa Kamu Cemburu?


__ADS_3

Sela menghentikan langkah nya, saat mendengar suara tembakan. Dan menatap seseorang yang baru masuk kedalam rumah kosong tersebut.


"Papa Doni,"


Tapi papa Doni tidak menghiraukan Sela yang memanggilnya, karena papa Doni segera melangkahkan kakinya menuju ke arah mama Nisa yang sedang diam terpaku, saat papa Doni melumpuhkan ke dua anak buahnya dengan timah panas yang baru saja di tembakkan oleh papa Doni, dan mengenai ke dua kaki anak buahnya.


Plak! Plak!


"Wanita iblis! Apa yang kamu lakukan ini benar?"


Mendengar pertanyaan papa Doni, mama Nisa hanya tersenyum sinis, sambil memegangi pipinya.


"Ini juga karena mu, coba saja kamu memberikan perusahaan itu padaku, bukan pada mantan menantu mu yang mandul itu," tunjuk mama Nisa pada Sela yang sekarang sudah mendekat ke arah ke duanya, dan menahan tangan papa Doni yang akan menampar mama Nisa kembali.


"Nak, biarkan saja papa memberi pelajaran pada wanita tidak tahu diri ini,"


"Yang mama Nisa katakan memang benar, kenapa papa harus memberikan perusahaan itu padaku? Kenapa bukan pada mama Nisa pa?"


Papa Doni menoleh untuk menatap ke arah Sela di sampingnya, dan begitu terkejut saat melihat ke dua pipi Sela yang terlihat jelas bekas tamparan, lalu papa Doni memegang pipi Sela.


"Nak pipi kamu?"


"Pa, jangan mengalihkan pertanyaan ku," jawab Sela dan melepas tangan papa Doni yang masih memegangi pipinya.


"Nak tidak perlu jawaban, karena perusahaan itu memang pantas untukmu,"

__ADS_1


"Karena kalian sudah berada di sini, jadi kalian bersiaplah untuk mati,"


"Nisa!!!" teriak papa Doni saat senjata yang ada di tangannya di rebut mama Nisa lalu menodongkan senjata yang ada di tangannya ke arah pada Doni dan juga Sela bergantian.


"Kenapa Doni, apa kamu takut untuk menerima ajal mu di sini?"


"Untuk apa takut, tembak lah aku sekarang Nisa,"


"Papa," ucap Sela dan menarik tangan papa Doni yang sedang menantang mama Nisa.


"Nak pergi lah dari sini,"


"Tidak akan, aku akan selalu bersama dengan papa di sini,"


"Wow drama yang bagus, setelah kamu aku habisi, menantu mandul mu ini yang aku habisi Doni! Bersiaplah Doni, ini semua juga karena mu, dan kamu pantas mendapatkan ini Doni!" teriak mama Nisa lalu menembak paha papa Doni.


"Nak, pergilah papa mohon padamu,"


"Tidak pa, aku akan tetap berada di sini,"


"Bagus," sambung mana Nisa saat mendengar perkataan Sela. "Dan sekarang giliran kamu, karena aku ingin melihat kalian menderita dulu sebelum maut menjemput kalian,"


Dor!


Mama Nisa langsung menjatuhkan senjata yang berada di tangannya, dan meringis kesakitan saat ada yang menembak lengannya.

__ADS_1


Lalu Sela menatap ke arah pintu, saat banyak suara dengan langkah kaki yang menghampirinya.


"Bima, Kai," ucap Sela, saat tahu yang datang adalah Bima, Kai dan anak buahnya yang mengikuti dari belakang, dan Bima langsung mengangkat tubuh papa Doni, kemudian dengan segera membawanya keluar.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Kai lalu membawa Sela ke dalam pelukannya.


"Tidak, tapi papa,"


"Tenang lah, Bima segera membawa papa Doni ke rumah sakit, dan kita keluar dari sini, biar mereka yang mengurus wanita itu dan juga anak buahnya,"


Kai terus memeluk Sela dan membawa nya keluar dari rumah kosong tersebut, meninggalkan beberapa anak buahnya untuk mengurus mana Nisa dan ke dua anak buahnya.


Setelah berada di dalam mobil, Kai segera menyalakan lampu mobil, untuk menatap jelas wajah Sela, saat tadi sempat melihat wajah Sela, terdapat bekas tamparan, dan benar saja, bekas tamparan terlihat jelas di wajahnya, lalu Kai meraup wajah Sela.


"Apa ini sakit?"


Sela hanya mengangguk, dan Kai dengan segara mencari kotak p3k di mobilnya.


"Tidak perlu mencari kotak p3k, apa kamu akan mengolesi pipiku dengan obat merah? Tidak kan? Aku hanya ingin–


Sela tidak jadi meneruskan perkataannya, karena dirinya langsung memeluk tubuh Kai dengan erat.


"Jangan jauh dari ku, apa lagi bermesraan dengan wanita lain di depanku,"


Mendengar perkataan Sela, Kai dengan segara melepas pelukan Sela lalu beralih meraup wajahnya.

__ADS_1


"Apa kamu cemburu?"


Bersambung.................


__ADS_2