
Sela yang sudah sampai toko kuenya langsung menuju lantai dua dimana ruang kerjanya berada. Kemudian Sela langsung menuju ranjang berukuran sedang tempat dirinya beristirahat saat sedang lelah, yang terdapat di ruangan samping ruang kerjanya, kemudian Sela menjatuhkan tubuhnya dengan kasar. Mengingat lagi perlakukan ibu mertuanya kepada dirinya yang tidak pernah berubah.
Apa lagi saat papa mertuanya mengatakan perusahaan yang dipegang oleh Harza tidak sama sekali sedang ada proyek di surabaya yang membuat pikiran negatifnya berseliweran di kepalanya. Kemudian Sela langsung memiringkan tubuhnya dan meraih tasnya untuk mengambil ponsel miliknya yang berbunyi.
"Mas Harza," ucap senang Sela saat tahu yang menghubungi dirinya adalah Harza.
"Halo istriku sayang. Sedang apa kamu? Jangan lupa makan yang banyak agar tetap sehat. Oh ya maaf dari kemarin aku tidak menghubungi kamu sayang. Disini aku sangat sibuk. Jangankan memegang ponsel makan pun tidak sempat kalau tidak di sempatkan sekali lagi maaf ya sayang," ujar Harza dari balik sambung ponsel.
"Iya tidak masalah mas. Hanya saja aku sangat merindukan mas Harza,"
"Aku juga merindukan kamu sayang. Tapi ada kabar yang kurang enak," ucap Harza dengan sedih dari balik sambungan ponsel.
"Apa mas?" tanya Sela penasaran.
__ADS_1
"Sepertinya aku di surabaya sampai seminggu karena proyek yang berada di sini harus aku awasi sendiri. Maaf ya sayang,"
"Tapi mas. Kata Papa perusahaan yang mas pegang tidak ada proyek di surabaya," ucap Sela mengingat lagi perkataan sang Papa mertua.
"Papa memang tidak aku beri tahu. Karena aku ingin membuktikan kepada Papa kalau aku bisa menangani proyek ini, agar q Papa bisa bangga padaku," bohong Harza. Membuat Sela langsung percaya pada apa yang dikatakan oleh sang suami yang dicintainya. "Kalau begitu aku tutup sambungan ponselnya ya sayang. Nanti malam aku hubungi kamu lagi. Aku akan sangat sibuk hari ini," bohong Harza yang langsung menutup sambungan ponselnya sebelum Sela mengatakan sepatah kata pun. Dan bertepatan ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Masuk tidak di kunci," ucap Sela tahu pasti yang mengetuk pintu kamarnya adalah Ria. Dan benar saja Ria langsung membuka pintu tersebut dan memberi tahu kalau ada yang sedang mencari Sela di bawah sana.
Sela langsung menghembuskan nafasnya kasar. Dan enggan untuk turun karena Sela yakin yang mencari dirinya adalah pria aneh yang kemarin membuat keributan di tokonya. Tapi dengan berat hati Sela langsung turun untuk menemuinya, jika tidak bisa jadi pria itu akan membuat keributan lagi di toko kuenya.
"Siang adik ipar," sapa pria tersebut sambil beranjak dari duduknya saat Sela sudah menghampirinya. "Kenapa terkejut. Apa kamu tidak ingin menyambut kakak iparmu ini. Dan aku sangat terkejut ternyata toko kue milikmu ini sekarang sudah sangat berkembang,"
"Ada apa Mas Hendri datang ke toko kue ku?" tanya Sela ketus.
__ADS_1
"Tentu saja mengunjungi kamu Sela. Tahu tidak kalau kamu memanggil aku mas serasa aku ini suamimu. Dan aku tuh sangat senang jika kamu memanggilku seperti itu,"
"Jangan bercanda Mas. Aku menghormati Mas Hendri karena Mas Hendri kakak iparku," jelas Sela yang masih berdiri dan enggan untuk duduk.
"Seandainya dulu aku tidak menolak saat Papa menjodohkan kamu dengan aku. Tentu saja aku akan menjadi suamimu sekarang iya kan? Dan tentu saja aku sangat bahagia,"
"Jangan bercanda Mas. Ada urusan apa Mas Hendri datang kemari. Cepat katakan aku masih banyak pekerjaan," ucap Sela ketus tidak ingin mengingat masa lalu, seperti yang Hendri katakan sebelum Sela dijodohkan dengan Harza, terlebih dahulu Sela dijodohkan dengan Hendri. Dan saat itu Hendri menolak karena mengira yang dijodohkan dengannya adalah wanita yang jauh dari kriterianya. Tapi ternyata Hendri salah karena Sela termasuk wanita yang menjadi salah satu kriterianya.
"Sebentar jangan terburu buru temani aku dulu minum kopi dan juga cake ini,"
"Maaf Mas aku masih banyak pekerjaan," ucap Sela yang langsung meninggalkan Hendri.
"Ini tentang Harza," ujar Hendri menghentikan langkah Sela yang akan pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Bersambung................