
Sela hanya diam terpaku mendengar perkataan yang di lontarkan olah Kai.
"Aku ingin menjadikan kamu istriku, teman hidupku Sela, aku tidak bisa menunggu lagi, aku sudah menunggu bertahun tahun, dan ini kesempatan aku untuk mengatakan padamu isi hatiku selama ini," ucap Kai lalu membuka kotak hitam yang ada di tangannya untuk memperlihatkan sebuah cincin berlian dengan desain elegan, dan tentu saja dengan harga selangit.
"Maukah kamu jadi istriku, dan menemaniku di saat duka dan suka ku?" tanya Kai sekali lagi, saat Sela hanya diam terpaku di tempatnya.
Tapi sekali lagi Sela tidak menjawabnya, dan memilih memalingkan wajahnya dengan air mata yang tiba-tiba membasahi pipinya.
Kai yang melihat Sela menangis langsung berdiri dan meraih dagu Sela untuk menghadap ke arahnya, lalu menghapus air matanya.
"Ada apa? Apa kamu tidak ingin menikah denganku? Kalau benar kamu tidak ingin menikah denganku, kenapa kamu memberikan harapan padaku dengan mengatakan kamu mencintaiku? Aku tidak ingin bermain main lagi, dan aku serius ingin menikah denganmu Sela, meskipun ini terlalu cepat, tapi aku sudah yakin dengan perasaanku ini, apa kamu hanya mempermainkan ku, dengan ucapan mu itu?" tanya Kai dengan nada yang sedikit meninggi.
Sela menutupi wajahnya dan menangis kembali, membuat Kai merasa bersalah lalu duduk di samping Sela, kemudian meraih tangan Sela dan menggenggam kedua tangannya.
"Maaf, dengan perkataan ku tadi,"
Tanpa menanggapi perkataan Kai, Sela kemudian memeluk tubuh Kai dengan erat.
"Harusnya aku yang meminta maaf pada mu," ucap Sela di tengah-tengah isak tangisnya.
__ADS_1
Dan Kai yang mendengar perkataan Sela, melepas pelukannya beralih memegang ke dua bahu Sela untuk menatap wajahnya.
"Aku tahu ini terlalu cepat bagimu, aku tidak masalah menunggu hingga kamu siap,"
"Bukan itu, aku takut kamu akan kecewa padaku, mendapati kenyataan yang belum pernah kamu ketahui tentang diriku Kai, sebenarnya aku mengalami gangguan ovulasi dan aku akan sulit memberikan keturunan padamu, jika kamu menikahi ku,"
Kai yang mendengar perkataan Sela, langsung membawa ke dalam pelukannya.
"Aku ingin menikah denganmu, karena aku mencintaimu bukan hanya kelebihan mu tapi juga kekuranganmu Sela, meskipun kita tidak di beri keturunan aku akan selalu setia padamu dan kita akan menjalani hari-hari hingga tua nanti dan hanya maut yang dapat memisahkan kita, anak itu hanya titipan, jika Tuhan menghendaki dan menitipkan anak di rahim kamu, kita juga tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu, yang terpenting kita sudah berusaha," ucap Kai lalu melepas pelukannya dan menghapus air mata Sela.
Sela tersenyum ke arah Kai sambil mengulurkan tangan kanannya, dan Kai pun langsung tersenyum senang.
"Terima kasih," Kai dengan segera mengambil cincin yang berada di kotak hitam dan memakaikannya di jari manis Sela.
Setelah cincin terpasang di jari manis Sela, Kai langsung mencium punggung tangan Sela dan membawa nya ke dalam pelukannya, dan air mata kebahagiaan tak terasa jatuh membasahi pipi, dan Sela yang merasa pundaknya basah, langsung melepas pelukannya, lalu meraup wajah Kai dan menghapus air matanya, kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Kai.
Saat Sela ingin melepas tautan bibirnya, belakang kepalanya di tahan oleh Kai, dan tidak mengijinkan Sela melepas bibirnya, lalu Kai dengan segera menyesap bibir Sela dan me lu mat nya.
"Teruskan saja, dari bibir turun ke leher nanti belum puas, turun lagi ke dada, dan belum puas, turun lagi kebawah hutan belantara, jadi nya kebablasan," ujar mana Leni yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam kamar, dan dengan segera Sela mendorong wajah Kai untuk melepas tautan bibirnya, lalu berdiri dari tempatnya.
__ADS_1
"Maaf Ma," ucap Sela tapi tidak di hiraukan oleh mana Leni yang mendekatinya dan memeluk nya.
Setelah beberapa detik memeluk Sela, mama Leni melepas pelukannya beralih meraup wajah,
"Terima kasih sayang, sudah mau menerima Kai jadi calon suamimu, mama sangat bahagia, akhirnya Kai akan menikah denganmu dan mama akan segera memiliki menantu, dan menantu itu kamu," ucap mama Leni yang sedari tadi menguping pembicaraan ke duanya dari luar kamar, kemudian mencium pipi kanan dan kiri Sela.
"Ma aku tidak di cium?" tanya Kai yang mendekati keduanya.
"Tidak, pipi kamu pahit!"
*
*
*
Brak!!!!
Bersambung.................
__ADS_1