BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
62. Kebenaran


__ADS_3

Bukannya menjawab pertanyaan Kai, Sela malah memeluk tubuh Kai.


"Diam jangan bertanya lagi, aku mengantuk, dan aku ingin tidur di pelukanmu,"


Kai pun tidak berkata lagi, dan dengan segera balik memeluk Sela dengan senyum yang mengembang dari ke dua sudut bibir nya, lalu tangan kanannya membenarkan rambut Sela yang berantakan di lanjut membelai nya.


"Sela,"


"Hem,"


"Apa kamu sudah tidur,"


"Hem,"


"Ada yang ingin aku katakan kepadamu, dan ini sangat serius," ujar Kai dengan jari-jari yang terus membelai rambut Sela. "Sebenarnya selama ini aku sangat mencintaimu, dan aku ingin menjadikan kamu sebagai pendamping hidup ku, apa kamu mau? Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku sudah menyimpan rasa ini sejak–


Kai tidak jadi meneruskan perkataannya saat mendengar Sela sudah mendengkur pelan di dalam pelukannya, bertanda Sela susah terlelap. Dan Kai hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.

__ADS_1


Pov papa Doni


Arsela Maharani, gadis cantik yang masih berseragam merah putih saat aku melihat untuk pertama kalinya. Saat dia sedang bermain di depan halaman rumah yang hari ini ingin aku kunjungi. Dan aku lebih terkejut lagi, saat Bagas sahabatku yang sudah lama tidak pernah berjumpa denganku karena tinggal di luar kota, keluar dari dalam rumah yang ingin aku kunjungi bersama dengan seorang wanita, yang memang sedang aku cari selama ini.


Dan saat aku turun dari mobil dan menghampiri keduanya, Bagas memperkenalkan jika wanita yang ada di sampingnya adalah istrinya dan juga gadis kecil yang sedang bermain adalah putrinya.


Bagaimana mungkin gadis kecil itu adalah putrinya saat Dery kakak ku, lebih tepatnya kakak tiri ku yang breng sek mengatakan jika gadis kecil itu adalah putri kandungnya.


Kenapa aku mengatakan Dery breng sek? Tentu saja, umpatan


Apa lagi yang harus aku katakan pada pria yang tega mem per kosa gadis, yang tak lain dan tak bukan adalah Lina, wanita yang sekarang menjadi istri dari Bagas sahabatku.


Dan aku sangat terkejut mengetahui kebenarannya, ternyata gadis kecil bernama Arsela Maharani memang lah anak dari Dery breng sek. Dan Bagas rela menikahi Lina saat sedang mengandung, karena dirinya mandul.


Tentu saja aku tidak ingin merusak kebahagiaan keluarga kecil sahabatku Bagas, saat Lina juga sudah mengubur dalam-dalam kejadian kelam yang di alaminya. Dan aku pun tidak ingin mengusik kebahagiaan meraka, dan memilih diam.


Tapi aku harus menepati janji ku pada Dery yang sudah meninggal dunia, untuk mengurus putrinya dan memberikan seluruh hartanya pada nya.

__ADS_1


Dan akhirnya aku menepati janji ku, satu persatu, dari mengurusnya dengan cara mempekerjakan Bagas menjadi asisten ku untuk memenuhi kebutuhan Sela dan juga Lina.


Dan menjadikan Sela menantuku, anggaplah begitu meskipun aku tahu, Harza bukan lah anak kandungku, karena saat aku menikah dengan Nisa, Nisa ternyata masih berhubungan dengan mantan suaminya, dan bodohnya aku sangat mencintai Nisa kalau itu.


Tapi sekarang aku sudah menepati janji ku, karena perusahaan milik Dery telah aku serahkan pada putrinya. Karena sebenarnya perusahaan yang aku pegang adalah perusahaan milik Dery kakak tiri ku, yang menganggap aku sebagai adiknya sendiri, sebelum dia meninggal karena kecelakaan pesawat saat dia yang menetap di Australia ingin kembali ke Indonesia untuk mencari Lina dan putrinya.


Pov papa Doni berakhir


*


*


*


Sela membuka matanya perlahan lalu menguap, dan beralih memegangi pipinya yang masih terasa kaku. Kemudian Sela menaikan kedua alisnya dan beranjak dari tidurnya saat dirinya berada di kamar yang berbeda.


"Kai," ucap Sela mengingat kembali semalam dirinya tidur di pelukan Kai.

__ADS_1


Lalu mata Sela tertuju ke arah pintu kamar tersebut yang baru saja di buka oleh seseorang dari luar.


Bersambung...................


__ADS_2